Pengaruh Kebahagiaan dengan Kesehatan Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
Bagikan sekarang

Bahagia dianggap sebagai emosi terbaik yang pernah dirasakan oleh manusia. Ketika seseorang sedang bahagia, tubuh akan mengeluarkan hormon dopamin yang akan membuat perasaan menjadi lebih baik.Namun, tahukah Anda bahwa pengaruh kebahagiaan tidak hanya dapat memperbaiki suasana hati tapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan?

Apa pengaruh kebahagiaan untuk tubuh?

jenis kebahagiaan

Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat kebahagiaan seseorang juga memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan tubuh.

Hal tersebut bukanlah tanpa alasan. Berbagai hormon yang dikeluarkan saat rasa senang atau bahagia akan muncul dan memberi efek yang membuat sel-sel di dalam tubuh bekerja lebih baik.

Beberapa hormon tersebut di antaranya adalah:

  • Dopamin. Hormon dopamin sendiri tak hanya bisa membuat Anda merasa lebih baik. Hormon dopamin juga berfungsi sebagai neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem kerja otak. Sensasi menyenangkan yang dihasilkan oleh hormon dopamin akan mendorong otak untuk lebih fokus dan bantu meningkatkan fungsi motorik tubuh.
  • Serotonin. Serupa dengan hormon dopamin, hormon serotonin yang sekaligus berperan sebagai neurotransmitter bantu mengatur suasana hati serta mempengaruhi waktu tidur, nafsu makan, serta kemampuan otak dalam menyimpan memori.
  • Endorfin. Hormon ini merupakan penghilang rasa sakit alami yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Anda dapat meningkatkan hormon ini ketika sedang melakukan hal-hal yang membuat perhatian Anda terpusat dan membuat Anda senang seperti makan dan berolahraga.
  • Oksitosin. Dikenal juga sebagai hormon cinta, oksitosin biasanya diproduksi tubuh ketika seseorang sedang melakukan aktivitas yang menunjukkan kasih sayang seperti berpelukan, berciuman, dan berhubungan seks. Biasanya perempuan memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi daripada pria.

Selain itu, kebahagiaan juga diikuti dengan efek yang disebut positive affect (PA). Beberapa penelitian pernah melakukan pengamatan terhadap efek yang diberikan dari positive affect terhadap tingkat kesehatan para pesertanya.

Penelitian umumnya dilakukan dengan memberi berbagai pertanyaan yang terkait dengan keadaan emosional peserta dan seberapa lama mereka merasakan emosi tersebut.

Hal tersebut bertujuan untuk melihat apakah pengalaman emosional peserta dapat memengaruhi munculnya berbagai kondisi penyakit.

Positive affect tinggi berisiko lebih rendah terhadap penyakit jantung

penyakit jantung rematik

Ternyata dari berbagai penelitian tersebut, jantung merupakan organ yang paling sering terpengaruh.

Penelitian juga membuahkan hasil bahwa peserta yang memiliki positive affect lebih tinggi memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung dan stroke.

Bahkan positive affect pun berpengaruh terhadap kerentanan seseorang terhadap virus yang menyebabkan penyakit seperti flu.

Sebagai contoh, peserta dengan kadar PA lebih rendah sebelum terpapar virus lebih banyak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Sedangkan peserta dengan PA lebih tinggi memiliki lebih banyak resistensi terhadap virus.

Hal ini turut diperlihatkan pada penelitian lain yang memberikan vaksin pencegah hepatitis B terhadap 81 mahasiswa yang menjadi pesertanya.

Mahasiswa yang lebih bahagia memiliki respons antibodi hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang kurang bahagia.

Hasil tersebut menggambarkan bahwa kebahagiaan mungkin saja dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Belum diketahui pasti bagaimana hubungan keduanya. Namun kemungkinannya, kebahagiaan memberi pengaruh pada aktivitas poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) sebagai pengatur sistem imunitas tubuh dan pengendalian stres agar bekerja lebih baik.

Berbagai cara agar lebih merasa bahagia

senyum bikin bahagia

Emosi memang dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh Anda. Dalam hal ini, lebih sering merasa bahagia ternyata akan membuat harapan hidup Anda juga menjadi lebih tinggi.

Sesungguhnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika ingin merasa lebih bahagia.

Bergerak lebih aktif dengan menyisakan waktu untuk berolahraga, menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, meditasi, serta makan makanan yang bergizi bisa membangkitkan hormon-hormon bahagia.

Namun, kebahagiaan sesungguhnya juga berasal dari emosi yang dirasakan oleh diri sendiri. Terkadang, kebahagiaan juga bisa didapatkan dari pengaruh-pengaruh kecil sesepele bercengkrama dan bersenda gurau dengan orang-orang di sekitar.

Yang perlu diingat adalah lebih berfokus terhadap hal-hal yang membuat Anda merasa senang.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Happy Hormones: What They Are and How to Boost Them. (2019). Retrieved 13 March 2020, from https://www.healthline.com/health/happy-hormone

How Being Happy Makes You Healthier. (2017). Retrieved 13 March 2020, from https://www.healthline.com/nutrition/happiness-and-health#section2

The Health Benefits of Happiness. (2019). Retrieved 13 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/between-cultures/201910/the-health-benefits-happiness

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cinta Pertama Itu Sulit untuk Dilupakan?

Anda salah satu orang yang sulit move on dan melupakan cinta pertama? Sebenarnya, apa, sih, yang membuat cinta pertama itu sangat berkesan di hati?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena

Pahami 7 Jenis Emosi Dasar yang Ternyata Punya Fungsi Masing-masing

Berbagai Emosi yang Anda alami ternyata sangat penting perannya dalam kehidupan; bagi diri Anda dan juga orang lain. Sebenarnya, apa saja jenis emosi itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Ngotot Mengejar Kebahagiaan Justru Bikin Anda Tidak Bahagia

Tentu tidak ada salahnya untuk mencoba bahagia. Namun, jika terlalu memaksakan diri, Anda justru akan semakin menjauh dari kebahagiaan itu sendiri.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Ingin Merasa Lebih Bahagia? Yuk, Contek 5 Kebiasaan Harian Ini

Terkadang kebahagiaan tidak datang begitu saja dan perlu diusahakan. Yuk, mulai praktikkan lima kebiasaan ini setiap hari agar lebih bahagia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Sebetulnya, Apakah Anak Punya Ukuran Kebahagian Tersendiri?

Sebetulnya, Apakah Anak Punya Ukuran Kebahagian Tersendiri?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020
Mengenal Jenis-jenis Kebahagiaan, Tak Melulu Soal Materi

Mengenal Jenis-jenis Kebahagiaan, Tak Melulu Soal Materi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Anda Jadi Tidak Produktif Saat Patah Hati

Ternyata, Ini Alasan Mengapa Anda Jadi Tidak Produktif Saat Patah Hati

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2019