Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Keloid adalah pertumbuhan jaringan kulit berlebih yang muncul di sekitar luka setelah pulih. Bukannya berbentuk rata, keloid menebal dan menyebar ke luar melebihi luas area luka semula. Apa penyebab keloid dan bagaimana cara menghilangkan keloid?

Apa penyebab keloid?

Penyebab keloid masih belum dapat dipastikan. Dokter hanya mengetahui bahwa orang-orang berkulit lebih gelap lebih mungkin mengalami pertumbuhan kulit ekstra ini hingga 15 kali lipat daripada orang yang berkulit pucat atau putih.

Penebalan kulit ini seringnya terjadi diawali oleh cedera atau luka pada kulit, yang bisa diakibatkan oleh:

Keloid biasanya muncul pada dada, punggung, bahu, dan daun telinga. Keloid jarang muncul pada wajah, kecuali pada rahang.

Bagaimana cara tahunya apabila luka itu adalah keloid?

Keloid adalah area kulit yang:

  • Kasar atau menebal dan lebih timbul terangkat daripada area kulit sekitarnya.
  • Mengkilap dan berbentuk cembung
  • Berwarna aneh berkisar dari merah muda hingga merah
  • Gatal, nyeri dan kadang terasa sakit saat disentuh

Keloid dapat menyebabkan masalah kepercayaan diri karena kadang bentuknya tampak cukup besar. Selain itu, pertumbuhan jaringannya bisa mengeras yang membatasi gerak tubuh Anda, bahkan menyebabkan nyeri atau iritasi ketika tergesek pakaian atau bentuk gesekan lainnya.

Apa yang harus dilakukan apabila Anda memiliki keloid?

Keloid bersifat jinak dan tidak memerlukan perhatian medis, kecuali benar-benar mengganggu. Jaringan kulit ekstra tersebut bisa diangkat lewat operasi.

Namun, keloid yang terus bertumbuh tidak terkendali, dengan atau tanpa gejala tambahan, dapat menjadi pertanda suatu gangguan seperti kanker. Pada kasus tersebut, orang tersebut perlu mengunjungi dokter dan melakukan pemeriksaan visual, disertai biopsi untuk menentukan kondisi sebenarnya.

Bagaimana cara menghilangkan keloid?

Pilihan cara untuk menghilangkan keloid meliputi:

  • Suntikan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
  • Minyak pelembap untuk melembapkan jaringan, menjaganya tetap lembut.
  • Membekukan jaringan untuk membunuh sel kulit.
  • Perawatan laser untuk mengurangi jaringan luka.
  • Radiasi untuk menyusutkan keloid.

Untuk keloid baru, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang tidak terlalu invasif, seperti pad silikon, perban atau suntikan.

Untuk keloid berukuran besar atau yang sudah lama, dokter dapat menyarankan operasi untuk mengangkat luka. Namun karena keloid merupakan akibat dari mekanisme tubuh yang memperbaiki diri, cara ini mungkin tidak efektif.

Seperti yang disebutkan Dermatology Online Journal, kemungkinan luka keloid kembali setelah operasi cukup tinggi. Jaringan tersebut mungkin bisa tumbuh kembali pada suatu saat di kemudian hari dan mungkin lebih besar dari sebelumnya. Suntikan steroid dapat digunakan untuk menurunkan risiko tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit