Sakit Kepala Setelah Merokok? Ternyata Ini Penyebabnya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Merokok ternyata dapat menyebabkan sakit kepala. Buktinya, tidak jarang orang merasa sakit kepala sebelah atau migrain setelah merokok. Bahkan, hal ini tidak hanya dirasakan oleh orang yang baru saja merokok, tetapi orang yang hanya menghirup asap rokok pun dapat merasakannya. Tetapi, apa ya, penyebab sakit kepala setelah merokok?

Nikotin tinggi penyebab sakit kepala setelah merokok

Saat merokok, Anda otomatis akan mengisap nikotin, yaitu bahan aktif utama yang terdapat di dalam berbagai produk tembakau, termasuk rokok.

Nah, saat masuk ke dalam tubuh nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit. Kondisi tersebut akhirnya membuat aliran darah tidak lancar, termasuk darah untuk otak.

Nikotin juga bekerja sebagai stimulan dan hal ini dapat menyebabkan kepala terasa sakit setelah merokok. Zat tersebut dapat merangsang rasa candu pada otak  terhadap rokok, sehingga kepala akan terasa sakit setelah Anda berhenti merokok.

Di sisi lain, sebagai stimulan, nikotin juga dapat meningkatkan fungsi tubuh menjadi lebih cepat. Oleh karena itu, saat nikotin terserap ke dalam aliran darah, ia hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 detik untuk sampai di otak.

Selanjutnya, nikotin yang berada di dalam otak menyebabkan reaksi kimia yang melepaskan hormon adrenaline. Hormon ini meningkatkan kerja liver, membuat pembuluh darah menyempit, dan meningkatkan tekanan darah.

Setelah berhenti merokok, nikotin tidak akan memicu hormon adrenalin untuk mempersempit pembuluh darah. Perubahan kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab sakit kepala.

Hal ini semakin diperparah dengan kemampuan nikotin memengaruhi kerja liver dalam menguraikan obat yang Anda konsumsi. Jadi, saat Anda minum obat pereda nyeri agar sakit kepala hilang, justru obat tidak bekerja dengan maksimal.

Penyebab lain dari rokok yang menimbulkan sakit kepala

Tidak hanya nikotin yang dapat menyebabkan sakit kepala setelah merokok. Asap yang dihasilkan dari rokok, yaitu karbon monoksida, juga dapat menyebabkan sakit kepala. Pasalnya, saat menghirup asap rokok, volume oksigen yang terdapat di dalam darah pun berkurang.

Saat ‘asupan’ karbon monoksida meningkat dan oksigen menurun, aliran darah menuju otak yang membawa oksigen pun menurun. Tetapi setelah Anda selesai merokok, Anda juga berhenti menghirup karbon monoksida, dan kadar oksigen di dalam darah pun meningkat.

Hal ini disebut-sebut  menjadi penyebab lain dari sakit kepala setelah merokok. Selain itu, pada kasus-kasus tertentu, alergi terhadap asap atau bau rokok juga dapat menjadi pemicu timbulnya sakit kepala.

Mengatasi sakit kepala setelah merokok

Salah satu hal yang paling tepat agar tidak merasakan sakit kepala setelah merokok adalah berhenti merokok.

Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah dilakukan baik secara fisik maupun mental. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan jika memang benar-benar memiliki niatan untuk berhenti. Salah satunya adalah terapi pengganti nikotin atau biasanya disebut sebagai nicotine replacement therapy (NRT).

NRT biasanya dilakukan dengan cara mengganti rokok dengan hal lain yang memiliki kandungan nikotin lebih sedikit, seperti permen karet, inhalator, tablet, atau penyemprot mulut atau hidung.

Upaya-upaya ini memang belum dapat diketahui dengan pasti apakah akan efektif mengatasi keinginan berhenti merokok. Tetapi, sebuah penelitian yang dimuat dalam Cochrane Library menyebutkan bahwa terapi ini dapat meningkatkan 50-60 persen kesempatan orang untuk berhenti merokok.

Dengan berhenti merokok, Anda juga akan berhenti merasakan sakit kepala setelah merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 04/12/2019 . 12 mins read

Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Berhenti merokok bisa menimbulkan efek samping, seperti sesak napas. Kok bisa sesak napas saat berhentu merokok? Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 21/09/2019 . 4 mins read

Sutopo Meninggal Akibat Kanker Paru, Ini Daftar Gejala Awal Sampai Menyebar

Kepala Humas BNPB, Sutopo, meninggal dunia pada Minggu (7/7), di Guangzhou, China akibat kanker paru. Kenali gejala awal sampai penyebarannya berikut ini.

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker Paru, Health Centers 07/07/2019 . 4 mins read

Mengapa Anda Merasa Mual Saat Merokok?

Merokok tidak hanya menimbulkan dampak jangka panjang, tapi juga efek langsung seperti mual. Lantas, apa yang menyebabkan rasa mual saat merokok?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/04/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
social smoker

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 4 mins read
rokok kretek

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25/01/2020 . 12 mins read
cara membersihkan paru-paru perokok

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020 . 5 mins read