Ternyata Berbahaya, Ini Gejala Gangguan Elektrolit yang Tak Boleh Diabaikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Elektrolit adalah berbagai mineral terurai dalam cairan tubuh yang membentuk ion-ion. Mineral yang termasuk dalam elektrolit antara lain natrium, kalium, klorida, magnesium, kalsium, dan fosfat. Elektrolit harus tetap seimbang agar tubuh Anda dapat berfungsi dengan normal. Saat terjadi jumlahnya tidak seimbang, tubuh Anda dapat mengalami beragam gejala gangguan elektrolit.

Gejala gangguan elektrolit secara umum

dehidrasi saat puasa

Gangguan elektrolit yang ringan mungkin tidak akan menimbulkan tanda apa pun. Anda baru akan merasakan gejalanya saat jumlah elektrolit di dalam tubuh jauh di bawah atau di atas normal alias memasuki tingkatan yang parah. Gejalanya pun dapat berbeda-beda, tapi orang yang mengalami gangguan elektrolit umumnya akan merasakan kondisi berupa:

  • detak jantung tidak beraturan atau bertambah cepat
  • tubuh lesu dan tidak kunjung membaik
  • mual dan muntah
  • diare atau sembelit
  • kejang
  • sakit kepala
  • otot tubuh kram atau terasa lemah
  • mati rasa, sensasi geli pada kulit, atau timbul kedutan
  • nyeri perut
  • mudah marah atau mudah bingung

Gejala gangguan elektrolit berdasarkan jenis mineral

Kejang dan Epilepsi Gabapentin obat apa

Gangguan elektrolit adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah mineral menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari rentang normal. Dalam istilah medis, jumlah yang lebih tinggi dari normal diawali dengan imbuhan “hiper-”, sedangkan jumlah yang lebih rendah dari normal diawali dengan “hipo-”.

Setiap jenis mineral bisa saja jumlahnya tidak normal dan memiliki gejalanya masing-masing.

1. Natrium

Natrium penting untuk mengatur fungsi sistem saraf dan kontraksi otot. Jumlah natrium yang terlalu rendah akan menimbulkan gejala berupa sakit kepala, perubahan kondisi mental, mual dan muntah, rasa lelah, kejang, hingga koma. Sedangkan jumlah natrium di atas normal dapat menimbulkan gejala serupa, tapi disertai dengan rasa haus.

2. Kalium

Kalium adalah mineral yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi jantung, sistem saraf, dan otot. Hipokalemia dan hiperkalemia ringan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Namun, jika gangguan pada komponen elektrolit ini terus berlanjut, Anda akan mengalami gejala berupa denyut jantung yang tidak beraturan. Jumlah kalium yang terlalu rendah bahkan dapat menyebabkan gejala lebih parah seperti kram dan kejang.

3. Kalsium

Selain penting untuk kesehatan tulang dan gigi, kalsium juga dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah normal dan mengendalikan kontraksi otot. Hipokalemia ringan tidak memiliki gejala, tapi bila tidak ditangani akan menyebabkan perubahan warna kulit, kuku, dan rambut.

Kekurangan kalsium yang parah juga dapat menyebabkan nyeri otot hingga kejang. Sebaliknya, hiperkalemia yang tidak diatasi bisa mengakibatkan nyeri perut serta gangguan pada sistem saraf, otot, dan pencernaan.

4. Klorida

Klorida adalah komponen yang menjaga keseimbangan asam dan basa dalam elektrolit. Gejala hipokloremia antara lain dehidrasi, tubuh lesu, kesulitan bernapas, muntah, dan diare. Sementara itu, hiperkloremia memiliki gejala yang lebih beragam. Sebagian besar gejalanya menyerupai tanda-tanda gangguan elektrolit secara umum.

5. Magnesium

Magnesium adalah komponen elektrolit yang berguna dalam pengaturan fungsi saraf, denyut jantung, dan kontraksi otot. Kekurangan magnesium ditandai dengan gejala yang menyerupai kekurangan kalium dan kalsium. Sementara kelebihan magnesium biasanya menimbulkan gangguan pernapasan, perubahan denyut jantung, dan penurunan tekanan darah.

6. Fosfat

Fungsi tubuh tidak akan berjalan normal tanpa adanya fosfat. Kekurangan fosfat umumnya tidak menunjukkan gejala, tapi kondisi ini dapat menimbulkan masalah pernapasan, kejang, hingga gagal jantung. Gejala gangguan elektrolit juga tidak tampak saat tubuh Anda kelebihan fosfat sehingga perlu diperiksa lebih lanjut.

Gejala gangguan elektrolit amat bervariasi dan tergantung pada jenis mineral yang bermasalah. Anda juga dapat mengalami gejala yang tidak tampak dari luar seperti perubahan tekanan darah, gangguan sistem saraf, dan masalah pada tulang.

Jangan mengabaikan semua gejala tersebut, karena gangguan elektrolit parah yang tidak segera ditanggapi bisa mengakibatkan komplikasi hingga berakibat fatal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Air Kelapa Memang Sehat, Tapi Bahaya Jika Diminum Terlalu Banyak

Air kelapa memang memiliki segudang manfaat. Akan tetapi, adakah efek samping yang ditimbulkan jika terlalu sering minum air kelapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 16 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

Kenali Gejala Kekurangan Mineral yang Paling Sering Terjadi Pada Anak

Kekurangan asupan mineral pada anak akan berpengaruh terhadap proses tumbuh kembangnya. Jangan disepelekan, pahami beragam gejala saat anak kurang mineral.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 8 Juni 2019 . Waktu baca 12 menit

Cara Mengobati Hiponatremia, Saat Tubuh Kekurangan Natrium

Natrium yang rendah dalam tubuh menyebabkan hiponatremia yang bisa berujung pada komplikasi. Yuk ketahui cara mengatasi kekurangan natrium di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Kalau Tubuh Mengalami Gangguan Elektrolit?

Orang yang baru selesai olahraga rentan terkena gangguan elektrolit kalau tidak segera minum atau istirahat. Apa itu gangguan elektrolit dan apa gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
refeeding syndrome

Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
penyebab gangguan elektrolit

3 Penyebab Tidak Seimbangnya Elektrolit dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
gangguan keseimbangan cairan elektrolit

Gangguan Elektrolit Bisa Berakibat Fatal, Ini 5 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit