Orangtua Wajib Tahu Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Kelima (Erythema Infectiosum) Pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/10/2018 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Ada banyak kondisi medis yang bisa menyebabkan kemunculan ruam merah di pipi, seperti rosacea dan lupus. Namun pada segelintir kasus, ruam pipi bisa disebabkan oleh erythema infectiosum. Erythema infectiosum adalah penyakit menular akibat infeksi parvovirus B19 yang umumnya menyerang anak-anak sekitar usia 5-14 tahun. Nama lain dari erythema infectiosum adalah penyakit kelima (fifth disease). Penyakit ini menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada anak-anak. Simak terus tentang cara mencegah dan mengobati erythema infectiosum.

Penularan erythema infectiosum adalah lewat udara

Penyebab penyakit erythema infectiosum adalah parvovirus B19. Virus ini menyebar lewat udara melalui cipratan air liur dan dahak saat bersin atau batuk. Parvovirus juga dapat menular dari satu orang yang lainnya lewat kontak kulit yang dekat, berulang, dan lama.

Parvovirus 19 bisa bermukim dalam tubuh dalam waktu 4 sampai 14 hari setelah tubuh terinfeksi. Rentang waktu ini disebut dengan inkubasi. Virus akan cepat menyebar di keramaian tempat orang banyak berkumpul, seperti sekolah. Orang cederung terpapar virus ini saat musim pancaroba, yaitu pergantian musim hujan ke musim kemarau.

Apa saja tanda dan gejala erythema infectiosum?

petechiae

Gejala erythema infectiosum cenderung ringan, bahkan bisa tidak muncul sama sekali pada beberapa orang. Namun, erythema infectiosum justru paling menular selama masa inkubasi (4-14 hari virus berdiam dalam tubuh setelah paparan pertama). Maka Anda tetap harus mewaspadai gejala yang mungkin muncul. Biasanya Anda akan mengalami gejalanya sekitar 1 hingga 6 minggu sebelum akhirnya benar-benar sembuh.

Gejala awal

Sekitar 10 persen orang biasanya memiliki gejala awal selama 5 hingga 10 hari yang ditandai dengan:

  • Demam ringan
  • Kelelahan
  • Gatal
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala

Gejala utama

Saat virus mulai berkembang, gejala lainnya yang akan muncul yaitu:

  • Demam yang lebih tinggi dari sebelumnya
  • Memiliki gejala mirip flu
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan

Selain berbagai gejala di atas, sebagian orang akan merasakan gejala lain seperti mual, diare, sakit perut, dan nyeri sendi yang biasanya dirasakan oleh orang dewasa. Nyeri sendi pada orang dewasa biasanya menyerang tangan, pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Rasa nyeri ini dapat berlangsung selama dua minggu hingga lebih dari setahun.

Setelah itu, ruam di pipi akan muncul dalam tiga tahap, yaitu:

Tahap pertama

Ruam merah seperti berjerawat (papula) yang akan muncul di pipi. Setelah muncul papula merah kemudian dalam beberapa jam akan membentuk plak merah, sedikit bengkak, dan terasa hangat. Namun, ruam ini tidak muncul di hidung dan sekitar mulut.

Tahap kedua

Setelah empat hari, ruam ini kemungkinan akan muncul di lengan dan juga tubuh. Biasanya bentuknya menjadi seperti pola berenda.

Tahap ketiga

Tahap ketiga yaitu ruam berulang. Pada fase ini ruam sebenarnya sudah hilang. Namun, ketika Anda terkena paparan sinar matahari langsung maka ini hal bisa memicunya untuk muncul kembali. Biasanya ketika Anda hampir sembuh, ruam akan terasa gatal tetapi tidak menimbulkan rasa sakit.

Ketika gejala ruam muncul, maka virus ini tidak lagi menular. Maka, Anda tetap bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa khawatir akan menularkannya.

Pengobatan untuk erythema infectiosum

Penyakit kelima tidaklah parah bagi kebanyakan anak. Sebagian besar kasus erythema infectiosum juga tidak memerlukan perawatan khusus. Pengobatan yang ada hanya untuk mengurangi gejalanya. Misalnya untuk demam, flu, dan keluhan nyeri seperti sakit kepala atau nyeri sendi, Anda dapat memberikan paracetamol atau ibuprofen. Sementara untuk meredakan gatal ruam kulit, Anda bisa berikan antihistamin.

Selebihnya, Anda bisa mengonsumsi banyak cairan dan istirahat yang cukup untuk mempercepat pemulihan. Namun, jika sistem kekebalan tubuh terus melemah kemungkinan dokter merekomendasikan Anda untuk dirawat di rumah sakit untuk kemudian diberikan antibodi melalui transfusi darah.

Penyakit ini kadang juga menghampiri orang dewasa dan bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Adakah cara untuk mencegah erythema infectiosum?

cuci tangan sebelum seks

Pada dasarnya, tidak ada vaksin atau obat yang dapat mencegah infeksi Parvovirus B19. Namun, Anda dapat mengurangi kemungkinan untuk terinfeksi atau menginfeksi orang lain dengan cara:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air.
  • Menutup mulut serta hidung saat batuk dan bersin.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan juga mulut saat sedang sakit.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sakit.
  • Bed rest di rumah saat sedang sakit.
  • Selalu menjaga sistem kekebalan tubuh agar selalu kuat, dengan cara makan bergizi, olahraga dan istirahat cukup.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Imbauan penggunaan masker saat bepergian berlaku untuk siapa pun, termasuk anak. Apa saja aturan yang harus diperhatikan ketika anak memakai masker?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 08/05/2020 . 6 menit baca

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/04/2020 . 1 menit baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . 4 menit baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
leher bayi merah

5 Penyebab Leher Bayi Kemerahan dan Apa yang Bisa Ortu Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
penyakit kawasaki covid-19 anak

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 5 menit baca
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 menit baca