Kenapa Kita Wajib Minum Air Putih Setelah Makan?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Makan dan minum merupakan dua kebutuhan pokok makhluk hidup untuk bertahan hidup. Maka, tidak lengkap rasanya kalau sehabis makan tidak minum. Namun, suatu isu dan mitos menyatakan, kalau minum sehabis makan bisa bikin sistem pencernaan jadi sakit. Apa benar, tidak dianjurkan minum segera setelah makan? Seberapa penting minum air sehabis makan?

Minum air setelah makan penting untuk melancarkan sistem kerja pencernaan

Tidak betul adanya kalau minum air setelah makan bisa membuat pencernaan jadi sakit. Justru minum air putih selama atau setelah makan sebenarnya membantu pencernaan bekerja dengan baik, lho. Minum air setelah makan juga terbilang penting untuk kesehatan.

Proses pencernaan yang dimulai dari mulut Anda, di mana air dan cairan yang masuk setelah makan bisa membantu memecah dan melembutkan makanan sehingga tubuh Anda bisa menyerap nutrisi dengan baik. Selain itu air juga bisa melembutkan feses, sehingga bisa membantu Anda mencegah sembelit (susah buang air besar).

Minum air setelah makan juga bisa membantu mengendalikan asupan kalori

Minum air putih setelah makan bisa memperbaiki pencernaan Anda. Lalu, mengonsumsi air saat ataupun setelah makan dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Misalnya, jika Anda sedang membatasi asupan kalori supaya bisa turun berat badan, Anda mungkin masih merasa lapar setelah makan.

Minum segelas air besar setelah makan menciptakan rasa kenyang, yang bisa membantu mencegah hasrat untuk mendapatkan lebih banyak makanan. Minum air putih sebelum dan selama makan juga memberikan rasa kenyang dan membantu Anda menjaga asupan kalori Anda tetap rendah.

tidak suka air putih

Namun, jangan minum air putih setelah makan makanan pedas

Meski minum air saat dan sesudah makan terbilang penting, namun ada beberapa hal yang harus dihindari. Anda harus menghidari minum air sehabis makan makanan pedas. Mengapa demikian? Makanan pedas yang mengandung cabai, lada, paprika, atau merica yang mengandung senyawa khusus yang disebut capsaicin, terbukti dapat menghasilkan sensasi terbakar setelah terpapar jaringan di dalam tubuh manusia.

Saat Anda makan makanan pedas, reseptor rasa sakit (TRPVI, reseptor yang sama yang bertanggung jawab untuk membantu Anda mengetahui bahwa makanan terlalu asam atau panas) bisa memicu tubuh mengikat molekul capsaicin. Hal ini akan menyampaikan sinyal ke otak, bahwa Anda telah memakan sesuatu yang mengandung racun dan berbahaya untuk tubuh.

Terlebih lagi, sinyal nyeri atau bisa dibilang “kepedasan” akan menjadi lebih parah dirasakan, tergantung pada jumlah capsaicin yang ditemukan dalam makanan Anda. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa setelah makan makanan pedas, mata Anda bisa seolah menangis mengeluarkan air, hidung menjadi ingusan, dan tubuhpun berkeringat. Capsaicin memiliki molekul non-polar dan hanya bisa larut dengan molekul serupa lainnya. Karena air memiliki molekul polar, air pun tidak memiliki efek pendingin untuk tubuh yang sedang merasakan kepedasan.

Anda sebaiknya minum susu atau minuman yang rasanya asam, seperti jus jeruk atau perasan air lemon. Susu dan minuman yang asam lebih baik untuk “melunturkan” rasa pedas yang tersisa di mulut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020