4 Hal Tak Terduga yang Bisa Memengaruhi Tingkat Kesadaran Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/01/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Kesadaran adalah kondisi ketika Anda mampu merasa, tahu, dan mengerti tentang keadaan diri Anda sendiri. Berdasarkan definisi medis, tingkat kesadaran yang normal diartikan ketika seseorang dalam keadaan terjaga dan responsif terhadap rangsangan. Entah itu rangsangan sentuhan, cahaya, atau suara. Seseorang juga dikatakan sadar jika mereka tahu di mana dirinya berada, siapa dirinya, dan waktu saat itu.

Hal-hal yang memengaruhi kesadaran

Pada dasarnya segala hal yang dapat mengganggu fungsi kerja otak akan memberikan pengaruh yang signifikan pada tingkat kesadaran Anda. Hal ini karena otak Anda memiliki fungsi untuk menjaga kesadaran.

Nah, fungsi otak sendiri dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa di antaranya seperti:

1. Makanan dan minuman

Faktanya, ada banyak zat dalam makanan atau minuman yang dapat memengaruhi senyawa kimia di dalam otak. Zat-zat ini dapat membantu mempertahankan atau justru malah menurunkan kesadaran Anda.

Sebagai contoh, kafein. Minuman seperti kopi, teh, soda, cokelat, dan minuman berenergi mengandung kafein yang dapat meningkatkan aktivitas otak. Alhasil, minuman tersebut bisa membuat Anda lebih terjaga.

Sementara jenis minuman yang dapat menurunkan kesadaran adalah alkohol. Alkohol merupakan zat yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat, yaitu saraf yang bertugas dalam menjalankan berbagai fungsi tubuh yang penting. Minum minuman beralkohol secara berlebihan dikaitkan dengan gejala kesulitan berpikir seperti linglung, pikiran tidak logis, dan tidak bisa mengambil keputusan.

Dalam jangka panjang, efek alkohol juga bisa mengganggu kesehatan dan fungsi otak yang lebih serius.

2. Obat tertentu

Ternyata, kesadaran seseorang juga dipengaruhi oleh obat-obatan yang dikonsumsi. Ya, obat-obatan seperti pain killer dan obat penenang dapat menurunkan kesadaran dan membuat Anda mengantuk. Tak heran jika setelah pasien minum obat tersebut dokter melarang mereka untuk berkendara atau menjalankan mesin sementara waktu

3. Kadar glukosa dalam tubuh

Salah satu kunci ampuh agar tingkat kesadaran Anda selalu berada pada level yang normal adalah dengan memenuhi asupan oksigen dan glukosa yang cukup. Kenapa harus oksigen dan glukosa?

Jawabannya karena otak Anda membutuhkan oksigen untuk metabolisme glukosa (gula darah). Kedua proses tersebut memberikan energi pada sel-sel yang ada di tubuh Anda, sehingga Anda lebih awas dan terjaga.

4. Kondisi tertentu

Kondisi tertentu yang merusak sel-sel otak juga dapat memengaruhi kesadaran Anda. Ya, beberapa kondisi seperti stroke atau cedera di bagian kepala yang parah dapat membuat tingkat kesadaran Anda jadi menurun.

Selain itu, adanya pembengkakan atau perdarahan di jaringan otak juga bisa menyebabkan kesadaran Anda menurun. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka seseorang bisa menyebabkan koma. Koma sendiri merupakan penurunan kesadaran yang paling berat.

Tingkatan penurunan kesadaran dalam medis

Tingkat kesadaran yang abnormal menggambarkan keadaan di mana seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif atau tidak responsif terhadap rangsangan. Sebagian besar kondisi medis yang serius atau bahkan mengancam jiwa dapat merusak otak dan memengaruhi tingkat kesadaran pasien.

Seringkali, tingkat kesadaran yang berubah-ubah dapat memburuk dengan cepat dari satu tahap ke tahap berikutnya. Akibatnya, seseorang membutuhkan diagnosis yang tepat waktu serta perawatan yang cepat.

Berikut beberapa tahapan-tahapan yang akan dilalui sampai seseorang sebelum ia benar-benar tidak sadarkan diri.

  • Kebingungan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang sulit untuk berpikir jernih dan membuat keputusan. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya lebih sering berbicara melantur atau tidak nyambung.
  • Delirium. Delirium adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan kebingungan akut yang disertai dengan gangguan perilaku. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang sulit berpikir, tidur, hiperaktif (agitasi), hipoaktivtias (apatis), halusinasi, dan delusi.
  • Lethargy. Lethargy adalah penurunan kesadaran yang ditandai dengan rasa kantuk parah, lemas, lesu, dan tidak bertenaga, sehingga kesulitan untuk melakukan aktivitas. Kondisi ini memengaruhi kemampuan berpikir dan emosi seseorang.
  • Stupor. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak bisa merespons rangsangan apapun, kecuali rasa sakit. Pada tahap ini seseorang sudah dianggap tidak sadarkan diri, namun masih bisa memberikan sedikit respon ketika dicubit tangannya atau disinari matanya.
  • Koma. Koma merupakan kondisi ketika seseorang sudah tidak bisa lagi memberikan respon terhadap rangsangan apapun, termasuk nyeri. Koma tidak sama dengan meninggal. Orang yang mengalami koma sebenarnya masih hidup, namun mereka tidak dapat bergerak, berpikir, atau merespon kondisi lingkungan.

Cara mengukur tingkat kesadaran

Glasgow Coma Scale atau yang lebih dikenal dengan sebutan GCS adalah salah satu metode penilaian yang paling umum digunakan para dokter untuk mengukur tingkat kesadaran seseorang. GCS memiliki metode penilaian yang terbilang sederhana.

Namun, jangan salah. Dari awal pertama kali ditemukan hingga sekarang, metode satu ini dinilai tetap efektif dan objektif untuk menilai tingkat kesadaran seseorang. Biasanya dokter menggunakan penilaian GCS pada orang yang baru mengalami cedera kepala akut atau terkena berbagai kondisi gawat darurat medis, seperti stroke iskemik, abses otak, keracunan, cedera fisik menyeluruh, hingga koma non-traumatik.

Metode penilaian GCS akan mengamati respon mata, kemampuan bicara, serta gerakan tubuh orang-orang yang mengalami berbagai kondisi tersebut. Meski dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesadaran seseorang, penilaian CGS tidak bisa dipakai untuk mencari tahu kenapa seseorang bisa mengalami penurunan kesadaran atau bahkan koma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Mimisan Tanpa Sebab Jelas? Mungkin Anda Sedang Stres

Udara kering atau kebiasaan mengupil terlalu keras bisa membuat hidung mimisan. Namun, tahukah Anda kalau mimisan juga bisa karena stres berkepanjangan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/06/2019 . 3 mins read

Kepala Kliyengan Seperti Terasa Melayang? Mungkin Ini 5 Penyebabnya

Pernahkan Anda merasakan sensasi seolah kepala terasa melayang bahkan hingga ingin terjatuh alias kliyengan? Bisa jadi, ini beberapa penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/05/2019 . 4 mins read

Pusing Setelah Makan Kepiting? Hati-hati, Bisa Jadi Ini Gejala Alergi

Ada banyak orang yang mengeluhkan pusing setelah makan kepiting. Jika Anda termasuk yang mengalaminya, mungkin ini dia penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Oskadon

Oskadon adalah obat untuk meredakan sakit kepala dan rasa nyeri lainnya. Cari tahu dosis, efek samping, serta interaksi obat Oskadon di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 05/03/2019 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

kepala pusing saat puasa

4 Penyebab Kepala Anda Pusing Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . 3 mins read
mengatasi pusing saat pilek

Bagaimana Cara Mengatasi Pusing Saat Pilek?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 27/12/2019 . 4 mins read
pusing naik lift

Kenapa Saya Merasa Pusing Saat Naik Lift?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10/12/2019 . 4 mins read
mencegah pingsan angkutan umum

Cegah Pingsan Meski Berjejalan di Angkutan Umum dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/08/2019 . 4 mins read