Mengenal Proses Pembekuan Darah Secara Lengkap Saat Tubuh Terluka

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/04/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Apa yang terjadi ketika kulit terluka, cedera, atau lecet? Sebagian besar luka akan mengeluarkan darah, apalagi jika luka yang cukup dalam. Supaya tidak banyak darah yang keluar, luka harus cepat diobati dan ditangani. Meski begitu, tahukah Anda jika tubuh memiliki cara sendiri untuk mengobati luka tersebut? Ya, ketika Anda luka, maka tubuh akan langsung melakukan respon untuk membekukan darah. Hal ini membuat luka Anda cepat sembuh dan mencegah darah keluar. Penasaran bagaimana tubuh bisa membekukan darah? Begini proses pembekuan darah yang terjadi.

Bagaimana proses pembekuan darah terjadi?

Proses Pembekuan darah di dalam tubuh disebut dengan proses koagulasi. Proses ini membuat darah yang tadinya berbentuk cair berubah jadi menggumpal dan membentuk gel. Proses ini penting untuk mencegah agar tubuh tidak kehilangan banyak darah saat terjadi luka atau cedera.

Saat terjadi perdarahan, entah itu sedikit atau banyak, tubuh Anda akan langsung memberikan sinyal ke otak untuk melakukan proses koagulasi. Dalam hal ini, bagian tubuh yang sangat diandalkan untuk bisa membekukan darah adalah trombosit (keping darah) dan protombin (protein dalam darah yang membuat darah menggumpal).

Jadi begini proses darah bisa membeku, menggumpal, hingga tidak terjadi perdarahan lagi.

  • Ketika luka terjadi dan mengeluarkan darah, maka itu tandanya pembuluh darah (endothelium) rusak. Nah, saat itu juga trombosit segera menempel pada pembuluh darah yang rusak itu dan membentuk sumbatan, sehingga bisa menghentikan darah yang keluar.
  • Di saat yang bersamaan trombosit akan merangsang protein dalam darah untuk membuat benang-benang halus yang disebut dengan fibrin. Benang fibrin ini akan bergabung dengan trombosit untuk memperkuat sumbatan.
  • Nah, saat jaringan kulit yang mengalami luka berangsur-angsur membaik, maka trombosit diambil kembali oleh darah. Sementara benang fibrin yang sebelumnya terbentuk pun akan hancur, sehingga tidak ada lagi sumbatan pada luka.

Ternyata, darah membeku tidak selalu baik

Meski memang diandalkan tubuh sebagai respon pertama ketika terjadinya cedera tapi proses pembekuan darah tak selamanya berdampak baik. Pasalnya, darah yang membeku bisa menimbulkan masalah kesehatan tertentu jika terjadi dalam kadar yang tidak normal.

Biasanya, dampak buruk dari pembekuan darah terjadi jika:

  • Trombosit menempel pada tempat yang bukan seharusnya (area luka atau cedera). Justru “bepergian” melalui pembuluh darah, hingga akhirnya menetap di pembuluh darah yang normal.
  • Trombosit  terbentuk terlalu banyak sehingga menghalangi pembuluh darah. Sebagian besar kasus ini berujung pada timbulnya serangan jantung, stroke, dan trombosis vena dalam.

Jika trombosit menggumpal di area artteri, yaitu pembuluh darah yang menyimpan banyak oksigen, maka banyak bagian tubuh yang akan mengalami kekurangan oksigen. Sementara bila trombosit menggumpal di pembuluh darah vena, yaitu pembuluh balik, kondisi ini akan membuat aliran darah tidak lancar kemudian memengaruhi fungsi jantung dan organ sekitarnya.

Jika terjadi proses yang tidak normal pada pembekuan darah, kapan harus ke dokter?

Mendiagnosis sendiri saat terjadi proses koagulasi yang tidak normal memang cukup sulit. Anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa hal, seperti napas mendadak pendek; adanya rasa tekanan pada dada; kesulitan dalam bernapas, melihat, dan berbicara, dilansir dari Healthline.

Biasanya, langkah pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan USG pembuluh darah (USG dopler). Tes ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pembuluh darah Anda, yang akan mempermudah dokter dalam membuat diagnosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca