Mengapa Ada Orang yang Lebih Mudah Berkeringat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Meskipun berada di ruangan dengan suhu yang sama dan melakukan aktivitas yang sama, dua orang bisa memproduksi keringat dalam jumlah yang berbeda. Anda mungkin lebih mudah berkeringat dari orang lain. Terkadang, hal ini bisa terasa mengganggu karena mengurangi kepercayaan diri serta kenyamanan Anda. Sementara itu, teman Anda tampak santai-santai saja dan tidak berkeringat sebanyak Anda. Lalu, hal apa saja yang bisa memengaruhi produksi keringat seseorang? Apakah mudah mengeluarkan keringat berlebih merupakan tanda ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan Anda? Simak jawabannya di bawah ini.

Apakah saya berkeringat dengan normal?

Setiap orang memproduksi keringat dalam jumlah yang berbeda-beda. Ini karena kelenjar keringat dalam tubuh tiap orang berbeda pula sifatnya. Maka, sulit untuk menentukan secara akurat sebanyak apa keringat yang normal diproduksi tubuh dalam situasi tertentu. Namun, menurut dr. Adam Friedman, seorang spesialis kulit di George Washington School of Medicine and Health Sciences, seseorang berkeringat secara berlebihan jika produksinya kira-kira empat atau lima kali lebih banyak dari orang kebanyakan.

BACA JUGA: Apa Artinya Jika Muncul Keringat Dingin?

Alasan beberapa orang lebih mudah berkeringat

Berkeringat adalah reaksi tubuh terhadap berbagai hal, bukan hanya karena suhu ruangan atau aktivitas fisik saja. Maka, perhatikan 5 faktor di bawah ini. Mungkin salah satunya jadi penyebab Anda mudah berkeringat selama ini.

1. Jenis kelamin

Laki-laki cenderung lebih mudah berkeringat daripada perempuan. Padahal, perempuan punya kelenjar keringat yang lebih banyak dari laki-laki. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength & Conditioning Research membuktikan bahwa pria dan wanita yang minum sama banyak dan berolahraga sama keras ternyata memproduksi keringat dalam jumlah berbeda. Rata-rata keringat yang diproduksi wanita adalah 0,57 liter per jam sementara rata-rata keringat pria tercatat sejumlah 1,12 liter per jam.

Ternyata meskipun wanita memiliki lebih banyak kelenjar keringat, pria justru memproduksi keringat lebih banyak. Studi yang dilakukan oleh Polish Academy of Sciences di Polandia berhasil menemukan jawabannya. Meskipun wanita tidak banyak mengeluarkan keringat, tubuh wanita lebih mampu menjaga suhu normal tubuh. Keringat diproduksi untuk mendinginkan badan ketika suhu tubuh terlalu panas. Sementara itu, pada wanita keringat yang diproduksi jauh lebih efektif untuk mengembalikan suhu tubuh normal. Inilah mengapa wanita tak perlu berkeringat sebanyak pria saat suhu tubuh meningkat.

BACA JUGA: Tangan Dingin Terus? Hati-hati, Mungkin Ini Penyebabnya

2. Berat badan

Orang yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas cenderung lebih mudah berkeringat. Ini karena saat beraktivitas, orang dengan berat badan berlebih membutuhkan lebih banyak energi. Energi yang dihasilkan oleh proses metabolisme tubuh pun jadi lebih besar. Akibat proses metabolisme tersebut, suhu inti tubuh pun akan meningkat. Untuk mendinginkannya, kulit akan kemudian mengeluarkan keringat. Penjelasan ini juga mendukung faktor sebelumnya, yaitu jenis kelamin. Laki-laki cenderung memiliki tubuh yang lebih besar, dengan berat badan dan massa otot yang lebih besar pula. Maka, tak heran jika laki-laki lebih banyak berkeringat daripada perempuan.

3. Pola makan

Terkadang, pola makan Anda memengaruhi seberapa banyak keringat yang dikeluarkan tubuh. Orang yang setiap hari rutin minum beberapa cangkir kopi akan lebih mudah berkeringat. Karena bersifat diuretik, kopi bisa memicu sistem sekresi Anda, baik melalui air seni atau keringat. Minuman beralkohol bersifat diuretik pula dan bisa meningkatkan produksi keringat Anda.

Anda juga mungkin sudah sering keringatan karena makan makanan pedas. Ya, makanan pedas bisa meningkatkan suhu tubuh Anda sehingga keringat pun jadi lebih cepat diproduksi. Ini karena makanan pedas yang mengandung cabai kaya akan senyawa capsaicin. Senyawa inilah yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal pada otak bahwa Anda sedang berada di tempat yang sangat panas.

BACA JUGA: Apakah Makan Makanan Terlalu Pedas Berbahaya Bagi Kesehatan?

4. Kondisi psikologis

Jika Anda banyak berkeringat tanpa ada alasan yang jelas, bisa jadi Anda sedang dilanda stres, kecemasan, atau rasa gugup. Mudah berkeringat memang bisa jadi tanda kondisi psikologis tertentu. Perhatikan jika keringat keluar paling banyak dari ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki Anda. Selain itu, keringat yang disebabkan oleh emosi atau kondisi psikologis tertentu juga biasanya berbau lebih menyengat.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Stres 

5. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan berkeringat secara berlebihan, bahkan bisa sampai mengganggu fungsi normal sehari-hari. Misalnya jadi sulit untuk mengemudikan setir saat berkendara atau tidak nyaman saat mengetik di papan ketik (keyboard). Kondisi ini dipicu oleh berbagai hal, mulai dari siklus menstruasi atau menopause, kehamilan, infeksi, hingga penyakit seperti hipertiroid atau hipoglikemia. Hiperdrosis bisa dialami oleh siapa pun, mulai dari anak-anak sampai orang lanjut usia.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit