Bakteri adalah makhluk hidup yang sangat kecil ukurannya, bahkan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Faktanya, bakteri terdapat di mana saja, termasuk di dalam tubuh, dalam tubuh hewan, tumbuhan atau di lingkungan. Sebenarnya, seperti apa, sih, bakteri itu? Apakah sudah pasti menjadi penyebab penyakit?

Mengenal bakteri, makhluk hidup yang tak kasat mata tapi ada

Bakteri adalah makhluk hidup yang hanya memiliki satu sel saja dan tidak termasuk ke dalam kelompok hewan ataupun tanaman. Makhluk hidup ini ada di manapun, bahkan diperkirakan ada lebih dari 5 juta bakteri di bumi. Saking banyaknya, satu gram tanah bisa mengandung 40 juta sel bakteri dan satu mililiter air tawar mampu menampung sebanyak satu juta bakteri.

Beberapa bakteri bisa berbahaya, tapi sebagian besar lainnya bisa bermanfaat untuk tubuh dan lingkungan. Bakteri mendukung banyak bentuk kehidupan, baik tanaman dan hewan, yang juga digunakan dalam proses industri dan pengobatan.

Ada berbagai macam jenis bakteri yang biasanya dikelompokkan berdasarkan bentuknya. Terdapat tiga bentuk dasar bakteri adalah:

  • Bulat (coccus). Bakteri bentuk bulat dapat ditemukan dalam bentuk tunggal, berpasangan, atau berantai.
  • Batang (basil). Sama dengan bakteri berbentuk bulat, bakteri berbentuk batang juga dapat ditemukan dalam bentuk tunggal, berpasangan, dan berantai.
  • Spiral. Bakteri berbentuk spiral hidup soliter tidak berkoloni. Bakteri berbentuk spiral dapat ditemukan dalam bentuk koma (batang melengkung).

Apa saja manfaat bakteri?

Bakteri sering dianggap merugikan, tapi sebenarnya banyak berperan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kelangsungan hidup manusia

Banyak bakteri di dalam tubuh memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Bakteri dalam sistem pencernaan memecah nutrisi, seperti gula kompleks, menjadi bentuk yang lebih sederhana untuk digunakan oleh tubuh.

2. Fermentasi makanan

Bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus dan Lactococcus bersama dengan berbagai jenis jamur, digunakan untuk membuat makanan seperti keju, kecap, natto (kacang kedelai yang difermentasi), cuka, yoghurt, dan acar sayuran.

Tidak hanya fermentasi yang berguna untuk mengawetkan makanan, tetapi beberapa makanan ini mungkin menawarkan manfaat kesehatan.

3. Bakteri dalam industri dan penelitian

Bakteri adalah mikroorganisme yang dapat memecah senyawa organik. Hal ini dapat berguna untuk mengolah limbah dan membersihkan tumpahan minyak atau limbah beracun.

Industri farmasi dan kimia menggunakan bakteri dalam produksi bahan kimia tertentu.

Bakteri digunakan dalam biologi molekuler, biokimia dan penelitian genetik, karena dapat tumbuh dengan cepat dan relatif mudah dimanipulasi. Para peneliti menggunakan bakteri untuk mempelajari bagaimana gen dan enzim bekerja.

Bakteri juga digunakan dalam pembuatan antibiotik. Bacillus thuringiensis (BT) adalah bakteri yang dapat digunakan dalam pertanian, termasuk pestisida.

Meski tak semua, bakteri adalah penyebab penyakit

Selain memiliki berbagai manfaat, beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Seperti kolera, dipteri, disentri, penyakit pes, pneumonia, tuberkulosis (TB), tifus, dan masih banyak lagi.

Jika tubuh manusia terkena bakteri yang tidak dikenali oleh tubuh, sistem kekebalan akan menyerangnya. Reaksi ini dapat menyebabkan gejala pembengkakan, peradangan dan demam.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca