Awas, Ini 5 Tanda Anda Sudah Kecanduan Sesuatu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tidak ada salahnya melakukan sesuatu yang Anda sukai. Hobi, makanan, atau kegiatan tertentu nyatanya dapat menimbulkan rasa bahagia dan bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Namun, Anda patut waspada apabila kegemaran Anda terhadap suatu hal telah berubah menjadi tanda-tanda kecanduan.

Apa saja tanda-tanda kecanduan?

kecanduan alkohol

Melansir laman Mental Help, kecanduan adalah keinginan terus-menerus terhadap suatu kegiatan maupun zat tertentu yang terasa penting atau menimbulkan rasa bahagia sekalipun dampaknya merugikan.

Apa pun dapat menjadi suatu kecanduan jika dilakukan secara berlebihan. Anda bisa saja kecanduan terhadap media sosial, berolahraga, berbelanja, menonton film, bermain video game, hingga mengonsumsi makanan yang seharusnya menyehatkan.

Terdapat batasan antara perasaan bahagia karena melakukan suatu hal dengan kecanduan. Berikut di antaranya:

1. Tidak bisa berhenti menggunakan atau melakukan sesuatu

Tanda-tanda utama dari kecanduan adalah ketidakmampuan untuk menghindari penyebabnya. Seseorang yang kecanduan biasanya pernah berusaha menjauhi sesuatu yang membuatnya merasa ketergantungan, tapi selalu gagal.

Saat Anda berhenti menggunakan atau melakukan sesuatu, dampaknya begitu besar pada diri Anda. Anda mungkin merasa tidak bisa bekerja dengan baik, menjadi lebih mudah marah, atau mengalami frustrasi.

2. Tetap melakukannya walaupun berdampak buruk

Seseorang yang kecanduan akan tetap menggunakan atau melakukan sesuatu yang membuatnya merasa lega walaupun berdampak buruk.

Contohnya, seorang perokok akan sulit berhenti merokok sekalipun telah menderita penyakit pernapasan.

Pada kasus lain, seseorang yang kecanduan bermain video games tidak akan berhenti meskipun waktunya selalu habis untuk kegiatan tersebut. Rasa kecanduan membuatnya beranggapan bahwa hal lain tidak lebih penting.

3. Mengorbankan hubungan sosial

Tanda-tanda kecanduan juga bisa dilihat dari kualitas hubungan sosial Anda. Waspadalah apabila kegiatan yang Anda senangi justru menjauhkan Anda dari interaksi bersama teman, pasangan, atau bahkan keluarga.

Kebanyakan orang yang mengalami kecanduan bahkan tidak menyadari perilakunya. Saat orang lain mengingatkan bahwa ia mengalami gejala kecanduan, ia justru bisa saja merespons secara negatif sehingga memperburuk hubungan sosial.

4. Anda terus menginginkan lebih

Selain membuat sulit berhenti, kecanduan juga memicu keinginan berlebih untuk melakukan atau menggunakan sesuatu. Inilah penyebab seseorang bisa menggunakan media sosial selama berjam-jam atau meminum alkohol dalam jumlah banyak.

Lebih buruknya lagi, perilaku kecanduan membuat Anda tidak pernah merasa cukup. Anda akan terus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan uang untuk memenuhi keinginan yang tidak ada habisnya.

5. Merasa cemas atau tidak nyaman saat menghindarinya

Saat mengalami kecanduan, Anda akan mengalami tanda-tanda berupa munculnya rasa lega atau bahagia usai melakukannya.

Perasaan ini kemudian lenyap dan berganti menjadi rasa cemas ketika Anda berusaha berhenti atau membatasi hal tersebut.

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami kecanduan, cobalah menjauhi semua hal yang memicu perasaan tersebut untuk sementara. Semakin besar rasa cemas yang Anda rasakan, semakin besar pula dampak kecanduan pada diri Anda.

Kecanduan merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Pasalnya, dampak fisik, sosial, maupun psikologis yang Anda alami lambat laun dapat mengendalikan perilaku Anda.

Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan diri dari bahaya kecanduan. Berkonsultasilah dengan tenaga profesional terkait, seperti psikolog, apabila Anda mengalami satu atau lebih tanda-tanda kecanduan di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ada Orang yang Suka Mencium Bau Bensin dan Ada yang Tidak, Kok Bisa?

Selain bebauan harum dari parfum, makanan, atau rumput basah, ada pula orang-orang yang gemar mencium bau bensin. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Rio Reifan Tertangkap Lagi, Kenapa Pecandu Narkoba Susah Berhenti?

Setelah dua kali ditangkap atas kepemilikan sabu, Rio Reifan kembali terjerat kasus serupa untuk ketiga kali. Apa penyebab pecandu narkoba sulit berhenti?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Berita, Fakta Unik 15 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Minum Obat Opioid Sembarangan Bisa Bikin Kecanduan, Seperti Ini Prosesnya

Kecanduan opioid dapat terjadi bila obat ini dikonsumsi secara sembarangan. Inilah prosesnya dan cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Pahami 5 Penyebab Kecanduan yang Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Kecanduan alias gangguan adiksi bisa terjadi pada siapa pun. Namun, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kecanduan pada seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Psikologi 10 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kecanduan pornografi

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit
ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
ketagihan selingkuh

Ketagihan Selingkuh Bisa Saja Terjadi, Tapi Mengapa Perilaku Ini Muncul?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28 April 2020 . Waktu baca 5 menit