Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Manusia Jika Lari Secepat Kilat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Saat menonton film-film bertema pahlawan super, Anda mungkin sangat kagum sekaligus tergiur untuk meminjam kekuatan super mereka. Bagaimana tidak, punya kecepatan super seperti The Flash atau Quicksilver pasti berguna sekali kalau Anda sedang terlambat. Bisa lari secepat kilat tanpa bantuan alat memang terdengar menarik. Akan tetapi, tahukah Anda apa yang akan terjadi pada tubuh jika Anda lari secepat kilat? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Berapa kecepatan lari manusia tercepat?

Sejauh ini, manusia tercepat di dunia yang berhasil dicatat adalah Usain Bolt. Usain adalah seorang atlet lari peraih tiga medali emas Olimpiade asal Jamaika. Ia mencatat rekor dengan kecepatan lari 43 kilometer per jam. Kecepatan menakjubkan ini setara dengan kucing yang mampu berlari secepat 40-48 kilometer per jam.

Sementara itu, orang dewasa yang sehat memiliki kecepatan lari rata-rata yaitu 16-24 kilometer per jam. Jika dibandingkan dengan binatang seperti cheetah yang mampu lari dengan kecepatan 120 kilometer per jam, manusia tercepat sedunia pun masih kalah jauh.

Pahlawan super di film-film produksi Hollywood memiliki kecepatan yang masih diperdebatkan. Ada yang percaya mereka bisa lari 14.727 kilometer per jam, tapi ada juga yang meyakini pahlawan-pahlawan tersebut bisa lari dengan kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya sendiri adalah 299.792 kilometer per jam. Ini setara dengan mengelilingi Bumi tujuh setengah kali dalam waktu sedetik!

Apa yang terjadi jika manusia lari secepat kilat?

Mustahil bagi manusia untuk lari secepat kilat tanpa bantuan alat dan teknologi. Bahkan jika dengan semacam kekuatan super, seorang manusia bisa lari secepat kilat, ini yang akan terjadi pada tubuhnya.

1. Kerusakan otot, sendi, dan tulang

Menurut seorang pakar biomekanika dari Loughborough University, Dr. Sam Allen, untuk lari secepat kilat ada beberapa kombinasi yang dibutuhkan manusia. Misalnya bentuk tubuh, kekuatan otot, panjang serat otot, panjang urat, lebar kaki, dan kekuatan tulang.

Otot dan urat manusia tak mampu menahan gesekan dan daya berlebihan ketika Anda bergerak super cepat. Selain itu, kaki manusia tidak cukup kokoh untuk menahan beban ketika Anda memijakkan kaki sebagai tumpuan selama sepersekian detik. Yang ada justru kerusakan otot, sendi, urat dan tulang karena pergerakan yang tidak wajar.  

2. Jantung tak sanggup memompa darah

Selain itu, jantung juga tak sanggup memompa darah ke seluruh tubuh ketika Anda bergerak secepat kilat. Padahal, aliran darah sangat diperlukan untuk menyuplai oksigen ke otak sekaligus menjalankan fungsi otot dan sendi.

3. Anda akan langsung menabrak karena kecepatan otak dan daya penglihatan tidak bisa menyesuaikan

Tantangan lainnya adalah otak manusia harus bisa berpikir sepuluh kali lebih cepat dan mata harus bisa melihat sepuluh kali lebih jauh ke depan. Saat Anda lari secepat kilat, Anda harus menghindari bangunan, orang, pohon, mobil, dan hal-hal lain yang menghalangi jalan. Sementara otak manusia baru bisa bereaksi 1,5 detik setelah melihat suatu kejadian. Dalam 1,5 detik ini Anda sudah lari sejauh 5 kilometer lebih. Jadi meskipun Anda bisa lari super cepat, Anda akan menabrak segala rintangan di hadapan Anda.

4. Kulit terbakar dan terkoyak

Udara di sekitar Anda terdiri dari ribuan partikel halus tak kasat mata. Mulai dari butiran gas, debu, kotoran, dan partikel kimia lainnya mengambang di udara. Ketika Anda lari sangat cepat, kulit akan langsung bergesekan dengan partikel-partikel tersebut. Gesekan ini menghasilkan panas yang bisa membakar dan mengiris kulit Anda. Sayangnya, kulit manusia tidak dirancang sekuat dan setahan itu terhadap gesekan dan panas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . 5 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca