Muncul Benjolan di Payudara Saat Hamil, Wajar Atau Tidak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kehamilan akan mengubah banyak hal pada tubuh Anda, termasuk payudara Anda. Selain bertambah besar, Anda mungkin akan puting susu Anda mungkin jadi lebih sensitif dari biasanya. Perubahan lainnya berkaitan dengan kelenjar yang berada di sekitar area payudara, tepatnya di areola. Perubahan ini adalah munculnya benjolan di payudara saat hamil dan menyusui. Tenang, kondisi yang dikenal dengan istilah tuberkel Montgomery ini tergolong normal, kok.

Apa itu tuberkel Montgomery?

Tuberkel Montgomery adalah benjolan kecil pada puting susu dan areola (area sekitar puting yang berwarna gelap). Hal ini wajar terjadi selama kehamilan dan menyusui. Kelenjar Montgomery bertugas mengeluarkan kelenjar minyak (sebasea) yang membantu melumasi aerola dan puting susu selama kehamilan dan menyusui. Karena itu, kelenjar ini akan membesar dan mempersiapkan ibu menghadapi masa menyusui.

Jumlah benjolan pada setiap orang berbeda-beda. Beberapa mungkin hanya memiliki sedikit, sementara yang lain mungkin punya lebih banyak. Wanita hamil mungkin memiliki antara 2-28 benjolan pada setiap puting susu, bisa juga lebih.

Benjolan di payudara ini kadang menjadi lebih menonjol ketika puting mendapatkan stimulasi atau selama kehamilan dan menyusui. Benjolan serta areola bisa menjadi lebih berwarna gelap dan lebih besar. Penelitian telah menemukan antara 30-50 persen wanita hamil mengalami tuberkel Montgomery.

Benjolan di payudara ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika benjolan tampak meradang atau nyeri, mungkin kelenjar ini mengalami infeksi atau sedang tersumbat. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Anda bisa mengenali tuberkel Montgomery dengan mencari benjolan di payudara yang kecil dan timbul di sekitar areola. Namun, benjolan kecil ini juga bisa muncul di puting susu. Benjolan biasanya terlihat seperti beruntusan.

perawatan payudara saat hamil

Apa saja penyebab tuberkel Montgomery?

Perubahan hormon sering menjadi penyebab tuberkel Montgomery membesar di sekitar puting, terutama selama masa kehamilan, sekitar pubertas, dan pada saat menstruasi.

Perubahan payudara sering merupakan gejala awal kehamilan. Jadi, tuberkel Montgomery di sekitar puting susu mungkin merupakan salah satu gejala pertama kehamilan. Jika Anda melihat benjolan ini dan memiliki gejala kehamilan lainnya, Anda harus melakukan tes kehamilan di rumah. Jika positif, dokter dapat mengonfirmasi kehamilan Anda.

Kemudian pada kehamilan, Anda mungkin melihat peningkatan benjolan pada puting Anda saat tubuh bersiap untuk menyusui. Puting Anda bisa menjadi lebih gelap dan lebih besar saat kehamilan Anda berlanjut. Ini benar-benar normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Tuberkel Montgomery memungkinkan Anda untuk menyusui dengan lancar dan dilumasi. Kelenjar ini mengeluarkan minyak yang bersifat antibakteri, sehingga menjaga payudara dari kuman selama menyusui. Sekresi kelenjar ini dapat membuat air susu ibu (ASI) tidak terkontaminasi sebelum tertelan oleh bayi.

Selain itu, aroma yang dikeluarkan dari kelenjar ini dapat dideteksi oleh bayi sehingga membantu mengarahkan bayi ke payudara untuk menempel saat menyusui.

Penting bagi ibu menyusui untuk tidak mencuci puting mereka dengan sabun. Juga hindari disinfektan atau zat lain yang bisa mengeringkan atau merusak area di sekitar puting susu. Sebaliknya, bilas payudara Anda dengan air selama mandi.

Penyebab umum lainnya termasuk:

  • Stres berlebihan.
  • Kadar hormon tidak seimbang.
  • Kanker payudara.
  • Perubahan fisik tubuh, seperti kenaikan atau penurunan berat badan.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Stimulasi puting susu.
  • Menggunakan pakaian atau bra yang ketat.

Meski begitu, tidak semua wanita hamil mengalami benjolan payudara atau tuberkel Montgomery. Jadi jangan khawatir kalau Anda belum melihat adanya benjolan di payudara pada saat hamil.

Benjolan di payudara yang perlu perawatan khusus

Tuberkel Montgomery atau benjolan di payudara ini bisa menjadi tersumbat, meradang, atau terinfeksi. Jika Anda mengalami beberapa kondisi di bawah ini, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

  • Benjolan payudara menjadi kemerahan atau bengkak yang menyakitkan di sekitar area puting.
  • Perubahan payudara yang tidak biasa lainnya.
  • Mengalami keputihan dan Anda tidak sedang menyusui.
  • Mengalami gatal dan ruam pada payudara.
  • Terdapat darah pada benjolan di payudara.
  • Benjolan berisi nanah (abses).

Dalam kasus yang jarang terjadi, perubahan penampilan di sekitar area puting mungkin merupakan gejala kanker payudara. Beri tahu dokter Anda segera jika Anda melihat gejala lain kanker payudara, termasuk benjolan keras di payudara, perubahan bentuk atau ukuran payudara atau puting susu, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, penurunan berat badan yang tidak terkendali, dan keluar cairan di puting susu.

Apa yang harus dilakukan pada benjolan tuberkel Montomery?

Benjolan di payudara karena tuberkel Montgomery biasanya normal dan payudara Anda tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Benjolan biasanya akan mengecil atau hilang sendiri setelah kehamilan dan menyusui.

Jika Anda tidak hamil atau menyusui dan ingin menghilangkan benjolan ini, dokter mungkin merekomendasikan operasi. Ini adalah tindakan operasi kosmetik, dan mungkin disarankan jika benjolan payudara ini menyebabkan rasa sakit atau peradangan.

Jangan menghilangkan benjolan dengan memencetnya hingga pecah. Ini justru akan meningkatkan risiko infeksi pada puting susu Anda. Selain itu, juga akan menyebabkan rasa nyeri dan sakit yang lebih buruk.

Jika Anda ingin mengurangi ukuran benjolan Montgomery di rumah dan Anda tidak sedang hamil atau menyusui, Anda dapat mencoba pengobatan rumah berikut:

  • Tekan handuk yang telah dicelupkan ke dalam air hangat ke puting susu Anda selama sekitar 20 menit setiap malam.
  • Oleskan gel lidah buaya, shea butter, atau cocoa butter di sekitar puting Anda.
  • Perbanyak minum air putih dan kurangi asupan gula.
  • Makan makanan yang sehat, dan kurangi gula dan garam untuk mengurangi kondisi sumbatan pada kelenjar yang dapat meningkatkan ukuran benjolan di payudara.

Anda juga bisa menjaga kebersihan dan kesehatan area payudara Anda termasuk puting susu dan areola. Berikut tips untuk menjaga puting dan areola tetap bersih dan lembap selama kehamilan dan menyusui.

  • Cuci payudara dengan air bersih, hindari sabun dan disinfektan yang menyebabkan kulit kering dan iritasi.
  • Jangan gunakan astringen karena dapat mengganggu produksi minyak dari kelenjar Montgomery.
  • Anda dapat mengoleskan beberapa tetes air susu (ASI) setelah menyusui ke puting dan areola untuk tambahan kelembapan.
  • Jika kulit puting susu dan areola pecah-pecah atau sakit, gunakan lanolin yang dimodifikasi untuk mempercepat penyembuhan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyusui buah hati Anda.
  • Anda dapat menggunakan breast shells yang dapat membantu melindungi puting susu dari rasa sakit saat menyusui. Atau nipple shields untuk melindungi puting susu selama menyusui.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca