Mengenal Lopografi, Pemeriksaan Usus Besar Dengan Teknik Rontgen

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Istilah rontgen sudah lama dikenal dalam masyarakat, baik pada kalangan medis maupun masyarakat umum. Asal mula teknik rontgen yang memanfaatkan sinar-X sendiri sudah dikembangkan lebih dari seratus tahun lalu. Anda mungkin langsung teringat dengan scan paru atau tulang ketika mendengar istilah rontgen.

Seiring dengan perkembangan zaman serta makin majunya teknologi kedokteran, metode ini juga semakin bervariasi. Oleh karena itu, muncul pula berbagai istilah baru hasil perkembangan teknik rontgen, salah satunya adalah lopografi. Istilah ini memang jarang didengar, termasuk pada kalangan tenaga kesehatan sendiri. Sebenarnya, apa itu lopografi dan apa tujuan dari prosedur medis yang satu ini? Tenang, berikut sudah kami sediakan jawabannya untuk Anda.

Apa itu lopografi?

Lopografi adalah teknik pemeriksaan usus besar manusia, terutama bagian akhir usus besar, dengan menggunakan kontras yang dimasukkan dari lubang buatan di perut. Sinar-X kemudian akan menangkap gambar usus sehingga situasi usus besar dapat diamati.

Tujuan pemeriksaan ini adalah menemukan kelainan-kelainan pada dinding maupun rongga usus besar. Biasanya dokter merekomendasikan pemeriksaan ini bila dokter mencurigai kondisi seperti polip, tumor, maupun kelainan bawaan tertentu.

Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh pasien?

Lopografi tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan atau mendadak. Tujuan dilakukannya persiapan pasien adalah agar kotoran dalam usus besar tidak terlalu banyak dan menumpuk, sehingga tidak akan mengganggu pemeriksaan. Beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan dilakukan antara lain:

1. Pengaturan jenis makanan pasien

Beberapa hari sebelum pemeriksaan, pasien akan diatur jenis makanannya. Pasien akan diwajibkan makan makanan yang lunak serta rendah lemak agar menghindari terjadinya gumpalan atau bongkahan feses di usus besar.

2. Minum cairan yang banyak

Cairan yang banyak dalam saluran cerna akan mempermudah keluarnya feses dari usus. Selain itu, air juga dapat menjaga konsistensi feses agar tetap lunak.

3. Pemberian obat pencahar

Apabila diperlukan, biasanya dokter akan memberikan obat pencahar pada pasien dengan tujuan mengeluarkan sisa-sisa kotoran atau feses dari usus besar sehingga pemeriksaan dapat berjalan dengan optimal dan hasilnya akurat.

Persiapan alat dan bahan

Bersamaan dengan optimalisasi kondisi pasien, tim medis di rumah sakit juga akan mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pemeriksaan rontgen usus besar ini.

Alat

  • Mesin sinar-X
  • Kaset sinar-X
  • Celemek atau baju khusus tindakan
  • Sarung tangan
  • Wadah
  • Plester

Bahan

  • Selang kateter
  • Media kontras (barium)
  • Air hangat
  • Jelly untuk membaca rontgen

Seperti apa proses pemeriksaannya?

Setelah semua persiapan tadi dilakukan, maka pasien akan difoto rontgen pertama kali untuk mengevaluasi apakah kondisi usus besar sudah optimal atau masih banyak terdapat kotoran. Apabila sudah optimal, maka kontras barium akan dimasukkan melalui lubang buatan kecil dari dinding perut sehingga zat tersebut memenuhi bagian ujung usus besar.

Prosedur akan dilanjutkan dengan mengambil beberapa gambar berikutnya, di mana saat ini usus besar sudah dipenuhi dengan cairan barium. Seri gambar ini berguna untuk mengevaluasi apakah terdapat massa atau kelainan lain pada daerah tersebut. Pasien akan diminta berganti-ganti posisi agar seluruh segmen usus dapat tertangkap oleh mesin rontgen.

Jangan khawatir, biasanya setelah menjalani pemeriksaan ini Anda tidak akan mengalami efek samping apa pun dan tidak perlu rawat inap (kecuali jika Anda punya kondisi khusus atau memang diminta oleh dokter untuk rawat inap).

Lopografi ini dapat menjadi pemeriksaan awal sebelum tindakan selanjutnya seperti biopsi atau metode pencitraan lain, apabila memang diperlukan.

Saat ini, lopografi tampaknya semakin ditinggalkan penggunaannya oleh tenaga medis. Hal ini terjadi karena semakin majunya teknologi kedokteran, salah satunya dengan munculnya kolonoskopi. Dengan memasukkan selang beserta kamera langsung ke dalam usus besar manusia, kolonoskopi dapat menghasilkan situasi live dalam rongga usus serta lebih nyaman untuk pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit