EVALI, Penyakit Infeksi Paru yang Mengintai Pengguna Rokok Elektrik

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020
Bagikan sekarang

Pada akhir tahun 2019, seorang remaja asal Texas, Amerika Serikat, meninggal karena masalah paru-paru kronis akibat penggunaan rokok elektrik atau vaping. Kondisi medis tersebut kini lebih dikenal sebagai penyakit EVALI atau e-cigarette or vaping used-associated lung injury

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lengkap apa penyakit yang mengintai perokok elektrik ini. 

Apa itu penyakit EVALI?

Kanker paru

EVALI sebenarnya merupakan singkatan dari e-cigarette or vaping used-associated lung injury dan dulu lebih dikenal sebagai VAPI (vaping pulmonary illness). 

Penyakit akibat rokok elektrik ini kemudian diubah menjadi EVALI terkait peningkatan kasus karena rokok elektrik seperti yang dilansir dari laman American Lung Association.

Pada awalnya, infeksi paru-paru ini ditemukan pada tahun 2019 setelah dinas kesehatan seluruh Amerika Serikat bekerja sama untuk mengidentifikasi infeksi paru-paru yang muncul pada orang sehat.

Seiring dengan berjalannya waktu dan sejumlah penelitian terus dilakukan, para dokter dan peneliti menemukan satu kesamaan dari beberapa pasien. Mereka menggunakan rokok elektrik dan vaping baru-baru ini. 

Oleh karena itu, EVALI disebut-sebut sebagai penyakit paru-paru yang mengintai para pengguna rokok elektrik dan vape

Penyebab penyakit EVALI

vaping saat puasa

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, penyabab penyakit EVALI bisa terjadi adalah penggunaan rokok elektrik dan vape

Para peneliti berpendapat bahwa vitamin E asetat, yaitu zat aditif dalam rokok elektrik yang mengandung THC adalah penyebab utama. THC (tetrahydrocannabinol) adalah zat aktif yang biasanya ditemukan pada tanaman ganja. 

Di Amerika Serikat, penggunaan THC sering dikaitkan dengan masalah pernapasan yang dapat menyebabkan radang paru-paru. Maka itu, sangat disarankan untuk menghindari senyawa aktif ini.

rokok elektrik menyebabkan kanker

Walaupun demikian, vitamin E asetat bukan penyebab satu-satunya mengapa infeksi paru bisa terjadi. Hal ini dibuktikan melalui laporan dari CDC. Mereka mencoba menganalisis cairan bronchoalveolar lavage (BAL) dari beberapa pasien sehat. 

Selanjutnya, cairan tersebut dibandingkan dengan cairan BAL milik orang yang sehat. Hasilnya, vitamin E asetat ditemukan pada cairan BAL pada 48 dari 51 pasien EVALI. Sedangkan, zat yang sama tidak ditemukan pada orang yang sehat. 

Sebenarnya, selain vitamin E asetat, masih terdapat zat lainnya yang ada pada rokok elektrik dan perlu dilihat apakah bisa meningkatkan risiko infeksi paru-paru ini. Maka itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat penyebab dari penyakit EVALI ini. 

Bagaimana penyakit EVALI didiagnosis?

hipertensi paru

Sampai saat ini, belum ada tes atau diagnosa khusus untuk penyakit EVALI. Normalnya, diagnosis yang dilakukan sama seperti penyakit pernapasan lainnya. Hal ini dikarenakan gejala yang ditimbulkan infeksi paru-paru ini pun hampir mirip, seperti:

  • Sesak napas
  • Demam dan menggigil kedinginan
  • Batuk
  • Muntah dan diare
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada dan detak jantung menjadi cepat

Apabila Anda merasakan gejala tersebut dan langsung berkonsultasi dengan dokter, biasanya mereka akan melihat apakah Anda memiliki riwayat menghisap rokok elektrik. Setelah itu, Anda akan menjalani rontgen dada atau CT scan

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat apakah terdapat bintik-bintik halus pada paru-paru Anda. Dengan begitu, dokter dapat mengidentifikasi apakah paru-paru Anda sudah mengalami kerusakan jaringan atau belum. 

Cara mengobati penyakit EVALI

minum antibiotik

EVALI merupakan jenis penyakit paru-paru yang cukup baru, sehingga masih diperlukan penelitian dan percobaan untuk mencari tahu apa pengobatan yang efektif. 

Menurut American Lung Association, pada beberapa kasus yang dilaporkan, sekitar 96% pasien yang menderia kondisi kronis ini membutuhkan perawatan rawat inap. 

Selain itu, jenis perawatannya pun tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Selain itu, penggunaan obat primer, seperti antibiotik, antivirus, dan kortikosteroid pun dipakai untuk melawan peradangan di paru-paru. 

Jika paparan EVALI sudah sangat parah, pasien akan diharuskan untuk berobat rawat inap dengan fasilitas ventilator. Hal ini dikarenakan kemungkinan besar mereka akan kesulitan untuk bernapas dengan tubuh sendiri. 

Bahkan, pasien dengan gejala yang tidak begitu parah pun membutuhkan oksigen tambahan selama perawatan berlangsung. 

Bagi Anda yang mungkin ingin menghindari kecanduan nikotin rokok biasa dengan menggunakan rokok elektrik atau vaping, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

Hal ini dikarenakan terdapat penyakit EVALI yang mengintai para pengguna rokok elektrik dan vaping, sehingga berhenti dari berbagai jenis rokok mungkin adalah pilihan tepat.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

American Lung Association. (2019). E-cigarette or Vaping Used-associated Lung Injury. Retrieved 20 January 2020, from https://www.lung.org/lung-health-and-diseases/lung-disease-lookup/evali/index.html

Centers for Disease Control and Prevention. (2019). New cases in outbreak of cigarette, or vaping, product use-associated lung injury (EVALI) on decline. Retrieved 20 January 2020, from https://www.cdc.gov/media/releases/2019/p1220-cases-EVALI.html

WebMD. (2020). Texas Teen, 15, Youngest to Die From Vaping. Retrieved 20 January 2020, from https://www.webmd.com/lung/news/20200110/texas-teen-15-youngest-to-die-from-vaping 

Yale Medicine. (2020). E-cigarette or vaping product use-associated lung injury (EVALI). Retrieved 20 January 2020, from https://www.yalemedicine.org/conditions/evali/

Yang juga perlu Anda baca

Silikosis

Silikosis adalah berlebihannya materi silika di dalam paru yang biasanya disebabkan oleh yang pekerjaan berhubungan dengan batu dan mineral. Bahayakah ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah penebalan dinding saluran napas akibat adanya infkesi. Seberapa berbahayakah kondisi ini? Pengobatan apa saja yang bisa digunakan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

Setelah Tahu 7 Bahaya Vape Ini, Apa Masih Tetap Mau Vaping?

Karena dianggap lebih aman, banyak orang menggunakan vape untuk berhenti merokok. Padahal bahaya vape atau rokok elektrik hampir sama dengan rokok tembakau.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Waspada Maternal Pneumonia, Lebih dari Sekadar Batuk-Batuk Saat Hamil

Jika Anda belakangan sering batuk saat hamil, jangan langsung sepelekan. Apabila disertai sesak napas yang parah, bisa jadi ini tanda infeksi pneumonia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna

Direkomendasikan untuk Anda

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020
Gambaran Kondisi Paru-paru Pasien Terinfeksi COVID-19

Gambaran Kondisi Paru-paru Pasien Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020
Daftar Kandungan Berbahaya Dalam Liquid Vape yang Merusak Kesehatan

Daftar Kandungan Berbahaya Dalam Liquid Vape yang Merusak Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
Tak Lebih Baik dari Rokok, Vape Juga Memengaruhi Performa Seks Anda

Tak Lebih Baik dari Rokok, Vape Juga Memengaruhi Performa Seks Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/08/2019