Kenapa Kita Jadi Susah Buang Air Besar Saat Sedang Bepergian?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bepergian ke luar kota untuk liburan membuat Anda harus duduk berjam-jam selama di perjalanan. Bukan cuma Anda, banyak orang merasakan badannya menjadi kaku dan pegal setelah melakukan perjalanan. Di samping itu, bepergian juga bisa menyebabkan Anda sulit BAB, lho. Mengapa demikian? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini.

Bepergian jauh saat liburan bisa jadi penyebab sulit BAB

Sulit BAB mungkin sering terjadi pada beberapa orang dan penyebabnya bermacam-macam. Salah satunya saat bepergian ke luar kota, baik itu dengan mobil atau pesawat. DalamĀ The Atlantic, Brooke Alpert, seorang ahli gizi bersertifikat di New York mengatakan bahwa setiap kali bepergian, keseimbangan mikroba pada usus menjadi terganggu. Ini disebabkan karena dalam perjalanan, yang Anda lakukan hanyalah duduk selama berjam-jam. Akibatnya Anda menjadi kurang gerak dan ini merangsang penyumbatan pada usus.

Selama perjalanan, Anda sering kali mengabaikan keinginan untuk buang air karena ingin cepat sampai ke tempat tujuan. Selain itu, untuk menghindari bolak-balik buang air kecil, biasanya Anda membatasi minum air dan asupan makanan yang Anda konsumsi selama di perjalanan juga menjadi berubah. Ini membuat Anda semakin sulit untuk buang air besar nantinya.

Perbedaan waktu di tempat Anda berada juga bisa menimbulkan masalah. Rutinitas buang air besar yang biasanya Anda lakukan menjadi bergeser atau mengalami perubahan. Ini mengacaukan siklus buang air besar Anda seperti biasanya.

Kemudian, menyiapkan tiket, mengepak pakaian, dan kemacetan selama perjalanan bisa meningkatkan kadar stres. Ini bisa memengaruhi keteraturan pergerakan usus, serta menyebabkan perut kembung atau buang angin. Periset percaya bahwa ada interaksi antara sistem saraf pusat, yaitu otak dengan sumsum tulang belakang dan sel-sel yang ada pada usus.

Bagaimana cara mencegah sulit BAB ketika sedang bepergian?

Kondisi mikroba pada perut satu orang dengan lainnya itu berbeda. Tidak ada cara yang benar-benar manjur untuk mencegah kondisi ini saat bepergian. Namun, setidaknya beberapa tips berikut bisa meringankan sembelit yang Anda alami, seperti:

  • Cukupi asupan cairan. Mengonsumsi banyak air putih atau jus buah dapat melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Hindari mengonsumsi banyak minuman beralkohol atau berkafein karena keduanya membuat dehidrasi.
  • Makan cukup serat. Makanan berserat tinggi seperti biskuit gandum, sereal, yogurt, kacang, atau roti bisa melunakkan feses. Hindari makanan rendah serat seperti es krim, keju, makanan olahan, atau permen yang bisa memperparah kondisi sembelit nantinya.
  • Tetap aktif bergerak. Selama perjalanan, gerakan Anda menjadi terbatas. Sebaiknya setelah sampai di tempat tujuan atau di tempat peristirahatan, lakukan sedikit peregangan.
  • Jangan menunda untuk buang air. Minum air selama perjalanan akan membuat Anda lebih mudah buang air nantinya. Jika sudah merasa kebelet untuk kencing atau buang air besar, jangan menundanya.
  • Istirahat yang cukup. Ini mungkin akan menenangkan pikiran Anda dan mengurangi stres yang melanda selama bepergian.

Jangan lupa untuk membawa obat pencahar dan peralatan kebersihan untuk membersihkan toilet atau diri Anda setelah buang air. Gunakan obat pencahar dengan bijak, sesuai dosis. Mungkin sebagian dari Anda tidak terbiasa menggunakan toilet umum pada saat melakukan perjalanan jauh, tapi ini bisa disiasati. Misalnya dengan membawa tisu sendiri atau sambil mendengarkan musik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca