Kenapa Saya Mudah Geli Sedangkan Orang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda tidak sengaja menyentuh bagian tubuh tertentu seseorang dan ia merasakan geli yang tidak biasa? Mengapa ada orang yang merasa geli saat disentuh sedikit saja, tapi ada juga yang tahan geli meski sudah digelitiki?

Penyebab tubuh merasa geli saat disentuh atau digelitiki

Sebagian orang merasa geli berlebihan jika bagian tubuhnya disentuh, meski bukan disengaja untuk membuatnya merasa geli. Untuk mengungkap hal ini, ahli saraf David J. Linden, yang juga seorang profesor di Johns Hopkins University School of Medicine menjelaskan, pada dasarnya rasa geli adalah pertahanan pertama terhadap serangan.

Ia mencontohkan bahwa pada bagian telapak kaki semua orang cenderung merasakan geli jika diraba. Namun, di bagian kulit lainnya, rasa geli yang muncul ketika diraba merupakan reflek mekanisme tubuh untuk melawan serangan yang dipicu oleh serangga atau binatang lain yang mungkin menggerayangi tubuh Anda.

Gatal dan merasa geli adalah efek serupa yang menuntut respon fisik langsung. Anda bisa menganggap hal itu sebagai petunjuk agar tidak terjadi serangan lanjut. Namun, hal ini tidak berlaku jika serangan berasal dari diri sendiri. Ia mencontohkan, ketika tangan Anda menggerayangi bagian tubuh yang rentan terhadap geli, maka tidak ada perasaan menggelitik yang muncul.

Berbeda jika orang lain atau binatang yang melakukannya kepada Anda. Secara reflek otak akan mengatur untuk menimbulkan sensasi geli. Sedangkan pada mereka yang lanjut usia, Linden mengatakan sensasi geli akan berkurang. Ia pun mengatakan bahwa setiap bertambahnya usia, seseorang kehilangan sekitar satu persen dari ujung saraf kulit yang berperan mengatur rasa geli. Tapi kehilangan ujung saraf tidak sepenuhnya menyebabkan rasa geli berkurang.

Tapi mengapa Anda tidak merasa geli jika menggelitiki diri sendiri?

Jawabannya terletak pada area otak yang disebut otak kecil atau cerebellum, yang terlibat dalam pemantauan gerakan. Studi yang dilakukan oleh tim peneliti di Universitas College London menunjukkan bahwa cerebellum dapat memprediksi sensasi yang ditimbulkan oleh gerakan Anda sendiri, tetapi tidak jika gerakan itu dilakukan oleh orang lain.

Sarah-Jayne Blakemore, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut mengungkapkan bahwa ketika Anda mencoba menggelitik diri sendiri, cerebellum memprediksi sensasi yang akan ditimbulkan, dan prediksi tersebut digunakan untuk membatalkan respon dari daerah otak lainnya.

Ia menjelaskan, ada dua area otak yang terlibat dalam memproses perasaan ketika Anda digelitik, yaitu korteks somatosensori yang memproses sentuhan dan korteks singulat anterior yang memproses informasi yang menyenangkan (perasaan nyaman). Kedua area ini kurang aktif saat seseorang menggelitik dirinya sendiri, dibanding saat ia digelitik oleh orang lain.

Studi lebih lanjut menemukan, Anda bisa menggelitik diri sendiri dan merasakan sensasi lumrah seperti digelitik orang lain dengan bantuan robot yang dikendalikan dengan remot. Ketika Anda menekan tombol pada remot, robot akan memberikan jeda selama sepersekian detik sebelum menggelitik tubuh Anda. Semakin lama jedanya, semakin geli pula rasanya.

Lantas, apakah normal jika sudah merasa geli saat baru disentuh?

Ada sebagian orang yang memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dari orang lain sehingga bisa membuat mereka merasa geli saat baru disentuh. Sementara itu, ada pula orang yang memiliki tingkat sensitifitas yang rendah sehingga saat mereka disentuh atau digelitiki, mereka justru hanya merasa tidak nyaman.

Yang menarik adalah, rasa geli bisa dibedakan menjadi dua tipe. Yang pertama adalah knismesis atau rasa geli yang cenderung ringan layaknya ada bulu yang disentuhkan pada kulit. Biasanya, rasa geli ini bisa Anda lakukan pada diri sendiri.  Sementara itu, rasa geli lainnya adalah gargalesis yang cenderung lebih agresif dimana saat bagian tubuh yang sensitif digelitiki, Anda bisa tertawa lepas hingga kehabisan napas.

Ahli kesehatan menyebutkan jika saat ujung saraf pada bawah kulit terstimulasi oleh sentuhan, maka korteks akan segera menganalisa sentuhan tersebut dan mengirimnya ke dua bagian otak yang akan memberikan sinyal untuk tertawa dan merasa senang. Jadi, jika Anda termasuk orang yang merasa geli saat disentuh, jangan khawatir, ini adalah hal yang normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit