Kandungan Aluminium Dalam Deodoran, Apakah Berbahaya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team

Apakah Anda memakai deodoran setiap hari? Deodoran adalah produk anti bau badan dan keringat berlebih. Produk ini telah menjadi salah satu perawatan diri yang dinilai cukup penting. Namun, akhir-akhir ini mulai marak beredar kabar bahwa deodoran memiliki kandungan aluminium yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit serius seperti kanker dan Alzheimer. Jutaan orang yang setiap hari memakai deodoran pun otomatis menjadi cemas. Benarkah bahwa kandungan aluminium dalam deodoran tidak aman bagi kesehatan? Simak terus untuk mencari tahu jawabannya berikut ini.  

Fungsi aluminium dalam deodoran

Aluminium adalah bahan aktif yang terdapat pada kebanyakan produk deodoran dan anti keringat. Kulit akan menyerap bahan aktif ini dan fungsinya adalah menghambat kelenjar keringat pada ketiak. Dengan begitu, tubuh tidak akan memproduksi keringat sebanyak biasanya sehingga bakteri tak akan berkumpul. Bakteri yang dihasilkan oleh kelenjar keringat adalah penyebab bau badan tak sedap.   

Hubungan aluminium dan kanker payudara

Banyak yang percaya bahwa cara kerja aluminium ini justru membahayakan bagi tubuh. Karena tugas aluminium adalah mencegah keringat keluar dari ketiak, teori yang banyak beredar adalah racun dan bakteri yang seharusnya dikeluarkan bersama dengan keringat pun akan ikut terjebak di dalam tubuh Anda. Karena ketiak terletak sangat dekat dengan payudara, orang-orang berspekulasi bahwa berbagai bakteri dan racun serta kandungan aluminium tersebut akan berinteraksi dengan DNA dalam tubuh. Hal ini diyakini akan berisiko menyebabkan mutasi genetik yang tidak sempurna sehingga sel kanker pun bisa tumbuh pada payudara. Aluminium juga dipercaya bisa memengaruhi hormon estrogen, yaitu hormon yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan penyebaran penyakit kanker payudara pada tubuh wanita. Risiko ini bisa semakin meningkat ketika pori-pori pada kulit yang terpapar deodoran terbuka, biasanya karena mencukur bulu ketiak.  

Hubungan aluminium dan penyakit Alzheimer

Mirip dengan teori yang berkembang seputar bahaya aluminium pada pertumbuhan sel kanker payudara, banyak juga yang menghubungkan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Orang-orang percaya bahwa aluminium akan menghalangi berbagai racun, zat berbahaya, dan bakteri untuk dibuang melalui keringat. Karena tidak dikeluarkan dari tubuh, berbagai racun dan bakteri ini akan “tersesat” dan pindah menuju kelenjar getah bening (lymph nodes) yang terdapat di sekitar leher. Bersama dengan kandungan aluminium itu sendiri, racun dan bakteri tersebut dikatakan akan berkumpul dalam jaringan otak dan pada akhirnya menyebabkan penyakit Alzheimer. Beberapa orang bahkan yakin jika sedikit saja kandungan aluminium yang diserap tubuh sudah mampu untuk menyebabkan kerusakan pada saraf otak.

Apa kata para ahli?

Meskipun teori-teori soal bahaya kandungan aluminium dalam deodoran tersebut sepertinya mungkin, para ahli masih meragukan dampak tersebut. Rupanya lembaga kesehatan, para pakar, dan pengawas keamanan produk kesehatan telah sepakat bahwa masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan dampak aluminium bagi tubuh. Secara ilmiah, bahaya aluminium bagi tubuh belum bisa dipastikan.

Menurut seorang dokter spesialis kanker yang menjabat sebagai Kepala Konten Medis American Cancer Society, belum ada penelitian yang telah berhasil menunjukkan bahwa penggunaan deodoran berisiko menyebabkan kanker payudara. Ted S. Gansler, dokter spesialis kanker tersebut juga menambahkan bahwa studi dan pengamatan yang selama ini dilakukan masih mengandung beberapa kecacatan sehingga hasilnya belum bisa dianggap valid. Fakta ini juga didukung oleh National Cancer Institute yang menyatakan bahwa penelitian awal yang menyebabkan kegelisahan dalam masyarakat tersebut tidak mengungkapkan bahwa Anda yang menggunakan deodoran lebih berisiko terserang kanker payudara.

Sementara itu, Heather M. Snyder dari Alzheimer’s Association mengungkapkan bahwa penelitian yang ada saat ini belum berhasil menarik garis hubungan antara aluminium, deodoran, dan penyakit Alzheimer. Menurutnya, aluminium dalam deodoran bahkan tidak akan terserap oleh tubuh. Aluminium bekerja untuk mencegah keringat dengan cara membangun lapisan penghalang pada permukaan kulit di mana Anda menggunakan deodoran. Lapisan tersebut terbentuk karena reaksi aluminium dengan kandungan air dalam keringat. Ahli dermatologi dari American Academy of Dermatology juga membenarkan fakta tersebut. Ia lebih jauh menjelaskan bahwa dalam kondisi pori-pori terbuka, kandungan aluminium tak akan bisa masuk hinga kelenjar getah bening atau saluran lainnya karena jumlahnya pun sangatlah sedikit.

Jadi benarkah bahwa aluminium dalam deodoran berbahaya?

Sejauh ini, para ahli masih mendebatkan dan meneliti lebih jauh soal bahaya deodoran yang mengandung aluminium. Tenaga kesehatan di seluruh dunia menghimbau orang-orang untuk lebih baik fokus menjalani gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, menjaga pola makan, dan rutin memeriksa kesehatan secara umum. Lagipula, risiko kanker payudara dan penyakit Alzheimer biasanya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat dan faktor genetik, bukan penggunaan deodoran beraluminium semata.

Jika Anda khawatir dengan bahaya aluminium, sebaiknya pilih deodoran yang bebas aluminium. Perhatikan informasi kandungan yang tertera pada label produk yang Anda pilih. Anda juga bisa mencari alternatif deodoran yang lebih ringan dan bebas bahan kimia berbahaya, misalnya bedak atau baking soda.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca