Kenali Berbagai Penyebab Kanker Testis yang Wajib Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker testis merupakan salah satu jenis kanker yang tidak umum dan biasanya terjadi pada pria berusia 15-35 tahun. Walaupun jarang terjadi, kanker testis dapat diterapi dengan operasi dan kemoterapi. Supaya dapat mengurangi risiko penyakit ini, kenali dahulu apa saja penyebab kanker testis. 

Berbagai penyebab kanker testis

Meski hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan secara gamblang mengenai penyebab dari kanker, terdapat beberapa hal yang mungkin dapat memicunya.

Menurut American Cancer Society ada beberapa kondisi yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker pada testis Anda. Apa saja kondisi tersebut?

1. Faktor genetik

perbedaan pendapat dalam keluarga

Salah satu penyebab kanker testis yang paling besar adalah faktor genetik atau biasa disebut dengan riwayat keluarga.

Pria yang memiliki ayah atau saudara kandung yang menderita kanker testis, biasanya memiliki risiko yang lebih besar untuk kena kanker testis, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat oenyakit ini di anggota keluarganya. 

Hal ini berarti juga berkaitan dengan DNA yang ada dalam keluarga. Biasanya, DNA yang bermasalah di dalam tubuh dapat mengakibatkan sel-sel sehat menjadi rusak.

Sekalipun rusak, sel-sel tersebut nyatanya tidak lantas mati. Sel itu malah akan terus tumbuh sehingga membuat jumlah sel yang berada di dalam tubuh jadi berlebihan jumlahnya.

Pertumbuhan yang berlebihan inilah yang bisa mengganggu testis seorang pria. Tidak menutup kemungkinan juga pertumbuhan abnormal ini dapat menyerang anggota tubuh lainnya. 

Apabila Anda mencurigai adanya kemungkinan terkena kanker ini, apalagi jika Anda memiliki keluarga yang kena penyakit serupa, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih awal. 

2. Testis yang tidak turun (kriptorkismus)

gondongan di testis penyebab pria tidak subur

Selain faktor genetik, penyebab yang mungkin dapat memicu risiko terjadinya kanker testis adalah kriptorkismus atau testis yang tidak turun

Testis yang tidak turun adalah sebuah kondisi ketika salah satu atau kedua testis tidak turun dari perut menuju ke skrotum. Sekitar 3% anak laki-laki mendapati testis mereka tidak turun.

Dalam beberapa kasus, terdapat testis yang turun ke skrotum, namun salah satunya tetap tertinggal di selangkangan. 

Jika setelah anak laki-laki menginjak umur satu tahun dan testisnya tidak kunjung turun, cobalah periksakan anak Anda ke dokter. Dokter akan menganjurkan Anda menjalani operasi orchiopexy untuk memindahkan testis ke skrotum. 

Pria yang memiliki riwayat penyakit testis tidak turun lebih berisiko terkena kanker testis. Meski begitu, risiko ini dapat dikurangi apabila orchiopexy dilakukan pada masa anak-anak.

Belum ada data yang menjelaskan bahwa orchiopexy yang dilakukan pada usia dewasa dapat membantu mengurangi risiko kanker testis.

3. Masalah kesuburan

infeksi saluran urogenital

Seorang laki-laki yang memiliki masalah kesuburan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk terkena kanker testis, dibandingkan mereka yang tidak.

Hal ini ditandai dengan sperma yang bermasalah, seperti kekentalan sperma atau sperma yang tak bergerak seperti biasanya (jika dilihat secara mikroskopis).

Hal ini dikarenakan testis merupakan tempat penghasil sperma. Apabila kualitas sperma buruk, tentu penyebabnya adalah gangguan di testis itu sendiri. 

Namun, bukan berarti mereka yang memiliki masalah kesuburan pasti akan kena kanker testis. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti hubungan antara keduanya. 

Berbagai penyebab kanker testis yang telah disebutkan sebenarnya merupakan beberapa kondisi yang mendukung pertumbuhan sel kanker pada testis.

Belum ada penelitian yang benar-benar menjelaskan apa penyebab langsung terjadinya kanker testis. Jika Anda merasa khawatir dengan kesehatan testis dan organ kelamin Anda, konsultasikan ke dokter untuk mendapat kepastian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Katanya, Kopi Itu Bisa Picu Kanker, Mitos Atau Fakta?

Ada desas-desus yang mengatakan jika kopi pemicu kanker. Bagi Anda penikmat kopi, jangan panik dulu. Ketahui kebenarannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Hati, Health Centers 02/04/2019 . Waktu baca 3 menit

Kanker Kelenjar Ludah

Kanker kelenjar ludah paling umum menyerang parotid. Kondisi ini bisa disembuhkan jika dideteksi sedini mungkin. Apa saja gejala kanker kelenjar air liur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 11/12/2018 . Waktu baca 10 menit

Kanker Tonsil (Kanker Amandel)

Kanker tonsil adalah satu jenis kanker yang dimulai di sel-sel tonsil (amandel), yaitu dua bantalan berbentuk oval di belakang mulut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 11/12/2018 . Waktu baca 7 menit

Alkaptonuria

%%title%% adalah penyakit keturunan langka. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apa saja tanda-tandanya? Temukan jawabannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 05/12/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

insomnia penyakit keturunan

Penelitian Menemukan Insomnia Bisa Menurun dalam Keluarga, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/11/2019 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah kanker tenggorokan

6 Cara Mencegah Kanker Tenggorokan Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22/10/2019 . Waktu baca 7 menit
buta warna penyakit keturunan

Apakah Buta Warna Itu Penyakit Keturunan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 09/08/2019 . Waktu baca 4 menit
pola asuh orangtua memengaruhi anak

Sering Memiliki Kemiripan, Ini 4 Hal yang Diwariskan Oleh Orangtua ke Anaknya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2019 . Waktu baca 5 menit