Koagulasi Adalah Proses Pembekuan Darah, Seperti Apa Mekanismenya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Proses pembekuan darah, atau yang disebut juga dengan koagulasi, adalah kondisi yang bisa jadi baik dan juga buruk bagi kesehatan, tergantung kondisi setiap orang. Mekanisme pembekuan darah ini memang diperlukan dalam situasi tertentu. Namun, kadang pembekuan darah juga bisa jadi situasi yang membahayakan. Maka dari itu, penting untuk mempelajari seluk-beluk prosesnya.

Bagaimana proses pembekuan darah terjadi?

penanganan luka tusuk

Apa yang terjadi ketika kulit terluka, cedera, atau lecet? Kebanyakan luka akan mengeluarkan darah atau yang disebut dengan perdarahan, terlebih lagi jika lukanya cukup dalam. Nah, ternyata tubuh manusia memiliki cara tersendiri untuk mengobati luka, yaitu dengan respon berupa proses pembekuan darah atau koagulasi.

Koagulasi ini membuat darah yang tadinya berbentuk cair berubah menjadi padat atau menggumpal. Proses ini penting untuk mencegah agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak darah saat terjadi luka atau cedera.

Saat terjadi perdarahan, entah itu sedikit atau banyak, tubuh Anda akan langsung memberikan sinyal ke otak untuk melakukan proses pembekuan darah. Dalam hal ini, bagian tubuh yang sangat diandalkan untuk membekukan darah adalah faktor pembekuan darah, yaitu protein yang terdapat di dalam darah.

Menurut situs National Hemophilia Foundation, ada sekitar 10 jenis protein atau faktor pembekuan darah yang bekerja sama dalam mekanisme pembekuan darah. Berikut adalah cara kerjanya:

  • Ketika luka terjadi dan mengeluarkan darah, maka itu tandanya pembuluh darah rusak. Nah, saat itu juga trombosit segera menempel pada pembuluh darah yang rusak itu dan membentuk sumbatan, sehingga bisa menghentikan darah yang keluar.
  • Di saat yang bersamaan, trombosit akan merangsang faktor pembekuan darah untuk membuat benang-benang halus yang disebut dengan fibrin. Benang fibrin ini akan bergabung dengan trombosit untuk memperkuat sumbatan.
  • Saat jaringan kulit yang mengalami luka berangsur-angsur membaik, maka trombosit diambil kembali oleh darah. Sementara benang fibrin yang sebelumnya terbentuk pun akan hancur, sehingga tidak ada lagi sumbatan pada luka.

Masalah yang bisa terjadi dalam proses pembekuan darah

tanda mimisan parah

Meski diandalkan tubuh sebagai respon pertama ketika terjadinya luka, ternyata proses pembekuan darah tak selamanya berjalan mulus. Ada orang-orang yang menderita gangguan pembekuan darah, dan hal ini dapat memengaruhi kondisi kesehatannya.

Pembekuan darah terganggu

Dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang terlahir dengan gen yang bermutasi, sehingga tubuhnya kekurangan faktor pembekuan darah tertentu.

Ketika jumlah faktor pembekuan darah tidak mencukupi, proses pembekuan darah dapat terganggu. Akibatnya, perdarahan dapt berlangsung lebih lama dan sulit dihentikan.

Kondisi ini biasanya menjadi pemicu utama penyakit-penyakit tertentu yang bersifat keturunan, misalnya penyebab di balik penyakit hemofilia. Penyakit hemofilia dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung pada faktor pembekuan darah apa yang jumlahnya berkurang dari dalam tubuh.

Pada kasus yang lebih parah, perdarahan dapat terjadi meski orang tersebut tidak terluka atau mengalami cedera apapun. Bahkan, perdarahan juga dapat terjadi di organ dalam tubuh, atau perdarahan internal. Kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Hiperkoagulasi

Hiperkoagulasi adalah kondisi yang berlawanan dengan gangguan pembekuan darah, di mana darah menggumpal terlalu banyak meski tidak ada luka apapun.

Kondisi ini juga sama bahayanya karena gumpalan darah tersebut bisa menyumbat pembuluh arteri dan vena. Apabila pembuluh darah tersumbat, tubuh tidak dapat mengalirkan darah yang mengandung oksigen dengan maksimal. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi mematikan, seperti:

Selama kehamilan, gumpalan darah dapat terbentuk pada pembuluh darah pelvis atau kaki, menyebabkan komplikasi kehamilan serius seperti persalinan prematur, keguguran, dan kematian ibu. Karena itu, hiperkoagulasi adalah kondisi yang tak boleh disepelekan.

Apa yang dapat menyebabkan gangguan proses pembekuan darah?

penanganan luka sesuai jenis

Penyebab umum dari gangguan proses pembekuan darah biasanya mutasi genetik yang diwariskan dari orang tua atau anggota keluarga. Mutasi genetik ini menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi faktor pembekuan darah tertentu dengan jumlah normal.

Namun, dalam beberapa kasus, ada juga penyebab lain yang dapat membuat Anda terkena gangguan perdarahan meski Anda tidak memiliki anggota keluarga dengan gangguan tersebut, seperti:

  • Menderita penyakit hati
  • Jumlah sel darah merah yang rendah
  • Defisiensi atau kekurangan vitamin K
  • Efek samping obat-obatan, seperti aspirin, heparin, dan warfarin
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Merokok
  • Berusia lanjut
  • Menggunakan kontrasepsi oral
  • Kehamilan
  • Gangguan saat berjalan
  • Duduk terlalu lama
  • Sering berpergian

Apa ciri-ciri masalah proses pembekuan darah?

memar proses pembekuan darah

Beberapa tanda umum dari proses pembekuan darah yang terganggu yaitu:

  • Mudah memar atau tanpa penyebab
  • Perdarahan yang sulit berhenti meski hanya terluka ringan
  • Menstruasi dengan perdarahan berlebihan
  • Sering mimisan

Sementara itu, tanda-tanda dari koagulasi berlebihan adalah:

  • Gumpalan darah pada pembuluh darah dalam: nyeri, bengkak, diskolorasi atau kemerahan, terasa hangat saat disentuh
  • Gumpalan darah pada paru-paru: nyeri dada, tidak dapat bernapas, detak jantung cepat
  • Serangan jantung atau stroke pada usia muda
  • Keguguran atau stillbirth (bayi lahir mati) berulang

Apabila Anda menyadari salah satu atau beberapa gejala di atas, konsultasikan dengan dokter Anda. Biasanya, mendiagnosis gangguan proses pembekuan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah Anda.

Salah satu tes yang dilakukan untuk memeriksa adanya gangguan darah adalah tes konsentrasi faktor pembekuan darah. Tes ini berguna untuk mengetahui jenis faktor pembeku darah apa yan berkurang dari dalam tubuh.

Tergantung pada gangguan perdarahan yang Anda alami, dokter akan memberikan rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Untuk perdarahan yang sulit berhenti, obat yang umum diberikan adalah konsentrat pengganti faktor pembekuan darah yang berkurang di dalam tubuh. Sementara itu, gangguan penggumpalan darah biasanya dapat diatasi dengan obat pengencer darah.

Dengan melakukan pengobatan dini pada gangguan koagulasi darah, hal ini sangat membantu mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berkenalan Dengan Serotonin, Zat Kimia Alami yang Bisa Mengatur Emosi

Serotonin adalah zat kimia alami yang ditemukan di otak, trombosit, dan juga usus manusia. Lantas, apa sebenarnya fungsi serotonin di dalam tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Gejala dan Cara Mengobati Darah Beku di Kuku

Pernahkah Anda mengalami cedera kuku seperti kejatuhan barang berat? Jika sudah begitu Anda akan melihat adanya darah beku di kuku.Begini cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 25/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Sekadar Luka Memar Atau Ada Darah Membeku di Dalam? Ini Cara Mudah Membedakannya

Meskipun keduanya sama-sama melibatkan darah, ternyata luka memar dan terjadinya pembekuan darah itu berbeda. Yang mana yang lebih bahaya? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Tips Sehat 04/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Waspada, Gejala Pembekuan Darah di Perut yang Bisa Jadi Tanda Kanker

Pembekuan darah bisa terjadai di bagian mana pun, termasuk perut. Pembekuan darah di perut sering disebut dengan tanda dari gejala kanker. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 30/05/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

aktivitas setelah pulih DVT

Aktivitas yang Direkomendasikan Setelah Pulih Dari DVT

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 01/03/2020 . Waktu baca 5 menit
gejala deep vein thrombosis

Jangan Abaikan Gejala Deep Vein Thrombosis, Ini Bahayanya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2019 . Waktu baca 3 menit
darah menggumpal setelah operasi

3 Hal yang Wajib Dilakukan Agar Darah Tak Menggumpal Setelah Operasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22/03/2019 . Waktu baca 4 menit
tidak boleh minum pil kb

5 Golongan Wanita yang Ternyata Tidak Boleh Minum Pil KB (Anda Salah Satunya?)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 17/10/2018 . Waktu baca 3 menit