Jalan Maju Sudah Biasa! Yuk, Coba Jalan Mundur Demi 4 Manfaat Sehat Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Manfaat jalan kaki untuk kesehatan memang tak perlu diragukan lagi. Ya, jalan kaki merupakan cara mudah sekaligus menyenangkan untuk meningkatkan aktivitas fisik tanpa usaha dan energi yang berlebih. Namun, apabila Anda ingin mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, Anda bisa mencoba jalan mundur.

Sekilas berjalan mundur tampak tak memberikan manfaat yang berarti. Padahal, aktivitas satu ini justru menawarkan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan dibanding berjalan kaki ke depan seperti biasanya. Lantas, manfaat apa saja? Simak ulasan berikut ini.

Manfaat jalan mundur bagi kesehatan

Jalan maju ke depan mungkin sudah biasa, sehingga Anda sering melakukannya tanpa ragu. Lain halnya ketika Anda berjalan mundur. Berjalan mundur dapat meningkatkan ketahanan dan kapasitas aerobik Anda lebih cepat. Pasalnya, tantangan yang diberikan pada tubuh Anda lebih besar, sehingga Anda memaksa tubuh untuk  untuk beradaptasi dengan hal baru yang tidak biasa dilakukan.

Secara tidak langsung, hal tersebut dapat mendorong peningkatan dan pertumbuhan dalam kebugaran fisik Anda. Nah, hal inilah yang membuat jalan mundur jauh lebih memiliki manfaat kesehatan dibanding jalan maju.

Berikut ini beberapa manfaat berjalan mundur bagi kesehatan yang sayang dilewatkan:

1. Membakar kalori lebih banyak

Berdasarkan penelitian, jalan mundur diketahui dapat membakar 40 persen kalori lebih banyak dibandingkan jika Anda jalan kaki pada umumnya. Jika Anda berjalan mundur di area yang menanjak, Anda membutuhkan lebih banyak energi sehingga kalori yang dibakar juga akan lebih banyak.

Peningkatan kalori yang dibakar ini tentu akan memberikan manfaat yang baik. Selain itu, berjalan mundur mungkin merupakan cara yang baik untuk menambah intensitas latihan yang lebih tinggi karena Anda tidak perlu melakukannya dengan kecepatan tinggi.

2. Meningkatkan fungsi otak

Ketika Anda berjalan mundur, tentu Anda akan mengalami kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan jalan maju, bukan? Anda dituntut untuk lebih fokus sekaligus bisa mengatur keseimbangan. Nah, inilah mengapa jalan mundur sama artinya dengan melatih otak Anda untuk mengerjakan tugas-tugas yang sulit.

Berdasarkan hasil peneltian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Nevada di Las Vegas, diketahui bahwa tingkat konsentrasi yang diperlukan saat Anda berjalan mundur sama intensnya dengan konsetrasi yang diperlukan saat Anda sedang menghadapi bahaya. Hal ini membuat para peneliti menarik kesimpulan jika jalan mundur dapat meningkatkan fungsi otak karena membuat Anda lebih fokus saat melakukannya.

3. Meningkatkan denyut jantung

Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa dengan kecepatan yang sama, jalan mundur dapat meningkatkan denyut jantung dibandingkan dengan jalan maju.

Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti dari Texas dalam Journal of Orthopaedic and Sport Physical Therapy menyimpulkan bahwa jalan mundur dapat meningkatkan denyut jantung sebesar 17-20 persen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jalan mundur adalah metode latihan interval yang ideal untuk menambahkan intensitas latihan yang lebih tinggi ketika Anda melakukan aktivitas fisik jalan kaki.

4. Manfaat lainnya

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biomechanics juga menemukan bahwa jalan mundur dapat mengurangi nyeri lutut anterior jika dibandingkan dengan jalan maju ke depan. Studi lain yang diterbitkan dalam International Journal of Sports Medicine menemukan bahwa kombinasi dari jalan mundur dan jalan maju dapat meningkatkan kebugaran jantung dan mengubah komposisi tubuh.

Meski tubuh Anda tidak terbiasa dengan jalan mundur, namun aktivitas satu ini menawarkan lebih banyak manfaat bagi jantung, pembuluh darah, dan pembakaran kalori dalam waktu yang lebih singkat. Nah, hal ini tentu akan membuat latihan Anda lebih efisien dan intens. Jadi bagaimana, sudah siap untuk mencobanya?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
oleharaga untuk anak

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
kaki sakit akibat berdiri lama

Kaki Sakit Akibat Berdiri Lama? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit