Mengapa Anda Jadi Ingin Makan Makanan Manis Saat Stres?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Stres dapat memengaruhi tubuh Anda dengan berbagai cara. Mulai dari menurunkan mood, meningkatkan nafsu makan, bahkan membuat Anda ingin makan beragam makanan manis. Apa sebenarnya yang membuat Anda ingin makan manis saat stres?

Hubungan antara stres dan keinginan makan manis

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara stres dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Penelitian-penelitian tersebut menghasilkan teori sebagai berikut:

1. Asupan gula menurunkan hormon kortisol penyebab stres

Stres dipicu oleh pelepasan hormon kortisol dari hipoccampus yang terdapat pada otak. Pelepasan kortisol memicu peningkatan denyut jantung, tekanan darah, gula darah, pernapasan, dan fungsi otot.

Mekanisme ini sebenarnya bermanfaat untuk meningkatkan kesigapan Anda saat berhadapan dengan situasi penuh tekanan. Namun, jumlah kortisol yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan stres, rasa cemas, serta gejala depresi.

Keinginan makan manis saat stres diduga berkaitan dengan kortisol dalam tubuh. Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa konsumsi gula menurunkan jumlah kortisol dan aktivitas hipoccampus. Respons otak dalam menanggapi stres juga turut membaik.

Meski demikian, hubungan langsung antara asupan gula dengan stres masih perlu dikaji lebih lanjut. Asupan gula bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi aktivitas hippocampus. Masih ada faktor lainnya yang perlu diteliti.

tips mencegah diabetes bagi orang yang suka makanan manis

2. Makan manis saat stres memberikan energi untuk otak

Otak membutuhkan energi agar bisa menjalankan fungsinya. Rata-rata, otak orang dewasa menggunakan 20 persen energi total yang dimiliki tubuh. Ketika stres, organ vital ini membutuhkan energi tambahan sebanyak 12 persen.

Sumber energi otak berasal dari karbohidrat, dan gula (glukosa) adalah jenis karbohidrat yang paling mudah diubah menjadi energi. Kekurangan asupan karbohidrat, ditambah kondisi stres dan lapar, dapat menurunkan sejumlah fungsi otak.

Salah satu fungsi otak adalah mengatur metabolisme tubuh, pencernaan, dan kemampuan berpikir. Saat kekurangan glukosa, otak tidak dapat menjalankan fungsi ini karena terhalang oleh sejenis saraf di dalam hipotalamus.

Inilah yang membuat Anda ingin makan manis saat stres. Otak Anda tidak memiliki cukup energi untuk berfungsi dengan semestinya, dan makanan manis adalah sumber karbohidrat paling sederhana yang bisa digunakan dengan cepat.

3. Gula merangsang perasaan bahagia

Asupan gula dapat merangsang pelepasan hormon dopamin dan bagian otak yang disebut nucleus accumbens. Kedua faktor ini menimbulkan perasaan bahagia yang kuat. Perasaan tersebut bahkan serupa dengan efek konsumsi kokain dan heroin.

Selain itu, asupan gula juga memicu pelepasan hormon serotonin. Hormon ini memberikan efek yang menenangkan sehingga stres terasa mereda. Efek inilah yang menimbulkan kesan seolah makanan manis dapat mengatasi stres.

Akan tetapi, efek ini tidak terasa saat Anda mengonsumsi makanan dengan pemanis buatan. Rasa manis yang dihasilkan hanya memicu otak dan tubuh Anda untuk makan lebih banyak. Akibatnya, Anda makan banyak makanan manis saat stres.

Meski begitu, mengenai hal ini masih menunjukkan hasil yang beragam. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membahas hubungan pasti antara mekanisme stres dengan konsumsi gula alami dan pemanis buatan.

Makan manis saat stres memang menimbulkan efek positif bagi sebagian orang, tapi pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Pasalnya, asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan.

Jika Anda sangat menginginkan makanan manis, pilihlah makanan atau minuman manis yang lebih menyehatkan. Smoothie buah tanpa gula, buah-buahan segar, yogurt dengan biji-bijian, cokelat hitam, atau kue buatan sendiri bisa menjadi pilihan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Mengurangi makanan manis untuk prediabetes memang merupakan suatu keharusan. Namun, bukan berarti Anda selamanya tidak boleh mengonsumsi makanan manis, lho.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan manis untuk prediabetes
Diabetes, Health Centers 20 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit

Efek Makanan Manis Terhadap Radang Tenggorokan

Banyak orang yang mengira bahwa makanan manis dapat menyebabkan radang tenggorokan. Namun, benarkah demikian? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Dilakukan agar Menjadi Orangtua yang Lebih Positif

Sikap orangtua bisa mencerminkan anak-anaknya. Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang baik dan lebih positif terhadap anak? Berikut penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Tips Parenting 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Suka Tanpa Sadar Menghela Napas Saat Merasa Stres?

Tanpa disadari, anda akan menghela napas saat lelah dan stres. Kenapa hal ini bisa terjadi secara spontan dan apa hubungannya dengan kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Psikologi 26 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berimajinasi mengatasi stres

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
stres mengubah bentuk otak

Stres Berkepanjangan Ternyata Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
stres menangani kabar buruk

Stres Ternyata Membuat Seseorang Menerima Berita Buruk dengan Berbeda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi stres karena phk

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit