Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Buat sebagian orang, kopi sudah jadi bagian hidup sehari-hari yang tak bisa dilepaskan. Tanpa minum kopi, rasanya sulit sekali untuk tetap fokus bekerja. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang sudah minum kopi masih ngantuk.

Ternyata, memang ada beberapa alasan minum kopi tidak mempan buat orang-orang tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya.  

Memahami cara kerja kopi dalam tubuh

Untuk memahami kenapa meski sudah minum kopi masih ngantuk, Anda harus tahu dulu bagaimana cara kerja kopi dalam tubuh. Pada dasarnya, zat yang membuat Anda lebih fokus dan terjaga setelah minum kopi yaitu kafein. Kafein adalah zat stimulan yang merangsang aktivitas pada sistem saraf pusat. Anda pun akan merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu.  

Dalam tubuh Anda ada senyawa bernama adenosin. Bila saraf di otak menangkap dan mengikat adenosin, Anda akan mengantuk dan ingin beristirahat. Nah, kafein adalah zat yang sifatnya sangat mirip adenosin. Maka ketika Anda minum kopi yang tinggi kafein, saraf Anda justru akan menangkap kafein, bukan adenosin.

Namun, kalau adenosin efeknya bikin Anda mengantuk, kafein justru membuat pikiran lebih segar. Inilah mengapa minum kopi bisa membuat Anda lebih terjaga dan fokus.

Mengapa sudah minum kopi masih ngantuk?

Cara kerja kafein pada tubuh setiap orang memang sama. Yang berbeda adalah reaksi tubuh Anda terhadap zat stimulan tersebut. Berikut adalah dua kemungkinan mengapa setelah Anda minum kopi masih ngantuk seperti sebelumnya.

1. Kurang tidur

Buat orang-orang yang memang kurang tidur, secangkir kopi sudah tidak berpengaruh lagi pada sistem saraf Anda. Hal ini dipaparkan dalam sebuah penelitian dalam konferensi American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society di Amerika Serikat (AS).

Menurut penelitian ini, semakin Anda kurang tidur, tubuh akan memproduksi senyawa adenosin dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Gunanya agar otak menangkap sinyal untuk beristirahat. Akibatnya, kafein dalam secangkir kopi akan kalah melawan adenosin dalam tubuh Anda.

Ketika Anda minum kopi, sistem saraf Anda juga sudah terlanjur menangkap dan mengikat adenosin terlebih dahulu. Kafein yang masuk dalam tubuh jadi mubazir dan tak bisa bekerja karena tidak dapat tempat lagi di sistem saraf Anda.

Maka, meskipun Anda sudah minum beberapa cangkir kopi setelah begadang semalaman atau beberapa malam berturut-turut, Anda mungkin tak akan merasakan efek apa pun.

2. Tubuh sulit mencerna kafein

Bila Anda sudah tidur cukup tapi minum kopi tetap membuat Anda mengantuk, penyebabnya bisa jadi gen dalam tubuh Anda sendiri. Ya, rupanya ada gen khusus yang mengatur seberapa peka sistem saraf Anda terhadap kafein.

Gen ini berhasil ditemukan dalam beberapa penelitian oleh para ahli di seluruh dunia. Salah satunya dari Northwestern University Feinberg School of Medicine di AS. Gen dengan kode CYP1A2, AHR, POR, ABCG2, dan CYP2A6 adalah gen yang bertanggung jawab untuk mencerna  kafein. Sebelumnya peneliti dari University of Toronto di Kanada juga berhasil menemukan gen-gen tersebut.

Orang-orang yang punya kombinasi sempurna dari gen-gen tersebut mampu mencerna kafein lebih cepat. Maka, efek kopi jadi lebih cepat terasa. Namun, tubuh sebagian orang justru kesulitan mencerna kafein sehingga meskipun sudah minum kopi masih ngantuk. Pasalnya, tubuh belum selesai mencerna kafein.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Alergi Kafein Seperti pada Kopi yang Berbeda dengan Sensitivitas Kafein

Tidak semua orang aman mengonsumsi kopi karena memiliki alergi terhadap kafein. Mengapa seseorang bisa alergi kafein seperti kopi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit