Studi Terbaru: Terlalu Lama Duduk Dapat Sebabkan Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gaya hidup yang tidak aktif telah banyak dihubungkan dengan sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, serta penyakit lainya yang bisa berisiko kematian. Baru-baru ini, sebuah studi melakukan pengamatan yang menunjukkan bahwa terlalu banyak duduk atau berdiam diri dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit kanker.

Terlalu sering duduk bisa meningkatkan risiko kanker

duduk nyaman saat ambeien

Sebenarnya, sudah banyak penelitian yang memperlihatkan bukti atas dampak dari gerak tubuh yang kurang aktif pada pola hidup sehari-hari.

Sebuah analisis yang diterbitkan tahun 2015 pernah menunjukkan adanya hubungan antara durasi berdiam dan kematian karena kanker dengan rasio bahaya sebesar 1,13.

Sayangnya, analisis ini hanya bergantung pada data yang dilaporkan oleh peserta sendiri. Sehingga, hasilnya bisa saja kurang akurat karena adanya kesalahan pengukuran.

Untuk itu, sekelompok peneliti dari Pusat Kanker MD Anderson di Universitas Texas pun melakukan pengamatan yang berfokus pada hubungan gaya hidup sedentari atau kurang aktif dengan risiko kanker terhadap orang-orang berusia di atas 45 tahun.

Peneliti mengumpulkan data dari 8002 peserta yang juga terlibat dalam studi jangka panjang yang lebih besar bernama REGARDS (Reasons for Geographic and Racial Differences in Stroke). Pada saat perekrutan peserta, semuanya tidak didiagnosis memiliki penyakit kanker.

bahaya duduk terlalu lama

Agar tidak terjadi kesalahan atau bias pada data, peserta diminta untuk menggunakan alat akselerometer. Alat ini harus selalu dipasang di pinggang sepanjang beraktivitas di luar jam tidur selama tujuh hari berturut-turut.

Akselerometer akan mengukur seberapa sering peserta bergerak dan berdiam diri dengan akurat. Pengukuran ini dilakukan selama lima tahun. Tentunya, peneliti juga mempertimbangkan faktor seperti usia, ras, jenis kelamin, serta adanya penyakit lain.

Hasilnya, peserta yang paling banyak duduk atau berdiam diri memiliki risiko kanker sebesar 82% lebih tinggi jika dibandingkan dengan peserta yang lebih aktif.

Sedangkan, peserta yang menyisakan 30 menit untuk melakukan kegiatan dengan intensitas ringan telah menurunkan risiko sebesar 8%. Lalu peserta yang melakukan aktivitas intensitas sedang ke tinggi selama 30 menit memiliki risiko kanker sebesar 31% lebih rendah.

Pentingnya gaya hidup aktif untuk cegah penyakit

hidup sehat dengan ppok

Penyakit kanker hingga kini masih menjadi salah satu kekhawatiran terbesar dalam dunia kesehatan. Bahkan, menurut data dari Globocan milik WHO, terdapat lebih dari 200.000 kasus kematian karena penyakit kanker di Indonesia pada 2018.

Sayangnya di saat yang bersamaan, gaya hidup sedentari (tidak melibatkan banyak aktivitas fisik) di kalangan masyarakat masih cenderung tinggi. Di Indonesia sendiri, hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan masyarakat yang kurang beraktivitas fisik meningkat jumlahnya.

Pada 2013 terdapat 26,1% dari keseluruhan masyarakat yang mejalani gaya hidup sedentari. Jumlahnya melonjak menjadi 33,5% di tahun 2018.

Padahal, gaya hidup sedentari sudah banyak diketahui dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk tubuh. Menghabiskan hari dengan duduk berlama-lama tanpa melakukan olahraga tak hanya bisa meningkatkan risiko penyakit mematikan seperti kanker, tapi juga membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kelebihan berat badan.

cara agar tidak mengantuk saat bekerja

Jika Anda terlalu sering bermalas-malasan, tubuh akan membakar kalori yang lebih sedikit. Kekuatan dan daya tahan otot juga mungkin akan berkurang karena jarang digunakan. Selain itu, hal ini juga berdampak pada penurunan kemampuan metabolisme dan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Gaya hidup sedentari juga erat kaitannya dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Ketika ini terjadi, tubuh Anda akan lebih mudah mengalami peradangan. Semakin lama Anda mempertahankan gaya hidup sedentari, semakin tinggi pula risiko Anda terkena penyakit.

Oleh karena itu, sebelum masalah kesehatan mendera Anda, lebih baik segera mulai untuk coba terapkan gaya hidup yang lebih aktif dan tidak terlalu sering berdiam diri.

Mulai lebih aktif untuk turunkan risiko kanker

berkebun saat hamil

Memang, terkadang godaan untuk duduk dan bermalas-malasan di atas kasur atau sofa yang nyaman sulit untuk dihindari. Namun, Anda tentunya juga harus melakukan berbagai usaha agar bisa menjaga tubuh tetap sehat.

Bagi sebagian orang, mungkin mulai rutin berolahraga terasa memberatkan. Nyatanya, hidup aktif tak selalu tentang seberapa keras olahraga yang telah dilakukan. Maksud dari gaya hidup aktif adalah menjalani hari dengan lebih sering bergerak.

Anda bisa memulainya dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang akan membuat tubuh banyak bergerak seperti menyapu dan mengepel, mencuci, atau berkebun.

Selain itu, untuk bantu mengurangi gaya hidup sedentari, berilah jeda ketika sudah terlalu lama duduk. Potong waktu duduk setelah satu jam dengan berdiri dan berjalan-jalan selama lima menit.

meditasi jalan walking meditation

Beberapa cara lain yang juga bisa Anda lakukan adalah dengan berdiri di dalam kereta, menerima telepon sambil berjalan ringan, dan meletakkan remote TV jauh dari jangkauan agar Anda akan dipaksa berjalan bolak-balik ketika ingin mengganti saluran televisi.

Jika sudah terbiasa, Anda bisa menyisipkan olahraga pada kegiatan sehari-hari Anda secara perlahan. Waktu setengah jam yang tadinya hanya digunakan untuk menonton TV, kini dedikasikanlah untuk melakukan jogging atau gerak jalan ringan di sekitar komplek perumahan.

Tak hanya jadi lebih aktif, sejumlah pola hidup sehat yang lainnya juga harus dilakukan bila Anda ingin terhindari dari risiko penyakit kanker. Beberapa di antaranya adalah makan makanan sehat, berhenti merokok, serta rutin melakukan cek kesehatan setiap enam bulan atau setahun sekali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Masih Mungkinkah Terserang Kanker Ovarium Meski Sudah Operasi Angkat Rahim?

    Risiko kanker ovarium mengintai semua wanita tanpa pandang bulu. Namun, mungkinkan peluangnya masih tetap ada setelah operasi angkat rahim dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 17/12/2018 . Waktu baca 4 menit

    Pramugari Lebih Berisiko Tinggi Kena Kanker Payudara, Ungkap Studi Harvard (Kenapa?)

    Pramugari adalah salah satu profesi yang cukup diminati banyak wanita muda. Namun, profesi prestise ini menyimpan risiko kanker yang lebih tinggi. Kenapa?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kanker Payudara, Health Centers 10/09/2018 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Menimbulkan Masalah Pada Saluran Kemih?

    Bahaya duduk terlalu lama sering dikaitkan dengan sakit pinggang dan punggung. Tahukah Anda kalau kondisi ini juga bisa menimbulkan masalah saluran kemih?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/08/2018 . Waktu baca 4 menit

    10 Penyebab Wasir yang Sebaiknya Anda Ketahui

    Siapa pun bisa mengalami ambeien. Namun, tahukah Anda apa saja penyebab ambeien alias wasir? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 25/08/2018 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kedelai mencegah kanker

    Begini Peran Penting Kedelai Dalam Menjauhkan Anda dari Kanker

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2019 . Waktu baca 4 menit
    mengobati sakit leher

    Terlalu Lama di Depan Komputer Bikin Leher Sakit? Ini 6 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 04/04/2019 . Waktu baca 3 menit
    risiko kanker

    5 Hal Tak Terduga yang Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 05/02/2019 . Waktu baca 4 menit
    punya badan tinggi

    Studi: Punya Postur Badan Tinggi, Risiko Kankernya Juga Lebih Tinggi (Kenapa?)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 19/12/2018 . Waktu baca 5 menit