Ablasi Endometrium, Tindakan Medis untuk Mengatasi Haid Berkepanjangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/09/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menstruasi yang berat dengan perdarahan berkepanjangan, tentu membuat Anda tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu dari dokter atau menggunakan KB spiral. Namun, jika obat itu tidak ampuh, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan ablasi endometrium.

Sebenarnya, apa sih, ablasi endometrium itu? Apakah ada efek sampingnya jika melakukan tindakan medis ini?

Apa itu ablasi endometrium?

Ablasi endometrium adalah pengangkatan jaringan yang melapisi rahim (endometrium) dengan tujuan mengurangi atau menghentikan aliran perdarahan menstruasi yang berat.

Ablasi endometrial adalah salah satu jenis pengobatan yang efektif untuk menghentikan perdarahan rahim yang tidak normal, tapi bukan disebabkan oleh kanker. Sementara jika perdarahan rahim terjadi akibat adanya sel kanker, tindakan ini tidak cukup bisa menghentikan dan mengatasinya.

Biasanya, pengobatan ini akan dilakukan ketika perdarahan masih muncul meski sudah minum obat dari dokter atau memasang KB spiral.

Seorang wanita dikatakan mengalami perdarahan rahim yang abnormal jika memiliki:

Pada beberapa wanita, aliran darah menstruasi dapat berhenti sepenuhnya. Sementara yang lainnya, tindakan ini hanya mengurangi jumlah perdarahan.

Apakah semua wanita boleh melakukan ablasi endometrium?

Meski begitu, tidak semua wanita yang mengalami haid berat dan berkepanjangan dianjurkan untuk melakukan ablasi endometrium.

Prosedur ini tidak disarankan untuk wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil. Karena ablasi endometrium dapat membuat kehamilan menjadi lebih sulit.

Ablasi endometrium tidak dianjurkan untuk wanita yang mengalami:

  • sudah melewati menopause
  • infeksi pada vagina atau leher rahim
  • kanker uterus atau servik
  • bekas luka operasi caesar
  • menggunakan IUD
  • gangguan rahim
  • penyakit radang panggul
  • dinding rahim yang lemah

Bagaimana prosedur ablasi endometrium?

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan mengambil sampel lapisan rahim untuk diuji, apakah ada kemungkinan sel kanker tumbuh.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan visual rahim, yaitu dengan alat ultrasound, sebelum prosedur. Hal ini untuk melihat, apakah di dalam rahim terdapat polip atau tumor jinak yang menyebabkan haid berkepanjangan.

Selain itu dokter juga akan memastikan bahwa Anda sedang tidak dalam keadaan hamil dan tidak menggunakan KB spiral.

Selanjutnya, dokter akan memasukkan alat tipis melalui serviks hingga ke dalam rahim. Langkah selanjutnya, akan tergantung dengan jenis ablasi yang akan dilakukan.

Berikut jenis ablasi yang umum dilakukan, antara lain.

Pembekuan (cryoablation)

Sebuah alat khusus yang suhunya memang diatur sangat dingin dimasukkan ke dalam rahim. Dari suhu yang sangat dingin tersebut, akan membuat lapisan rahim atau endometrium meluruh.

Terapi balon panas

Alat khusus yang telah ditambahkan balon di ujungnya dimasukkan ke dalam rahim. Kemudian, adanya cairan panas yang mengisi balon, membuat balon itu mengembang dan memecah lapisan uterus. Prosedur ini biasanya berlangsung dari 2-12 menit.

Hidrotermal

Dokter akan dengan lembut memompa cairan ke dalam rahim, lalu memanaskannya. Setelah 10 menit, ini akan menghancurkan lapisan rahim.

Gelombang radio

Dokter akan memasukkan jaring listrik ke rahim Anda dan melebarkannya. Kemudian energi dan panas yang dikirim oleh gelombang radio yang kuat merusak lapisan, lalu dokter akan singkirkan dengan penyedotan dalam satu hingga dua menit.

Microwave

Tongkat khusus yang dimasukkan menggunakan energi gelombang mikro ke lapisan rahim Anda untuk menghancurkan lapisan rahim Anda. Prosedur ini membutuhkan waktu 3-5 menit.

Listrik

Prosedur ini membutuhkan anestesi umum, dengan menggunakan alat yang disebut resectoscope dan alat yang dipanaskan untuk melihat dan mengangkat jaringan rahim. Namun, prosedur ini tidak umum digunakan seperti yang lain.

Efek samping dari ablasi endometrium

Kemungkinan efek samping yang mungkin terjadi antara lain:

  • keputihan yang berbau busuk
  • demam
  • panas dingin
  • kram atau sakit perut
  • perdarahan yang banyak dan terus-menerus, lebih dari 2 hari setelah prosedur
  • sulitan buang air kecil

Jika Anda mengalami gejala tersebut menjalani prosedur ablasi endometrium, segera cari bantuan medis mengurangi risiko infeksi dan komplikasi lainnya.

Adakah komplikasinya?

Ablasi endometrium bukan prosedur yang berisiko tinggi, tetapi tetap ada kemungkinan kecil mengalami komplikasi. Berikut beberapa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi.

  • Perforasi rahim
  • Kerusakan pada serviks, vagina, vulva atau usus akibat dari aplikasi panas atau dingin selama prosedur
  • Infeksi, perdarahan, dan luka bakar ke rahim atau usus.
  • Dalam kasus yang sangat jarang, cairan yang digunakan untuk memperluas rahim selama prosedur dapat diserap ke dalam aliran darah, yang menyebabkan cairan di paru-paru (edema paru).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mengatasi Mentruasi yang Berlebihan Agar Tak Mengganggu Aktivitas

Membiarkan darah haid terus mengalir deras tanpa diobati bisa membahayakan kesehatan. Berikut cara mengatasi menstruasi berlebihan dari dokter dan di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 31/07/2019 . Waktu baca 7 menit

Apakah Bahaya Jika Darah Haid yang Keluar Sedikit (Hipomenorea)?

Kondisi saat Anda mendapati bahwa darah menstruasi yang dikeluarkan sedikit atau hipomenorea memang tidak berbahaya. Namun, tetap perlu Anda waspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 18/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/04/2019 . Waktu baca 12 menit

Serba-serbi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) yang Penting Diketahui Wanita

Tak seperti haid, ovulasi umumnya tak menyebabkan nyeri. Namun, sebagian wanita mengalaminya. Kondisi ini disebut mittelschmerz. Berikut berbagai faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 31/03/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Obat alami pelancar haid

Haid Tidak Teratur? Berikut Daftar Pelancar Haid Alami yang Patut Dicoba

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020 . Waktu baca 4 menit
haid setelah aborsi

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 07/09/2019 . Waktu baca 4 menit
ruptur uteri rahim robek

Semua Hal Seputar Ruptur Uteri, Komplikasi Saat Melahirkan Karena Rahim Robek

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2019 . Waktu baca 12 menit