Mengenal Proses Pembekuan Darah Secara Lengkap Saat Tubuh Terluka

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apa yang terjadi ketika kulit terluka, cedera, atau lecet? Sebagian besar luka akan mengeluarkan darah, apalagi jika luka yang cukup dalam. Supaya tidak banyak darah yang keluar, luka harus cepat diobati dan ditangani. Meski begitu, tahukah Anda jika tubuh memiliki cara sendiri untuk mengobati luka tersebut? Ya, ketika Anda luka, maka tubuh akan langsung melakukan respon untuk membekukan darah. Hal ini membuat luka Anda cepat sembuh dan mencegah darah keluar. Penasaran bagaimana tubuh bisa membekukan darah? Begini proses pembekuan darah yang terjadi.

Bagaimana proses pembekuan darah terjadi?

Proses Pembekuan darah di dalam tubuh disebut dengan proses koagulasi. Proses ini membuat darah yang tadinya berbentuk cair berubah jadi menggumpal dan membentuk gel. Proses ini penting untuk mencegah agar tubuh tidak kehilangan banyak darah saat terjadi luka atau cedera.

Saat terjadi perdarahan, entah itu sedikit atau banyak, tubuh Anda akan langsung memberikan sinyal ke otak untuk melakukan proses koagulasi. Dalam hal ini, bagian tubuh yang sangat diandalkan untuk bisa membekukan darah adalah trombosit (keping darah) dan protombin (protein dalam darah yang membuat darah menggumpal).

Jadi begini proses darah bisa membeku, menggumpal, hingga tidak terjadi perdarahan lagi.

  • Ketika luka terjadi dan mengeluarkan darah, maka itu tandanya pembuluh darah (endothelium) rusak. Nah, saat itu juga trombosit segera menempel pada pembuluh darah yang rusak itu dan membentuk sumbatan, sehingga bisa menghentikan darah yang keluar.
  • Di saat yang bersamaan trombosit akan merangsang protein dalam darah untuk membuat benang-benang halus yang disebut dengan fibrin. Benang fibrin ini akan bergabung dengan trombosit untuk memperkuat sumbatan.
  • Nah, saat jaringan kulit yang mengalami luka berangsur-angsur membaik, maka trombosit diambil kembali oleh darah. Sementara benang fibrin yang sebelumnya terbentuk pun akan hancur, sehingga tidak ada lagi sumbatan pada luka.

Ternyata, darah membeku tidak selalu baik

Meski memang diandalkan tubuh sebagai respon pertama ketika terjadinya cedera tapi proses pembekuan darah tak selamanya berdampak baik. Pasalnya, darah yang membeku bisa menimbulkan masalah kesehatan tertentu jika terjadi dalam kadar yang tidak normal.

Biasanya, dampak buruk dari pembekuan darah terjadi jika:

  • Trombosit menempel pada tempat yang bukan seharusnya (area luka atau cedera). Justru “bepergian” melalui pembuluh darah, hingga akhirnya menetap di pembuluh darah yang normal.
  • Trombosit  terbentuk terlalu banyak sehingga menghalangi pembuluh darah. Sebagian besar kasus ini berujung pada timbulnya serangan jantung, stroke, dan trombosis vena dalam.

Jika trombosit menggumpal di area artteri, yaitu pembuluh darah yang menyimpan banyak oksigen, maka banyak bagian tubuh yang akan mengalami kekurangan oksigen. Sementara bila trombosit menggumpal di pembuluh darah vena, yaitu pembuluh balik, kondisi ini akan membuat aliran darah tidak lancar kemudian memengaruhi fungsi jantung dan organ sekitarnya.

Jika terjadi proses yang tidak normal pada pembekuan darah, kapan harus ke dokter?

Mendiagnosis sendiri saat terjadi proses koagulasi yang tidak normal memang cukup sulit. Anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa hal, seperti napas mendadak pendek; adanya rasa tekanan pada dada; kesulitan dalam bernapas, melihat, dan berbicara, dilansir dari Healthline.

Biasanya, langkah pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan USG pembuluh darah (USG dopler). Tes ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pembuluh darah Anda, yang akan mempermudah dokter dalam membuat diagnosis.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca