Makin Bertambah Umur Anda, Akan Makin Sering Anda Jatuh Kepeleset

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Semua orang pernah jatuh setidaknya sekali seumur hidup, entah itu gara-gara terpeleset menginjak lantai yang basah habis dipel atau meleng tersandung lubang di aspal jalanan. Walau jatuh kepeleset biasa dikaitkan dengan keteledoran anak kecil, ternyata saat kita beranjak tua, peluang sering jatuh justru makin berlipat ganda. Yang lebih mengkhawatirkannya lagi, proses ini bahkan sudah dimulai sekitar usia 25 tahun makin memburuk setelah 40 tahun.

Waduh! Apa alasannya, ya?

Apa saja yang mempengaruhi keseimbangan tubuh manusia?

Tubuh manusia pada dasarnya diciptakan tidak stabil. Ini terkait dengan postur dan tinggi badan. Mempertahankan posisi tegak dan melaju bergerak dari satu tempat ke tempat sambil tetap seimbang adalah sebuah kerja keras tanpa henti bagi tubuh. Keberhasilan kita berjalan mulus tanpa terjatuh, tergantung pada kesehatan fisik dan peleburan kerja sistem yang berbeda dalam tubuh kita.

Agar kita dapat mempertahankan keseimbangan, ada tiga sistem utama yang berperan menyediakan berbagai informasi sensorik mengenai kondisi tubuh, gravitasi, dan juga situasi lingkungan sekitar. Tiga sistem ini adalah visual (mata), vestibular (telinga), dan somotosensori (reaksi umpan balik dari persendian organ penggerak tubuh). Demi menjaga keseimbangan tubuh, otak harus cepat tanggap dalam menyatupadukan, mengolah, dan menyimpan semua informasi sensorik dari ketiga sistem tersebut, dan ini terus menerus dilakukan tanpa henti. Proses bawah sadar ini kemudian menciptakan respons motorik dan sistem otot yang terprogram berdasarkan pengalaman untuk membentuk pola pergerakan kita sehari-hari.

Jatuh terjadi ketika tubuh dan otak kewalahan memproses tuntutan untuk mempertahankan posturnya. Jatuh dapat terjadi ketika pola pergerakan tubuh Anda jadi terganggu atau berubah tiba-tiba akibat bahaya yang tak terduga — misalnya ketika tersandung kerikil. Atau, jatuh bisa terjadi saat keselarasan rangka tubuh Anda mengalami kekacauan dan upaya Anda untuk memperbaikinya tertunda, tidak memadai, atau tidak akurat — misalnya ketika Anda didorong dari belakang oleh teman yang usil.

Ternyata, peluang sering jatuh akan lebih sering terjadi saat usia lanjut — dan ini bukan cuma soal keteledoran.

Kenapa orang tua lebih sering jatuh?

Hal ini dibuktikan oleh tim peneliti dari Massachusetts Eye and Ear Hospital dalam percobaan yang melibatkan 105 orang berusia 18-80 tahun. Setelah para peserta mengikuti beragam tes fisik dan uji keseimbangan, hasil studi melaporkan bahwa ambang batas toleransi minimum dari sistem vestibular pada orang-orang berusia 40 tahun ke atas meningkat secara drastis.

Sistem ventribular adalah sistem kompleks di telinga bagian dalam yang berfungsi layaknya navigator GPS, guna mendeteksi orientasi tubuh dalam ruangan berdasarkan gerakan dan posisi kepala, seperti saat kita sedang duduk, berdiri, tidur, dan lain sebagainya. Sistem inilah yang kemudian berkolaborasi dengan otak dan mata untuk mengatur keseimbangan, koordinasi, serta kontrol pergerakan tubuh. Umumnya, semakin rendah ambang batas vestibular seseorang, tubuh akan semakin baik dalam menjaga keseimbangannya. Dengan demikian, jika sistem ini rusak atau ambang batasnya meningkat, kita akan terlihat seperti orang mabuk, goyah sempoyongan dan mudah jatuh.

Seiring bertambahnya usia, proses bawah sadar demi menjaga keseimbangan tubuh mungkin tidak bekerja dengan baik atau tidak secepat seperti dulu. Dengan kata lain, ketajaman kognitif otak Anda menumpul. Akibatnya, upaya mempertahankan keseimbangan mungkin membutuhkan konsentrasi mental yang lebih besar lagi, yang efeknya terbukti melelahkan. Kognitif otak yang menurun juga dapat membatasi kemampuan Anda untuk multitasking. Ini sebabnya Anda mungkin menyadari kalau orang-orang tua sering mendadak berhenti berjalan saat sedang bicara — yang mencerminkan kesulitan ini.

Selain itu, penuaan juga membuat kualitas informasi sensorik yang disediakan oleh ketiga sistem keseimbangan tubuh Anda jadi menurun. Penglihatan memburuk, ditambah dengan mata yang rentan cahaya silau dan persepsi kedalaman dimensi visual yang miskin. Hal ini dapat menyebabkan Anda keliru menafsirkan letak lantai, atau salah mengira jarak, sehingga membuat Anda mudah jatuh.

Umpan balik somotosensori normal dari persendian Anda ke otak juga ikut berkurang karena fleksibilitas juga menurun seiring usia menua. Penyakit kronis di persendian penahan berat (pinggul dan lutut), seperti artritis, dapat menyebabkan error penempatan kaki. Sementara itu, pola gerak kaki yang tidak selaras, kaki yang terasa sakit, dan/atau kebiasaan memakai sepatu berkualitas buruk dapat membuat otak salah menilai sinyal informasi tentang karakteristik kontak Anda dengan tanah ketika Anda berjalan.

Kenapa ada juga anak muda yang sering jatuh?

Semua perubahan tubuh yang berkaitan dengan penuaan tentu akan meningkatkan peluang sering jatuh. Tapi jangan salah, perubahan tubuh alami ini bisa terjadi lebih cepat pada orang-orang dewasa muda yang terjebak gaya hidup sedentari, alias malas gerak.

Hidup serba mager alias malas gerak, lama kelamaan menyebabkan penurunan kekuatan fisik dan kepadatan tulang, sehingga keseimbangan tubuh lebih mudah goyah. Kelemahan tubuh ini juga membuat kita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bangkit dari jatuh. Lagi-lagi ini dikarenakan oleh penurunan fungsi otak, akibat kurangnya aktivitas fisik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Saat nonton film horor atau berada di tempat yang sangat tinggi, kulit bisa merinding ketakutan. Nah, ini dia penjelasan kenapa tubuh bereaksi seperti itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca