Teh Hijau vs Teh Oolong, Mana yang Lebih Menyehatkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Teh hijau dan teh oolong sering disebut sebagai jenis teh menyehatkan dengan beragam khasiat bagi tubuh. Keduanya sama-sama kaya akan antioksidan, mengurangi risiko berbagai penyakit, bahkan bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Namun, manakah yang lebih sehat antara teh hijau vs teh oolong?

Kandungan nutrisi teh hijau vs teh oolong

minum teh panas

Teh hijau serta teh oolong berasal dari daun tanaman yang sama. Komponen nutrisinya pun sangat mirip. Namun, perbedaan proses pengolahan sedikit berpengaruh terhadap kandungan nutrisi pada produk akhir kedua teh ini.

Teh hijau yang diseduh tanpa pemanis tambahan tidak mengandung kalori, lemak, protein, maupun karbohidrat.

Kandungan yang banyak terdapat pada teh hijau adalah kafein, antioksidan katekin, serta mineral berupa kalium dan fluor.

Seperti halnya teh hijau, teh oolong pun tidak mengandung kalori, lemak, protein, dan karbohidrat. Teh oolong kaya akan antioksidan berupa polifenol, theaflavin, dan katekin.

Minuman ini juga mengandung fluor, mangan, magnesium, kalium, serta kafein.

Perbandingan khasiat teh hijau vs teh oolong

Teh hijau mengandung mineral serta senyawa antioksidan yang sama dengan teh oolong sehingga khasiat keduanya juga mirip.

Untuk menentukan mana jenis teh yang lebih menyehatkan, berikut adalah beberapa hal yang menjadi pertimbangannya.

1. Menurunkan berat badan

Meminum teh hijau maupun teh oolong sama-sama bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Keduanya bekerja dengan cara meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak sehingga jumlah kalori yang dibakar menjadi lebih banyak.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi teh hijau dapat meningkatkan laju pembakaran lemak sebesar 17 persen. Teh oolong juga memiliki manfaat serupa, tapi peningkatannya lebih kecil dibandingkan, yakni 12 persen.

tips sehat untuk odha

2. Melindungi tubuh dari penyakit

Teh hijau dan teh oolong sama-sama kaya akan antioksidan yang disebut katekin. Senyawa ini berpotensi mencegah pembentukan plak kolesterol, menjaga gula darah normal, menghambat pertumbuhan kanker, bahkan melindungi otak dari penyakit Alzheimer.

Meski begitu, katekin pada teh hijau lebih tinggi dibandingkan teh oolong. Namun, bukan berarti konsumsi teh oolong tidak memberikan manfaat sebaik teh hijau.

Pasalnya, teh oolong juga memiliki antioksidan selain katekin yang tak kalah bermanfaat bagi kesehatan.

3. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Selain bersifat sebagai antioksidan, katekin pada teh hijau juga dapat membunuh bakteri penyebab kerusakan gigi.

Pada beberapa penelitian, konsumsi teh hijau secara rutin berpotensi menurunkan risiko karies gigi dan mencegah bau mulut.

Di sisi lain, teh oolong ternyata tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan gigi, tapi juga tulang.

Sebuah penelitian di Tiongkok menunjukkan bahwa wanita yang rutin meminum teh oolong memiliki kepadatan tulang 4.5-4.9 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidak.

Teh oolong vs teh hijau, jadi, mana yang lebih sehat?

Teh hijau dan teh oolong memiliki kandungan nutrisi yang mirip sehingga manfaatnya tidak jauh berbeda.

Akan tetapi, kandungan antioksidan yang lebih tinggi pada teh hijau membuatnya tetap berada di peringkat teratas sebagai teh yang paling menyehatkan.

Hal tersebut juga bukan berarti teh lain tak membawa manfaat kesehatan. Apa pun jenis teh kesukaan Anda, tetaplah mengonsumsinya secara rutin untuk memperoleh khasiatnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Teh Hijau untuk Rambut yang Lebih Sehat

Selain terkenal sebagai teh yang mengandung khasiat untuk kesehatan tubuh, manfaat teh hijau ternyata bisa digunakan untuk rambut. Apa saja khasiatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Hidup Sehat 9 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Ibu Menyusui Boleh Minum Teh Hijau, Asalkan…

Minum minuman berkafein adalah pantangan yang perlu dihindari oleh ibu menyusui. Namun, amankah konsumsi teh hijau untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Menyusui 1 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Pengobatan Rumahan untuk Mengurangi Gejala Radang Pankreas (Pankreatitis)

Tidak hanya berkonsultasi dengan dokter, mendapatkan obat alami untuk mengatasi pankreatitis pun bisa dijadikan alternatif asalkan telah disetujui dokter.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 11 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Apa Benar Minum Teh Hijau Sebelum Tidur Bermanfaat bagi Tubuh?

Tren minum teh hijau sebelum tidur sedang digandrungi masyarakat. Namun, benarkah rutinitas ini memberikan manfaat bagi tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Quercetin, Pigmen Tumbuhan yang Baik untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat masker teh hijau

5 Manfaat Masker Teh Hijau untuk Kulit Bersih, Mulus, dan Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit