Penyakit Kuru, Penyakit Langka Karena Makan Otak Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Jika selama ini Anda mungkin sudah biasa makan gulai otak sapi di rumah makan Padang, pernahkah penasaran untuk mencicip seperti apa rasa otak manusia? Untuk tahu jawabannya, Anda bisa saja bertanya pada orang-orang suku Fore di Papua Nugini.

    Suku Fore generasi terdahulu pernah punya tradisi untuk memakan jasad orang yang baru saja meninggal di upacara pemakamannya. Tradisi kanibalisme ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang semasa hidupnya. Pria makan daging almarhum, sementara perempuan, lansia, dan anak-anak kebagian jatah otaknya.

    Saat ini, tradisi makan otak manusia tidak lagi dilakukan oleh mereka karena ada sejarah pilu di baliknya. Dari 11 ribu total jiwa penduduk suku Fore, lebih dari 200 orang meninggal selama tahun 1950 sampai 1960-an akibat penyakit Kuru setelah makan otak manusia.

    Apa itu penyakit kuru?

    Penyakit Kuru adalah penyakit langka mematikan yang menyerang sistem saraf dan bersifat progresif, alias terus berkembang seiring waktu.

    Penyakit Kuru termasuk ke dalam golongan penyakit transmissible spongiform encephalopathies (TSE) yang menyerang otak kecil, yaitu bagian otak bertanggung jawab dalam koordinasi dan keseimbangan. Golongan penyakit TSE juga mencakup penyakit sapi gila.

    Nama “kuru” itu sendiri berasal dari bahasa lokal Fore yang artinya “mati gemetar” atau “mati menggigil”.

    Apa penyebab penyakit Kuru?

    Tidak seperti kebanyakan infeksi lainnya, penyakit Kuru tidak disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit asing. Penyebabnya adalah molekul protein aneh bernama prion yang terkandung alami dalam otak manusia. Itu kenapa penyakit ini juga sering disebut penyakit prion.

    Meski prion secara alami diproduksi di semua otak mamalia, protein ini dapat mengubah diri dan menggumpal ketika otak tersebut tak lagi berfungsi.

    Ketika Anda memakan otak bangkai manusia, prion yang masuk ke dalam tubuh Anda akan bertindak seperti virus yang menyerang jaringan sehat. Prion akan menyerang Anda, si inang yang baru, dengan cara membuat lubang seperti spons di otak Anda. Sering kali ini menyebabkan gangguan koordinasi tubuh dan kerusakan yang mematikan.

    Apa saja gejala penyakit Kuru?

    Gejala penyakit Kuru bisa tampak mirip seperi gejala gangguan sistem saraf yang lebih umum, seperti penyakit Parkinson atau stroke.

    Gejala awalnya termasuk kesulitan berjalan, kehilangan kontrol dan koordinasi atas anggota tubuh, melakukan gerakan menyentak yang tidak disadari (mirip kejang atau kedutan), insomnia, kebingungan, sakit kepala parah, dan masalah memori. Lambat laun Anda juga akan kehilangan kontrol atas emosi dan perilaku, yang mengarah ke tanda-tanda psikosis, depresi, dan perubahan kepribadian. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kekurangan gizi.

    Gejala lainnya termasuk:

    • Sulit menelan.
    • Bicara cadel atau kurang jelas.
    • Mood mudah berubah.
    • Demensia.
    • Otot kedutan dan tremor.
    • Tidak bisa menggapai benda.

    Penyakit kuru terjadi dalam tiga tahap yang biasanya dimulai lebih dulu oleh sakit kepala dan nyeri sendi. Lambat laun, penderita akan kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Ia akan sulit menyeimbangkan dan mempertahankan postur tubuh. Keluhan tubuh gemetaran, tremor, kejang atau kedutan, hingga gerakan spontan yang tidak bisa diprediksi mulai muncul di tahap kedua.

    Pada tahap ketiga, orang dengan kuru biasanya akan terbaring di tempat tidur dan mengompol. Ia akan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Ia juga mungkin menunjukkan demensia atau perubahan perilaku yang membuatnya tidak memedulikan kesehatannya.

    Kelaparan dan kekurangan gizi biasanya terjadi pada tahap ketiga karena kesulitan makan dan menelan. Dalam setahun, Anda sudah tidak bisa lagi bangkit berdiri dari lantai, makan sendiri, atau mengontrol seluruh fungsi tubuh. Penyakit ini biasanya berujung pada kematian selama beberapa bulan sampai beberapa tahun. Kebanyakan orang akhirnya mati karena pneumonia (penyakit infeksi paru).

    Adakah pengobatan untuk penyakit Kuru?

    Tidak ada pengobatan yang dikenal sukses untuk penyakit kuru. Prion tidak mudah dihancurkan. Otak yang terkontaminasi dengan prion tetap menular bahkan ketika diawetkan dalam formalin selama bertahun-tahun.

    Cara utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghentikan praktik kanibalisme. Meski demikian, kasus baru Kuru terus bermunculan bertahun-tahun bahkan setelah adat istiadat kanibalistik ini sudah dihentikan lebih dari 50 tahun yang lalu.

    Ini karena prion bisa memakan waktu puluhan tahun untuk berinkubasi dalam tubuh inang yang baru sampai dapat menunjukkan efek nyatanya. Rekor medis mencatat bahwa waktu antara paparan infeksi prion pertama sampai kemunculan gejalanya bisa berjarak hingga 30 tahun. Catatan medis melaporkan orang terakhir yang meninggal akibat Kuru wafat pada tahun 2009, tapi tidak sampai akhir 2012-lah epidemi mengerikan ini resmi dinyatakan punah.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

    Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Ensefalopati Uremikum

    Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Diabetes Insipidus

    Diabetes insipidus adalah kelainan yang dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil bertambah dan rasa haus yang berlebihan. Apa obatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

    5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    detak jantung tidak beraturan penyebab lebih cepat

    Detak Jantung Tidak Teratur, Ini yang Harus Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    manfaat efek musik pada otak

    5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit