4 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Telinga Berair

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/09/2018 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Telinga berair adalah salah satu masalah telinga yang paling sering dialami banyak orang. Masalah ini umumnya disebabkan oleh cairan kotoran telinga yang dibiarkan menumpuk. Namun di sisi lain, telinga berair juga bisa disebabkan oleh masalah yang lebih serius sehingga perlu penanganan khusus dari dokter. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

Macam-macam penyebab telinga berair, dari yang ringan sampai perlu cek ke dokter

1. Kemasukan air setelah mandi atau berenang

manfaat berenang

Ini adalah penyebab telinga berair yang paling umum. Ketika mandi atau berenang, air bisa saja ikut mengalir ke dalam liang telinga dan mengisi ruang kosong di telinga tengah yang seharusnya hanya terisi oleh udara.

Meski sepele, telinga yang kemasukan air tidak boleh dibiarkan terus berlama-lama. Air yang terperangkap di dalamnya lambat laun menciptakan lingkungan lembap yang cocok bagi kembang biak bakteri dan jamur penyebab infeksi telinga.

Solusinya, miringkan kepala sehingga bagian luar telinga Anda menghadap bahu dan goyang-goyangkan kepala sampai air bisa keluar. Jika tidak berhasil, tahan kepala masih dalam posisi miring, tarik pelan cuping telinga Anda yang kemasukan air dan goyangkan terus. Coba berbagai trik ampuh lainnya untuk mengatasi telinga kemasukan air.

2. Infeksi telinga tengah

kena infeksi telinga dewasa

Telinga kemasukan air yang dibiarkan terus bisa menyebabkan infeksi telinga tengah, atau otitis media.  Infeksi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang hidung, tenggorokan, dan sinus. Misalnya pilek atau flu yang tidak sembuh-sembuh.

Saat Anda terserang pilek atau flu, ingus yang dihasilkan oleh sinus dapat mengalir balik ke saluran eustaschius (saluran penghubung hidung dan telinga) dan menumpuk di belakang gendang telinga yang seharusnya hanya terisi oleh udara.

Gejala umumnya berupa demam, hidung tersumbat, telinga terasa nyeri atau penuh, sakit kepala, masalah pendengaran, dan keluarnya cairan dari telinga (cairan kuning, bening, atau berdarah).

3. Infeksi telinga luar (Swimmer’s ear)

efek infeksi telinga tengah

Jika Anda perenang atau hobi berenang, infeksi “swimmer’s ear” alias infeksi telinga luar atau otitis eksterna adalah masalah telinga yang harus Anda waspadai. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah telinga yang kemasukan air.

Kondisi dalam telinga yang lembap karena air dapat meningkatkan risiko bakteri dan virus berkembang biak sehingga menyebabkan peradangan. Istilah swimmer’s ear sendiri muncul karena kondisi ini memang lebih sering dialami oleh orang-orang yang sering berenang dan membiarkan telinga mereka sering basah dan lembap.

Beberapa tanda dan gejala dari infeksi telinga swimmer’s ear antara lain bagian luar telinga yang membengkak kemerahan dan terasa panas, terasa nyeri atau tidak nyaman, gatal pada lubang telinga, hingga keluarnya cairan atau nanah sehingga telinga terasa seperti terus-terusan berair.

4. Trauma

triase gawat darurat

Selain infeksi bakteri atau virus, telinga berair juga bisa menjadi akibat dari trauma fisik. Misalnya, ketika Anda membersihkan telinga pakai cotton bud dan mendorong stiknya terlalu dalam hingga menusuk gendang telinga. Hal ini bisa membuat gendang telinga pecah atau robek sehingga cairan di dalamnya merembes keluar.

Selain itu, kecelakaan yang menyebabkan cedera kepala juga bisa membuat cairan serebrospinal bocor dan keluar dari telinga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Macam Pengobatan untuk Memulihkan Otitis Eksterna Secara Medis

Demi menghentikan perkembangan bakteri penyebab infeksi, dokter biasanya menyarankan berbagai pengobatan medis untuk mengatasi otitis eksterna. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/07/2019 . 4 menit baca

Menggunakan Penutup Telinga untuk Tidur, Aman Tidak, Ya?

Menggunakan penutup telinga bisa jadi salah satu cara untuk dapat tidur nyenyak. Namun, amankah jika sering digunakan? Apa saja dampak yang mungkin muncul?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2019 . 3 menit baca

3 Pengobatan Alami untuk Mengatasi Infeksi Telinga Perenang (Otitis Eksterna)

Telinga yang kemasukan air bisa menyebabkan infeksi berupa otitis eksterna atau swimmer's ear. Adakah pengobatan alami untuk mengatasi otitis eksterna ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2019 . 4 menit baca

Headset vs. Headphone, Mana yang Lebih Baik untuk Digunakan?

Walaupun sama-sama untuk mendengarkan musik, ternyata ada perbedaan agar tahu mana yang lebih baik diantara headphone atau headset.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . 5 menit baca
gangguan pendengaran karena cacar air

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2019 . 4 menit baca
merawat telinga memakai headset

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 01/09/2019 . 4 menit baca
telinga kemasukan air

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Telinga Kemasukan Air

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/08/2019 . 4 menit baca