8 Sebab Mengapa Ada Orang Dengan Wajah yang Tidak Simetris

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Coba perhatikan bagaimana bentuk wajah Anda saat berkaca di cermin. Apakah mata, telinga, alis, hidung, dan mulut berada dalam posisi yang pas dan sejajar satu sama lain? Jika ternyata posisi salah satu organ ada yang tampak tidak sama, artinya Anda punya wajah yang tidak simetris. Sebenarnya, kenapa ada orang yang bisa memiliki wajah tidak simetris ini? Apakah ada cara untuk memperbaikinya?

Apa penyebab bentuk wajah tidak simetris?

Ada kalanya, seseorang punya letak telinga kanan yang lebih tinggi daripada yang kiri, bentuk hidung tampak lebih tajam hanya di satu sisi, hingga struktur rahang kanan dan kiri yang berbeda. Jika Anda memiliki salah satu ciri ini, berarti wajah Anda tidak simetris.

Namun jangan cemas dulu, hampir semua orang punya bagian wajah yang tidak simetris. Hanya saja, pada beberapa kasus ada bentuk wajah tidak simetris yang paling kentara daripada yang lainnya.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari yang ringan sampai tergolong serius, yaitu:

1. Genetik

Anggota keluarga yang punya wajah tidak simetris (asimetris) bisa menurunkan bentuk wajah ini pada anggota keluarga lainnya. Jadi, perhatikan bila Anda memiliki bentuk yang tidak simetris, apakah ada salah seorang anggota keluarga Anda yang juga memilikinya? Meski mungkin dalam bentuk yang berbeda.

2. Merokok

Sebuah penelitian di tahun 2014 yang diterbitkan oleh Plastic Reconstructive Surgery Journal, menemukan bahwa zat kimia yang ada di dalam rokok ternyata bisa menjadi faktor penyebab wajah asimetris.

3. Perubahan pada struktur gigi

Pernah menggunakan gigi palsu, cabut gigi, pasang veneer gigi, dan prosedur terkait gigi dan mulut lainnya bisa saja memengaruhi bentuk wajah Anda, khususnya rahang. Itu sebabnya, kadang prosedur tersebut dapat memengaruhi bentuk gigi sehingga membuatnya tidak simetris.

4. Usia

Percaya atau tidak, seiring bertambahnya usia maka risiko bentuk wajah tidak simetris akan semakin meningkat pula. Jangan khawatir, karena ini merupakan bagian alamiah dari penuaan.

Pasalnya, meski biasanya pertumbuhan tulang akan berhenti di akhir usia remaja, tapi tulang rawan bisa terus tumbuh sampai usia dewasa. Dengan kata lain, telinga dan hidung sebenarnya masih akan tumbuh dan berubah seiring bertambahnya usia.

5. Cedera

Pernah mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan Anda cedera di bagian wajah merupakan salah satu penyebab wajah tidak simetris. Entah itu karena hidung yang patah, posisi gigi berubah, rahang yang terbentur, dan lain sebagainya.

6. Bell’s palsy

Bell’s palsy adalah kondisi ketika saraf wajah lumpuh karena adanya gangguan pada saraf perifer yang seharusnya mengontrol otot di salah satu sisi wajah. Ini yang menyebabkan perubahan bentuk pada salah satu sisi wajah, sehingga berbeda dengan sisi yang lainnya. Akibatnya, bentuk wajah Anda tampak tidak simetris. Perubahan bentuk wajah pada penyakit ini biasanya bersifat sementara.

7. Stroke

Dalam kasus lain, wajah tidak simetris bisa disebabkan oleh stroke. Gejala stroke biasanya akan membuat satu atau kedua sisi wajah seolah lumpuh, sehingga tidak bisa berfungsi seperti yang seharusnya.

8. Torticollis

Torticollis atau leher bengkok mengacu pada kondisi di mana posisi otot leher yang abnormal. Ini membuat otot di salah satu sisi leher jauh lebih kencang atau kuat dibandingkan dengan sisi yang lainnya. Itulah mengapa penderitanya sering memiringkan atau mengubah posisi leher.

Sumber: Cranoifacial Cochin

Bisakah bentuk wajah tidak simetris diperbaiki?

Apabila kondisi wajah yang asimetris ini murni karena faktor keturunan maupun hal-hal lainnya yang tergolong tidak membahayakan kesehatan Anda, maka tidak perlu melakukan perawatan apa pun untuk memperbaikinya. Bahkan terkadang, struktur wajah yang asimetris ini dianggap unik dan memiliki daya tarik tersendiri.

Akan tetapi, jika ada risiko berbahaya yang mengintai kesehatan Anda karena memiliki wajah tidak simetris, beberapa prosedur bedah mungkin bisa jadi pertimbangan lebih lanjut.

1. Filler wajah

Filler wajah adalah prosedur kecantikan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke beberapa bagian wajah agar tampak lebih bervolume. Meski perawatan yang satu ini tidak dapat bertahan selamanya, tapi setidaknya bisa membantu memperbaiki kondisi wajah yang asimetris untuk sementara waktu.

2. Implan wajah

Jika wajah asimetris Anda disebabkan oleh perbedaan struktur rangka tulang, implan bisa jadi salah satu pilihan yang tepat. Perawatan ini biasanya dapat bertahan cukup lama, dengan cara memasukkan bahan khusus berupa silikon, gel, plastik, atau lainnya ke bagian wajah yang ingin diperbaiki.

3. Rhinoplasty

Lain lagi bila penyebab wajah tidak simetris Anda adalah hidung yang patah atau bengkok. Dalam kasus ini, operasi rhinoplasty biasanya dianjurkan guna membuat struktur tulang hidung Anda terlihat lebih simetris.

Operasi ini juga bisa digunakan untuk memancungkan hidung, memperbaiki kesulitan bernapas karena bentuk hidung yang tidak ideal, maupun memperbaiki cacat bawaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Health Centers 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit