9 Jenis Distrofi Otot yang Perlu Anda Tahu dan Waspadai

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/12/2018
Bagikan sekarang

Distrofi otot adalah kondisi pelemahan otot yang diakibatkan oleh mutasi genetik. Gen yang seharusnya bertugas menghasilkan protein untuk menjaga massa otot malah berubah menyebabkan otot makin melemah karena kekurangan protein. Penyakit ini terdiri dari beberapa jenis, jadi gejala yang ditimbulkan akan berbeda. Yuk, pahami lebih dalam mengenai berbagai jenis distrofi otot lewat ulasan berikut ini.

Berbagai jenis distrofi otot yang perlu Anda ketahui

Ada banyak jenis distrofi otot sehingga tidak semua orang akan menunjukkan gejala yang sama dan membutuhkan perawatan yang sama.

Beberapa jenis distrofi otot yang perlu Anda tahu, antara lain:

1. Myotonic (Steinert’s disease)

Jenis distrofi otot yang paling umum terjadi pada orang dewasa yang awalnya muncul dari masa kanak-kanak. Orang dengan kondisi ini sering mengalami myotonia (kekejangan atau kekakuan) pada otot berkepanjangan setelah digunakan dan memburuk saat terpapar udara dingin.

Selain gangguan pada otot, penyakit ini dapat memengaruhi sistem saraf pusat, jantung, mata, saluran pencernaan, dan kelenjar penghasil hormon.

2. Duchenne muscular dystrophy

Ini adalah bentuk distrofi otot yang hanya menyerang anak laki-laki di sekitar usia 2-6 tahun. Penurunan kemampuan otot akibat distrofi otot ini terjadi sangat cepat.

Pada beberapa kasus, lengan, kaki, dan tulang belakang lambat laun menjadi cacat dan disertai gangguan kognitif sehingga anak perlu pakai kursi roda untuk bergerak mulai di usia sekitar 12 tahun.

Tahap akhir dari penyakit ini adalah masalah pernapasan dan gangguan pada jantung sehingga dapat menyebabkan kematian di usia belasan atau awal 20 tahunan.

3. Becker

Becker tidak berbeda jauh dengan Suchenne, hanya saja perkembangan penyakitnya lebih lambat. Jenis distrofi ini menyerang anak laki-laki usia 2-16 tahun, tapi bisa juga muncul paling lambat di usia 25 tahun.

Komplikasi parah dari penyakit ini adalah masalah jantung dan kehilangan kemampuan berjalan di usia 30 tahun-an.

4. Facioscapulohumeral

Tipe distrofi otot ini hanya memengaruhi otot wajah, otot sekitar tulang belikat, dan tulang lengan atas. Umumnya penyakit ini muncul di usia remaja dan awal usia dewasa. Perkembangan penyakitnya lambat, yang dapat meliputi masalah berjalan, sulit mengunyah, dan berbicara.

5. Limb-girdle

Jenis disrotofi otot ini menyerang remaja dan orang dewasa. Gejala hanya terjadi pada otot di sekitar pinggul, bahu, lengan, dan kaki yang akan melemah secara bertahap.

Komplikasi terburuknya adalah tidak dapat berjalan.

6. Oculopharyngeal

Penyakit ini hanya memengaruhi otot di sekitar mata, wajah, dan tenggorokan yang disusul dengan kelemahan otot panggul dan bahu seiring waktu.

Orang dengan kondisi ini akan susah menelan, berbicara, sering tersedak, dan mengalami radang paru-paru berulang.

7. Distal

Tipe distrofi otot ini langka namun lebih ringan dan hanya menyerang orang dewasa. Area otot yang dipengaruhi adalah bagian seluruh tangan dan kaki. Perkembangan penyakitnya termasuk lambat dibanding jenis lainnya.

8. Emery-Dreifuss

Jenis distrofi otot langka yang umumnya menyerang anak laki-laki. gejala awalnya adalah kelemahan otot di sekitar bahu, lengan atas, dan kaki bawah.

Seiring waktu, kelemahan otot akan menyebar ke area panggul dan otot dada. Kelemahan otot juga diikuti dengan pemendekan otot (kontraktur).

9. Kongenital (bawaan lahir)

Bentuk disrofi otot ini sudah terlihat jelas sejak lahir atau sebelum memasuki usia 2 tahun. Anak yang memiliki distrofi kongenital mengalami pemendekan DNA yang menyebabkan penyusutan otot dan masalah sendi. Kondisi ini juga menimbulkan kelainan otak yang menyebabkan anak sering kejang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Otot Kedutan Termasuk Gejala Multiple Sclerosis?

Otot bisa kedutan ketika Anda gugup, stres, cemas, atau bahkan kelelahan. Namun begitu, otot kedutan mungkin juga menjadi tanda gejala multiple sclerosis.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Otot Jadi Mengecil Setelah Patah Tulang, Apakah Wajar?

Otot di bagian tubuh yang mengalami patah tulang bisa melemah dan lama-lama mengecil. Apa penyebab otot mengecil, dan adakah cara menanganinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Myofascial Pain Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Myofascial pain syndrome biasanya terjadi akibat otot yang aus setelah digunakan berulang kali, misalnya ketika berolahraga atau mengoperasikan mesin berat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Multiple System Atrophy (MSA), Gangguan yang Bisa Sebabkan Kelumpuhan Pada Lansia

Makin menua, fungsi tubuh makin turun. Tapi multiple system atrophy (MSA) bisa membuat saraf-saraf lansia tidak berfungsi lagi. Ini gejala dan penyebabnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar

Direkomendasikan untuk Anda

anak jatuh gejala distrofi otot pada anak

5 Gejala Distrofi Otot yang Mengganggu Keseimbangan dan Gerak Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/12/2018
klonus adalah

Penyakit Klonus, Ketika Otot Terus Berkedut dan Berkontraksi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/08/2018
myasthenia gravis adalah otot tubuh melemah

Miastenia Gravis, Penyakit Autoimun yang Membuat Otot Tubuh Melemah di Usia Paruh Baya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/08/2018
manfaat angkat beban

Yang Terjadi Pada Otot Setelah Anda Mulai Rajin Latihan Angkat Beban

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2018