Penyakit jantung dan hipertiroid memiliki beberapa gejala yang mirip sehingga bisa bikin waswas. Terlebih karena gejala keduanya serupa, dokter mungkin juga pada awalnya kesulitan untuk membuat diagnosis. Meski begitu, baik gejala penyakit jantung dan gejala hipertiroid tetap berbeda. Simak ulasannya berikut ini.

Gejala hipertiroid hampir sama dengan gejala penyakit jantung

Hipertiroid adalah sekumpulan gejala yang diakibatkan oleh produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid. Hormon tiroid berperan dalam metabolisme energi, mengatur suhu tubuh, dan membantu kerja organ vital tubuh seperti jantung, pencernaan, otot, dan sistem saraf.

Sementara itu, penyakit jantung adalah gangguan yang memengaruhi kondisi, fungsi, dan cara kerja jantung. Istilah penyakit jantung umumnya mengacu pada kondisi yang terkait dengan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina), stroke, gangguan otot jantung, gangguan ritme jantung, atau juga gangguan pada katup jantung.

Gejala hipertiroid dan gejala penyakit jantung hampir sama, sehingga terkadang membuat panik dan waswas. Berikut beberapa gejala yang umum muncul pada kasus hipertiroid dan penyakit jantung:

  • Denyut jantung yang cepat atau tidak teratur; sering berdebar-debar
  • Tekanan darah tinggi
  • Berkeringat banyak
  • Pusing
  • Sesak napas

Lalu apa bedanya gejala hipertiroid dan penyakit jantung?

Gejala penyakit jantung umumnya disertai dengan rasa nyeri dada, dada terasa sesak, atau dada terasa ditekan oleh beban yang amat berat. Nyeri bisa menjalar hingga ke sekitar leher, rahang, perut bagian atas atau bahkan terasa nyeri di punggung. Selain itu, yang membedakan gejala penyakit jantung dengan gejala hipertiroid adalah napas pendek. Anda lebih mudah kehabisan napas saat beraktivitas atau berolahraga.

Gejala hipertiroid biasanya didahului dengan pembengkakan atau pembesaran kelenjar tiroid yang bisa bisa dilihat dengan jelas di bagian leher, khas benjolan besar di leher akibat gondok. Penyakit jantung tidak menyebabkan pembengkakan pada leher.

Agar Anda bisa lebih yakin, sebaiknya pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter dapat melakukan pengecekan kadar tiroid lewat tes darah. Jika hasilnya normal, maka mungkin keluhan yang Anda alami adalah gejala penyakit jantung.

Penyakit hipertiroid bisa memicu penyakit jantung

Meski begitu, bukan berarti Anda bisa menganggap enteng penyakit hipertiroid. Jika tidak ditangani dengan benar, hipertiroidisme dapat menjadi faktor risiko masalah jantung.

Dilansir dari laman Harvard Medical School, hipertiroidisme dapat meningkatkan risiko Anda mengalami aritmia (denyut jantung tidak normal) akibat jantung yang mendapatkan stimulasi berlebihan dari produksi kelenjar tiroid. Hipertiroid juga meningkatkan risiko Anda mengalami hipertensi, yang bisa memicu berbagai penyakit jantung di kemudian hari.

Selain itu, tiroid yang terlalu aktif akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dan lebih cepat, sehingga lama-kelamaan dapat menyebabkan gagal jantung.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca