Penyakit Parkinson, Berbahaya Tidak, Ya?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/09/2019
Bagikan sekarang

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan saraf adalah penyakit Parkinson. Penyakit ini mungkin lebih sering ditemukan pada lansia. Namun, tahukah Anda jika penyakit ini bisa menyerang siapa saja di usia berapapun? Lalu apakah Parkinson adalah penyakit yang berbahaya?  Simak penjelasan saya berikut ini.

Mengenal lebih ‘dekat’ dengan parkinson, salah satu penyakit kelainan saraf

Parkinson adalah penyakit kelainan saraf yang sifatnya progresif. Artinya, penyakit ini akan berkembang dan menjadi semakin berat seiring berjalannya waktu. Biasanya, saat penderita Parkinson bertambah usia, bertambah pula tingkat perburukan dari penyakit Parkinson yang dideritanya.

Parkinson sering kali dianggap penyakit yang berbahaya. Tetapi, penyakit ini pada prinsipnya disebabkan oleh satu hal. Penyebab dari penyakit Parkinson adalah terjadinya ketidak seimbangan zat kimia pada otak, yaitu jumlah dopamin yang lebih rendah dibandingkan asetilkolin.

Normalnya, jumlah dopamin dan asetilkolin di dalam otak adalah sama atau seimbang. Namun, pada penderita Parkinson, jumlah dopamin lebih rendah dibanding asetilkolin, sehingga terjadi ketidak seimbangan yang menjadi pemicu dari penyakit ini.

Parkinson biasanya ditandai dengan sekumpulan gejala yang disebut dengan TRAP. TRAP adalah singkatan dari tremor atau tangan gemetar, rigiditas atau kekakuan, akinesia atau gerakan melambat, dan postural imbalance atau kehilangan keseimbangan.

Namun, bukan berarti jika seseorang mengalami salah satu dari gejala tersebut, orang tersebut sudah pasti mengalami Parkinson, yaitu penyakit yang dianggap bahaya ini. Pasalnya, jika gejala-gejala tersebut muncul bukan karena adanya ketidak seimbangan, maka tidak bisa disebut sebagai penyakit Parkinson.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit parkinson

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa Parkinson adalah penyakit keturunan. Maka, saat seseorang menderita penyakit yang dianggap berbahaya ini, belum tentu keturunannya akan mengalami penyakit Parkinson juga.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, kadar dopamin pada otak memang menjadi satu-satunya pemicu timbulnya Parkinson. Namun, kadar dopamin yang lebih rendah dari takaran normalnya dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kondisi substantia nigra, yaitu otak bagian tengah tempat dopamin diproduksi. Jika substantia nigra rusak, maka produksi dopamin akan terganggu.

Kerusakan substantia nigra bisa terjadi karena beberapa hal berikut.

  • Bawaan lahir, atau otak bagian tengah tidak berkembang dengan baik.
  • Terjadi benturan di bagian kepala dan menyerang substantia nigra.
  • Stroke. Biasanya, kondisi pasca stroke menyebabkan gangguan aliran darah, sehingga pembuluh darah di bagian otak terganggu hingga merusak otak bagian tengah atau substantia nigra.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa penyakit Parkinson juga bisa menjadi akibat dari penyakit lain yang menyebabkan kerusakan substantia nigra. Jika seseorang sudah terserang penyakit ini, Parkinson yang disebut sebagai penyakit aging ini akan berkembang seiring bertambahnya usia penderita.

Selain itu, ada juga pengaruh gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini. Seringnya terpapar polusi, kebiasaan merokok dan makan makanan sembarangan dapat menyebabkan seseorang terpapar radikal bebas yang cukup tinggi, sehingga risiko terjadinya kerusakan otak pun meningkat. Kerusakan otak bisa terjadi pada bagian substantia nigra, sehingga kemungkinan adanya masalah produksi dopamin pun juga ikut meningkat.

Itulah sebabnya, lebih baik menjalani pola hidup sehat dan menghindari gaya hidup yang kurang sehat. Lalu, apakah penyakit Parkinson adalah penyakit yang berbahaya?

Parkinson termasuk penyakit yang berbahaya

Parkinson adalah penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi saat seseorang sudah menurun kualitas hidupnya, maka ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti yang dilakukan orang pada umumnya.

Misalnya, saat sehat, penderita bisa mengancingkan pakaiannnya sendiri. Sementara, saat terserang penyakit Parkinson, penderita bahkan kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Padahal, mengancingkan pakaian bukan perkara yang sulit. Apalagi jika dibandingkan dengan kegiatan sehari-hari lainnya seperti memasak dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Parkinson mungkin bisa dianggap berbahaya karena dapat berkembang seiring berjalannya waktu, dan perlahan-lahan ‘menggerogoti’ hidup penderitanya. Dalam arti, sedikit demi sedikit, penyakit ini akan semakin menghambat aktivitas hidup penderitanya. Karena penyakit ini bukan penyakit yang bisa disembuhkan, maka penderita Parkinson mau tidak mau akan mengalami penurunan kualitas hidup ini.

Selain itu, penyakit yang dianggap berbahaya ini juga bisa menyebabkan penyakit lain yaitu dementia Parkinson. Saat seseorang sudah menderita dementia Parkinson, maka tidak hanya gerak tubuhnya saja yang mengalami perubahan, namun juga menyerang memori dan menyebabkan adanya perubahan perilaku dan emosi.

Metode pengobatan penyakit parkinson yang bisa digunakan untuk menghambat perkembangannya

Meski Parkinson termasuk berbahaya karena tidak bisa disembuhkan dengan total, penyakit ini bisa dihambat dengan berbagai cara. Salah satunya adalah penggunaan obat-obatan. Fungsi obat-obatan ini memang bukan untuk menyembuhkan melainkan untuk menghambat perkembangannya saja. Obat-obatan yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

  • Agonis dopamine, yaitu jenis obat-obatan yang merangsang produksi dopamin di dalam otak.
  • Levodopa, yaitu obat yang mengandung dopamin itu sendiri
  • Obat kombinasi, yaitu kombinasi antara dopamin dengan zat lain yang dapat mencegah pemecahan dopamin sebelum sampai di otak. Zat-zat tersebut termasuk entakalpon dan benserazide yang biasanya digunakan dengan cara dicampur dengan dopamin dalam satu obat.
  • Anti oksidan dosis tinggi

Sementara, ada obat-obatan lain yang digunakan untuk mengatasi gejala TRAP. Biasanya, penggunaan obat ini disesuaikan dengan gejala yang dialami oleh masing-masing orang. Fungsi obat simtomatis ini juga untuk menghentikan masing-masing gejala.

Selain obat-obatan, ada pula metode pengobatan lain yang bisa dilakukan untuk menghambat Parkinson, penyakit yang bisa dianggap berbahaya ini. Metode ini disebut deep brain stimulator. Metode ini adalah sebuah prosedur operasi, di mana dalam otak penderita ditanamkan alat yang berfungsi untuk menstimulasi pembentukan dopamin dalam otak.

Kegiatan olahraga juga bisa dilakukan untuk membantu mengatasi gejala-gejala yang dialami oleh penderita Parkinson, seperti mencegah kekakuan, mencegah gerakan lambat, atau membantu mengatasi tremor. Namun, penderita hanya boleh melakukan kegiatan olahraga semampunya saja.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    dr. Zicky Yombana, Sp.S adalah seorang dokter spesialis saraf. Ia mengkhususkan diri pada pengobatan neurologi umum, neurovaskular ...

    Artikel dari ahli dr. Zicky Yombana, Sp.S

    Mengenal Gangguan Saraf dan Cara Pencegahannya

    Gangguan saraf bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Oleh karenanya, Anda harus tahu cara mencegah terjadinya gangguan saraf.

    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    mencegah gangguan saraf

    Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa?

    Salah satu gejala dari tumor otak adalah sakit kepala. Tapi, sakit kepala ini sering dianggap sakit kepala biasa. Memang, apa sih bedanya?

    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    sakit kepala tumor otak

    Peluang Sembuh dan Angka Harapan Hidup Kanker Otak

    Kanker otak adalah tumor ganas yang bersarang di dalam otak sehingga menyebabkan kematian. Lalu, apakah penderita kanker otak masih memiliki harapan hidup?

    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    harapan hidup kanker otak
    READ MORE FROM dr. Zicky Yombana, Sp.S

    Yang juga perlu Anda baca

    Tes Unik Ini Bisa Mendeteksi Gejala Penyakit Parkinson Sejak Dini

    Sekarang ini mungkin saja gejala Parkinson bisa diketahui sejak dini, bahkan 10 tahun sebelum terdiagnosis. Bagaimana caranya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    Progressive Supranuclear Palsy

    Progressive supranuclear palsy (PSP) adalah kelainan otak yang menyebabkan kesulitan berjalan serta mengganggu keseimbangan tubuh dan gerakan mata.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi

    Benarkah Obat Penurun Kolesterol Bisa Menyebabkan Penyakit Parkinson?

    Obat kolesterol jenis statin penting untuk mengendalikan kadar kolesterol. Tapi ada efek samping statin yang perlu diwaspadai, yaitu penyakit Parkinson.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya

    Bagus untuk Diet, Tapi Awas! Kebanyakan Minum Susu Rendah Lemak Bisa Picu Parkinson

    Belum diketahui pasti apa penyebab dari penyakit Parkinson, tapi konsumsi susu rendah lemak dicurigai sebagai salah satu faktor risikonya. Kenapa begitu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
    Nutrisi, Hidup Sehat 06/09/2017
    dr. Zicky Yombana, Sp.S adalah seorang dokter spesialis saraf. Ia mengkhususkan diri pada pengobatan neurologi umum, neurovaskular ...

    Direkomendasikan untuk Anda

    Seks Bisa Atasi Gejala Parkinson, Benarkah

    Bagaimana Seks Bisa Bantu Meringankan Gejala Parkinson?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 31/08/2019
    bibir kedutan

    8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Bibir Anda Kedutan Tiba-tiba

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 15/08/2018
    penyakit kuru, makan otak manusia

    Penyakit Kuru, Penyakit Langka Karena Makan Otak Manusia

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 11/07/2018
    obat penyakit parkinson

    Metformin untuk Penyakit Parkinson: Bermanfaat Atau Malah Bahaya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
    Dipublikasikan tanggal: 17/01/2018