Berbagai Penyebab Cegukan dari yang Ringan Hingga Parah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cegukan adalah kondisi yang dapat dialami oleh semua kalagan usia. Bahkan, bayi juga bisa cegukan dalam kandungan. Meski seringnya kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, cegukan juga bisa jadi tanda kalau Anda mengalami masalah medis yang serius. Cari tahu berbagai penyebab cegukan dari yang umum hingga serius di sini.

Apa itu cegukan?

Cegukan adalah suara yang disebabkan oleh kontraksi diafragma. Diafragma sendiri adalah otot rangka berbentuk kubah yang terletak di antara paru-paru dan perut. Ketika Anda menarik napas, otot rangka ini akan mengencang jadi lebih datar untuk memudahkan oksigen mengalir masuk ke paru-paru. Kemudian saat Anda mengembuskan napas, otot-otot tersebut akan mulai mengendur kembali seperti bentuk kubah, sehingga memudahkan udara keluar dari paru-paru menuju mulut dan hidung.

Apabila ada sesuatu yang mengganggu kinerja otot diafragma, hal itu bisa menyebabkan spasme. Spasme adalah kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba tanpa sadar. Kontraksi otot ini dapat mengisap udara ke paru-paru, dan masuknya udara dengan cepat membuat epiglottis menutup.

Epiglottis adalah flap jaringan pada tenggorokan yang menutup saat kita menelan untuk mencegah makanan, minuman, atau air liur terisap ke paru-paru. Penutupan epiglotis yang mendadak inilah yang menyebabkan suara ‘hik’ saat cegukan.

Apa saja penyebab cegukan?

Faktanya, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab cegukan. Beberapa penyebab cegukan yang paling umum meliputi:

  • Makan terlalu banyak atau terlalu cepat
  • Merasa gugup atau bersemangat
  • Minum minuman bersoda
  • Minum alkohol dalam jumlah yang banyak
  • Stres
  • Perubahan suhu yang tiba-tiba
  • Menelan udara ketika mengunyah permen karet atau mengisap permen

Cegukan biasanya bersifat sementara dan akan cepat hilang dalam kurun waktu beberapa menit. Namun dalam kasus tertentu, cegukan bisa bertahan lama atau bahkan terus-terusan. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada saraf yang terhubung ke diafragma.

Hal sepele seperti sakit tenggorokan ternyata dapat memengaruhi saraf yang terhubung dengan diafragma dan pada akhirnya memicu cegukan. Dalam kasus yang lebih serius, adanya tumor, gondok, atau kista yang muncul di sekitar leher juga bisa jadi penyebab cegukan.

Cegukan yang berlangsung terus-terusan juga bisa terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat akibat ensefalitis, meningitis, atau gangguan metabolisme seperti diabetes dan gagal ginjal.

Obat-obatan seperti steroid dan obat penenang bisa memicu cegukan jangka panjang juga. Tak hanya itu, prosedur tertentu, terutama yang membutuhkan anestesi, ternyata juga dapat menyebabkan Anda mengalami cegukan.

Kapan harus ke dokter?

Jika sudah cegukan selama lebih dari 2 hari bahkan hingga membuat Anda sulit untuk makan, bernapas, atau tidur, segera konsultasi ke dokter untuk mencari pertolongan medis.

Anda juga harus berkonsultasi ke dokter jika mengalami sakit perut, demam, sesak napas, muntah, atau batuk darah akibat cegukan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca