Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
Bagikan sekarang

Sebagian orang tumbuh besar dengan ASI pada dua tahun pertama kehidupannya. Setelah sekian lama berhenti mengonsumsinya, banyak orang dewasa yang lupa dan penasaran dengan rasa ASI. Pola makan juga memberikan pengaruh yang besar pada rasa yang dihasilkan. Lantas, seperti apa sebenarnya rasa ASI?

Seperti apa rasa ASI?

menyusui

Umumnya, rasa ASI sebetulnya mirip dengan susu biasa. Deskripsi yang paling banyak beredar adalah rasanya yang menyerupai susu almond, tapi lebih manis. Beberapa anak yang masih mengingat rasanya juga menggambarkan bahwa ASI mirip dengan susu yang diberi tambahan gula.

Namun, ada juga yang mengecap rasa lain seperti mentimun, air gula, es krim yang meleleh, madu, bahkan buah melon.

Rasa manis yang ada dalam ASI ternyata dipengaruhi oleh adanya kandungan laktosa. Laktosa merupakan salah satu bahan utama dalam ASI, kandungan ini ada dalam konsentrasi yang tinggi sehingga membuat rasanya menjadi lebih manis.

ASI juga mengandung lemak yang akan menentukan kekentalannya. Saat baru diperah, ASI keluar dalam bentuk cairan yang lebih berair, tapi semakin sering menyusui tektur ASI perlahan akan menjadi lebih kental dan lebih tinggi kandungan lemaknya.

Meski kebanyakan menjelaskan tak ada perbedaan yang jauh di antara ASI dan susu sapi, tekstur ASI masih lebih ringan dan encer dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan ada beberapa ibu yang menggambarkannya seperti air mineral dengan pewarna putih.

Apa saja yang mempengaruhi rasa ASI?

rasa asi
Sumber: Global News

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, makanan yang dikonsumsi ibu setiap harinya dapat memberikan pengaruh pada rasa susu yang dihasilkan.

Jika anak belum mulai makan makanan pendamping ASI, ada baiknya perbanyak konsumsi buah terutama untuk ibu menyusui agar anak bisa mengecap rasa dari makanan tersebut. Ketika anak sudah mulai tumbuh besar, anak mungkin akan lebih siap untuk menerima rasa lain dari ASI yang dikonsumsi.

Selain pola makan, terdapat juga faktor-faktor lainnya yang dapat memberikan perubahan rasa atau aroma. Salah satunya adalah perubahan hormon sebagai dampak dari menstruasi atau mulainya masa kehamilan.

Olahraga juga memberikan pengaruh pada rasa ASI. Ketika penumpukkan asam laktat dalam tubuh bercampur dengan air keringat di sekitar payudara yang dihasilkan dari olahraga, tentu efeknya ASI jadi terasa sedikit asin. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengelap payudara dari keringat sebelum mulai menyusui bayi.

Tidak hanya berolahraga, kondisi tertentu seperti mastitis dapat memberikan efek rasa yang asin pada susu, terkadang rasa asinnya juga cenderung kuat. Mastitis adalah peradangan pada payudara. Jika Anda memiliki kondisi ini, pemberian ASI tetaplah aman. Namun, rasa yang berubah mungkin akan membuat bayi enggan untuk diberi ASI.

Bolehkah orang dewasa konsumsi ASI?

Orang dewasa minum ASI sebetulnya boleh saja. Namun, ASI masih bagian dari cairan yang dikeluarkan oleh tubuh, sehingga penting untuk mengetahui bahwa ASI yang diminum berasal dari ibu yang sehat. Beberapa penyakit tertentu seperti HIV dan hepatitis bisa saja ditularkan melalui ASI.

Di sisi lain, ada yang menggunakan ASI sebagai terapi untuk pengobatan kanker. ASI dipercaya memiliki komponen penghancur tumor yang dapat mematikan selnya.  Sayangnya, masih sangat sedikit penelitian yang membuktikan bahwa hal ini benar adanya.

Meski demikian, konsumsi ASI baiknya hanya dibatasi untuk bayi. ASI memang memiliki banyak nutrisi, tapi semua itu tak akan memberikan pengaruh pada tubuh orang dewasa yang sehat.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

What Affects the Taste of Breast Milk?. (2020). Retrieved 6 May 2020, from https://www.verywellfamily.com/how-does-breast-milk-taste-431548

What Does Breast Milk Taste Like? Smell, Texture, and More. (2017). Retrieved 6 May 2020, from https://www.healthline.com/health/what-does-breast-milk-taste-like

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Kandungan Susu Formula Menggantikan Manfaat ASI?

Kandungan susu formula tidak akan sama dengan ASI. Namun, apakah ada kandungan penting dalam susu formula yang bisa menggantikan manfaat ASI pada bayi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

10 Daftar Makanan untuk Membantu Meningkatkan Produksi ASI Ibu Menyusui

Demi meningkatkan produksi ASI selama menyusui, tidak sedikit ibu yang bertanya-tanya mengenai makanan pelancar ASI. Apa saja pilihan yang bisa membantu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 03/09/2019

Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Bikin ASI Terasa Pahit dan Bau?

Makanan memang dapat memengaruhi rasa dan aroma ASI. Bagaimana dengan jengkol? Bolehkah ibu menyusui makan jengkol? Akankah rasa dan aroma ASI berubah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Menyusui 03/07/2019

Tips Diet untuk Bayi dan Anak Dengan Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah disfungsi jantung yang paling banyak terjadi pada anak dan bayi. Berikut prinsip diet yang dapat mendukung pengobatannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nita Azka Nadhira, S.Gz

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
5 Tips Aman dan Nyaman Pompa ASI di Tempat Umum

5 Tips Aman dan Nyaman Pompa ASI di Tempat Umum

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020