Meluruskan 6 Mitos Seputar Varises yang Masih Dipercaya Khalayak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak sedikit orang yang minder dan malu karena punya varises pada tubuhnya. Ya, urat-urat biru yang menonjol di kaki memang sangat mengganggu penampilan, terlebih bagi Anda yang suka pakai celana pendek atau rok (bagi wanita). Sayangnya, masih banyak orang yang mengira bahwa kondisi ini muncul karena Anda terlalu banyak duduk atau berdiri. Padahal, ini cuma mitos, lho. Lantas, apa saja mitos varises lainnya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Beragam mitos varises yang terbukti salah

Mitos varises yang beredar di masyarakat terkadang membuat Anda bingung dan malah semakin takut. Untuk meluruskannya, berikut ini beberapa mitos varises yang tak perlu Anda percaya lagi.

1. Varises tidak berbahaya

menghilangkan varises

Adanya varises di bagian kaki memang bukan pemandangan yang bagus, apalagi bagi wanita yang sering pakai rok. Namun ternyata, kondisi ini tidak sekadar menjadi masalah kecantikan saja, lho.

Seorang ahli bedah vaskular di Bellevue, Washington, Kathleen D. Gibson, MD., mengungkap kepada Everyday Health bahwa varises bukanlah masalah sepele, tapi justru cukup berbahaya.

Gejala varises tidak hanya seputar munculnya urat-urat biru yang menonjol di kaki, sering juga menyebabkan bengkak dan kram kaki. Jika tidak segera diobati, varises dapat menyebabkan penggumpalan darah kaki yang disebut dengan deep vein thrombosis.

2. Karena kelamaan duduk atau berdiri

kerja sambil berdiri

Mitos varises yang satu ini masih banyak dipercaya oleh masyarakat. Katanya, varises hanya bisa dialami oleh orang yang punya kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama. Misalnya pada orang yang berprofesi sebagai guru, pramugari, atau sekretaris.

Padahal sebetulnya tidak demikian, lho. Penyebab varises yang sebenarnya adalah ketika pembuluh darah balik (vena) di kaki tidak berfungsi dengan baik.

Vena memiliki katup satu arah yang mengalirkan darah menuju jantung dan mencegah aliran darah tersebut kembali ke organ. Jika katup ini rusak, maka darah akan berkumpul di pembuluh darah dan gagal menuju jantung.

Terlebih lagi, pembuluh vena di kaki terletak paling jauh dari jantung sehingga membuat darah semakin sulit naik ke jantung. Alhasil, pembuluh vena jadi bengkak dan memicu varises.

Namun memang, hal ini bisa dipicu oleh kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama meskipun tidak secara langsung, Sebab, ada juga hal-hal lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya varises, seperti usia dan kehamilan.

3. Hanya bisa dialami oleh wanita

cara menghilangkan varises dengan skleroterapi
Mitos varises yang satu ini tak perlu Anda percaya lagi. Meskipun varises memang lebih sering dialami oleh wanita, pria pun juga bisa terkena penyakit yang sama, lho.

Hal ini dilaporkan pertama kali oleh Steve Hand, pria usia 51 tahun asal Kirklan, Washington yang terkena varises di usia 20-an. Ia mengeluh kedua kakinya terasa berat setelah pergelangan kakinya terkilir saat bermain basket.

Dianggap terkilir biasa, ternyata kakinya terkena varises. Ini artinya, baik pria maupun wanita tidak terlepas dari risiko varises.

4. Varises selalu terlihat di kaki

Kebanyakan kasus varises dapat dilihat dengan mudah dari urat-urat biru yang menonjol di kaki. Kondisi ini terjadi karena varisesnya terletak di permukaan kulit sehingga Anda bisa melihatnya dengan jelas.

Namun, varises ternyata juga bisa muncul lebih dalam dari permukaan kulit. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang punya banyak jaringan lemak di antara otot dan kulit, sehingga varisesnya tidak terlalu terlihat.

Jika Anda sering mengalami kram kaki atau kaki bengkak, tapi tidak ada urat-urat yang menonjol di kaki, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Ini bertujuan untuk memastikan apakah penyebab kaki bengkak tersebut disebabkan oleh varises atau buka.

5. Pola hidup sehat tidak bisa mengobati varises

Siapa bilang kalau varises tidak bisa diobati secara alami? Menurut Andrew F. Alexis, MD, MPH, seorang ketua departemen dermatologi di Mount Sinai St. Luke’s and Mount Sinai Roosevelt di New York, mengungkapkan bahwa gaya hidup Anda sangat penting untuk mempercepat penyembuhan varises.

Orang yang bertubuh tambun alias mengalami obesitas akan lebih rentan terkena varises. Pasalnya, berat badannya terlalu keras menekan pembuluh vena di kaki sehingga memicu varises.

Kalau sudah begitu, jangan buru-buru mengambil langkah operasi untuk mengatasinya. Justru, ada banyak cara alami yang bisa Anda lakukan, salah satunya dengan mengendalikan berat badan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan stocking khusus untuk membantu mengatasi kaki bengkak dan varises.

6. Varises bisa disembuhkan total

bahaya penggumpalan darah

Meskipun ada banyak pengobatan varises yang ampuh, namun sayangnya varises tidak bisa disembuhkan secara total. Pasalnya, beberapa jenis operasi hanya bisa menghilangkan varises sementara dan perlu dilakukan berulang kali supaya hasilnya maksimal.

Skleroterapi, misalnya, dapat menghilangkan varises dengan menyuntikkan bahan kimia bernama sklerosant ke dalam pembuluh darah kaki. Meski begitu, Anda perlu melakukan skleroterapi berulang kali untuk mencegahnya datang lagi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit