Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Waktu liburan seharusnya dimanfaatkan dengan baik untuk bisa merehatkan ataupun mengembalikan kebugaran tubuh. Namun, adakalanya Anda justru rentan terkena berbagai penyakit saat liburan. Penyakit apa saja? Simak jawabannya berikut ini.

Penyakit yang rentan menyerang saat liburan

Tentu menyebalkan jika Anda harus menderita penyakit tertentu saat liburan. Momen yang seharusnya menyenangkan, justru bisa membuat Anda uring-uringan.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai penyebab penyakit sekaligus faktor risikonya yang berpotensi memberi dampak negatif bagi kesehatan Anda.

Berikut adalah lima jenis penyakit yang kerap menyerang tubuh saat bepergian.

1. Diare

Diare merupakan penyakit saat liburan yang paling sering menyerang turis yang datang dari wilayah berbeda.

Menurut Dr. Stephen Berger dari pusat data penyakit GIDEON, sebanyak 40% orang yang bepergian akan terpapar bakteri E. coli yang merupakan penyebab dari penyakit diare.

Bakteri E. coli biasanya terdapat dalam makanan dan minuman yang diolah dengan tidak higienis.

Saat mengalami diare pada waktu traveling, perut Anda akan terasa kembung, mual, dan sulit berhenti untuk buang air besar hingga akhirnya dehidrasi.

Jika Anda bepergian ke tempat yang memiliki perbedaan suhu dengan tempat asal Anda, serta diperparah dengan kondisi sanitasi setempat yang buruk, Anda akan lebih berisiko terkena penyakit ini.

Untuk mengatasi penyakit diare saat bepergian jauh, sebaiknya berhati-hati dengan setiap makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Selain itu, Anda juga perlu untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan.

2. Malaria

Malaria merupakan salah satu penyakit saat liburan yang paling berbahaya yang disebarkan oleh nyamuk Anopheles. Nyamuk ini umumnya berkeliaran dalam waktu tertentu, yaitu mulai dari tebenamnya matahari hingga fajar.

Penyakit ini biasanya telah lebih dulu membahayakan penduduk asli, sehingga turis yang datang ke wilayah endemik sangat berisiko tertular penyakit ini.

Jika tergigit nyamuk penyebab malaria, Anda dapat mengalami masalah kesehatan yang mirip dengan gejala flu, seperti tubuh menggigil, mual, dan demam tinggi.

Jika hendak bepergian ke wilayah endemik malaria, Anda sebaiknya mengonsumsi pil obat malaria sebelum, selama, dan setelah bepergian untuk menghindari penyakit ini.

Konsultasikan hal ini ke dokter untuk mengetahui upaya pencegahan terbaik seperti apa yang perlu Anda lakukan.

3. Flu

Penularan virus penyebab influenza sangat sulit untuk dihindari. Namun, influenza umumnya menyebar pada musim-musim tertentu.

Misalnya, di wilayah bumi bagian barat virus ini menyebar pada bulan-bulan yang suhunya lebih dingin. Akan tetapi, di wilayah tropis, penyebaran virus bisa berlangsung sepanjang tahun.

Sangat dianjurkan bagi Anda untuk membawa persediaan obat flu, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Hal ini bertujuan untuk mengatasi gangguan kesehatan yang muncul seperti demam, hidung tersumbat, nyeri sendi, dan kelelahan.

Penularan penyakit saat liburan bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin flu. Vaksin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk membangun antibodi di dalam tubuh.

Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan vaksin dari jauh-jauh hari sebelum bepergian.

4. Demam berdarah

Penyakit saat liburan lainnya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk adalah demam berdarah. Nyamuk pembawa virus bisa menginfeksi tubuh. Saat terinfeksi, Anda bisa merasakan gejala yang parah atau bahkan tidak bergejala sama sekali.

Namun, demam berdarah yang menjangkit turis dapat menganggu perjalanan karena bisa membutuhkan rawat inap.

Apabila Anda mengalami gejala demam berdarah, seperti demam tinggi, kelumpuhan, dan mimisan saat liburan Anda bisa menggunakan obat acetaminophen sebagai langkah penanganan darurat.

Setelahnya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

5. Hepatitis A

Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Virus tersebut dapat menginfeksi hati dan menyebabkan peradangan.

Akibatnya, Anda dapat mengalami sejumlah gangguan kesehatan, seperti demam, nyeri perut, mual dan muntah, kelelahan, atau muncul penyakit kuning.

Penyakit ini biasanya ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi virus. Peluang untuk Anda terinfeksi HAV akan sangat besar jika Anda bepergian ke wilayah yang mengalami wabah hepatitis A.

Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Untuk menyembuhkan penyakit saat liburan yang satu ini, Anda perlu memperbanyak istirahat dan memenuhi asupan cairan dan nutrisi.

Tentu Anda tidak ingin rencana liburan Anda berantakan karena dihabiskan hanya untuk beristirahat, bukan? Oleh sebab itu, sebelum pergi Anda diwajibkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis A guna melindungi tubuh dari serangan penyakit saat liburan ini.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 16, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca