Penyakit Kuru, Penyakit Langka Karena Makan Otak Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/07/2018 . 5 menit baca
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Jika selama ini Anda mungkin sudah biasa makan gulai otak sapi di rumah makan Padang, pernahkah penasaran untuk mencicip seperti apa rasa otak manusia? Untuk tahu jawabannya, Anda bisa saja bertanya pada orang-orang suku Fore di Papua Nugini.

Suku Fore generasi terdahulu pernah punya tradisi untuk memakan jasad orang yang baru saja meninggal di upacara pemakamannya. Tradisi kanibalisme ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang semasa hidupnya. Pria makan daging almarhum, sementara perempuan, lansia, dan anak-anak kebagian jatah otaknya.

Saat ini, tradisi makan otak manusia tidak lagi dilakukan oleh mereka karena ada sejarah pilu di baliknya. Dari 11 ribu total jiwa penduduk suku Fore, lebih dari 200 orang meninggal selama tahun 1950 sampai 1960-an akibat penyakit Kuru setelah makan otak manusia.

Apa itu penyakit kuru?

Penyakit Kuru adalah penyakit langka mematikan yang menyerang sistem saraf dan bersifat progresif, alias terus berkembang seiring waktu.

Penyakit Kuru termasuk ke dalam golongan penyakit transmissible spongiform encephalopathies (TSE) yang menyerang otak kecil, yaitu bagian otak bertanggung jawab dalam koordinasi dan keseimbangan. Golongan penyakit TSE juga mencakup penyakit sapi gila.

Nama “kuru” itu sendiri berasal dari bahasa lokal Fore yang artinya “mati gemetar” atau “mati menggigil”.

Apa penyebab penyakit Kuru?

Tidak seperti kebanyakan infeksi lainnya, penyakit Kuru tidak disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit asing. Penyebabnya adalah molekul protein aneh bernama prion yang terkandung alami dalam otak manusia. Itu kenapa penyakit ini juga sering disebut penyakit prion.

Meski prion secara alami diproduksi di semua otak mamalia, protein ini dapat mengubah diri dan menggumpal ketika otak tersebut tak lagi berfungsi.

Ketika Anda memakan otak bangkai manusia, prion yang masuk ke dalam tubuh Anda akan bertindak seperti virus yang menyerang jaringan sehat. Prion akan menyerang Anda, si inang yang baru, dengan cara membuat lubang seperti spons di otak Anda. Sering kali ini menyebabkan gangguan koordinasi tubuh dan kerusakan yang mematikan.

Apa saja gejala penyakit Kuru?

Gejala penyakit Kuru bisa tampak mirip seperi gejala gangguan sistem saraf yang lebih umum, seperti penyakit Parkinson atau stroke.

Gejala awalnya termasuk kesulitan berjalan, kehilangan kontrol dan koordinasi atas anggota tubuh, melakukan gerakan menyentak yang tidak disadari (mirip kejang atau kedutan), insomnia, kebingungan, sakit kepala parah, dan masalah memori. Lambat laun Anda juga akan kehilangan kontrol atas emosi dan perilaku, yang mengarah ke tanda-tanda psikosis, depresi, dan perubahan kepribadian. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kekurangan gizi.

Gejala lainnya termasuk:

  • Sulit menelan.
  • Bicara cadel atau kurang jelas.
  • Mood mudah berubah.
  • Demensia.
  • Otot kedutan dan tremor.
  • Tidak bisa menggapai benda.

Penyakit kuru terjadi dalam tiga tahap yang biasanya dimulai lebih dulu oleh sakit kepala dan nyeri sendi. Lambat laun, penderita akan kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Ia akan sulit menyeimbangkan dan mempertahankan postur tubuh. Keluhan tubuh gemetaran, tremor, kejang atau kedutan, hingga gerakan spontan yang tidak bisa diprediksi mulai muncul di tahap kedua.

Pada tahap ketiga, orang dengan kuru biasanya akan terbaring di tempat tidur dan mengompol. Ia akan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Ia juga mungkin menunjukkan demensia atau perubahan perilaku yang membuatnya tidak memedulikan kesehatannya.

Kelaparan dan kekurangan gizi biasanya terjadi pada tahap ketiga karena kesulitan makan dan menelan. Dalam setahun, Anda sudah tidak bisa lagi bangkit berdiri dari lantai, makan sendiri, atau mengontrol seluruh fungsi tubuh. Penyakit ini biasanya berujung pada kematian selama beberapa bulan sampai beberapa tahun. Kebanyakan orang akhirnya mati karena pneumonia (penyakit infeksi paru).

Adakah pengobatan untuk penyakit Kuru?

Tidak ada pengobatan yang dikenal sukses untuk penyakit kuru. Prion tidak mudah dihancurkan. Otak yang terkontaminasi dengan prion tetap menular bahkan ketika diawetkan dalam formalin selama bertahun-tahun.

Cara utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghentikan praktik kanibalisme. Meski demikian, kasus baru Kuru terus bermunculan bertahun-tahun bahkan setelah adat istiadat kanibalistik ini sudah dihentikan lebih dari 50 tahun yang lalu.

Ini karena prion bisa memakan waktu puluhan tahun untuk berinkubasi dalam tubuh inang yang baru sampai dapat menunjukkan efek nyatanya. Rekor medis mencatat bahwa waktu antara paparan infeksi prion pertama sampai kemunculan gejalanya bisa berjarak hingga 30 tahun. Catatan medis melaporkan orang terakhir yang meninggal akibat Kuru wafat pada tahun 2009, tapi tidak sampai akhir 2012-lah epidemi mengerikan ini resmi dinyatakan punah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020 . 4 menit baca

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . 1 menit baca

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Mengetahui perbedaan demensia dengan delirium dan depresi sejak dini, akan membantu proses penanganan yang tepat. Berikut penjelasannya.

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Kesehatan A-Z, Perawatan Lansia 09/03/2020 . 6 menit baca

Benarkah Pil KB Bisa Mengubah Bentuk Otak?

Akhir tahun ini, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pil KB bisa mengubah bentuk otak. Benarkah demikian dan apa saja dampak yang mungkin muncul?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kontrasepsi, Seks & Asmara 23/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
imajinasi berkurang saat tua

Semakin Tua Seseorang, Kemampuan Imajinasinya Akan Semakin Berkurang

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 4 menit baca
buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 menit baca
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 4 menit baca