Fenomena Pareidolia, Melihat Sosok Atau Wajah Orang Pada Benda Mati

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika Anda melihat gambar rumah di atas, apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Kebanyakan orang tentu berpikiran bahwa rumah tersebut tampak seperti wajah orang yang sedang takut atau kaget. Atau pernahkah Anda menatap langit yang berawan, kemudian melihat sekumpulan awan yang mirip sekali dengan bentuk wajah seseorang, lengkap dengan ekspresinya? Nah, inilah yang dinamakan dengan pareidolia.

Mungkin sebagian dari kita sempat mengalami sendiri fenomena tersebut. Lantas, apakah hal tersebut termasuk kondisi normal atau merupakan sebuah gejala penyakit tertentu? Mari mengenal lebih jauh mengenai kondisi ini.

Apa itu pareidolia?

Pareidolia adalah sebuah fenomena psikologis di mana seseorang dapat mengenali suatu bentuk, pola, atau objek tertentu—biasanya wajah—padahal yang dilihat adalah benda mati. Dalam ilmu kesehatan, fenomena seperti ini terkadang digolongkan ke dalam ilusi visual (keliru menangkap dan mengartikan suatu gambar) atau bahkan halusinasi visual (seolah-olah melihat wajah padahal tidak ada apa-apa).

Secara global, belum ada data mengenai berapa banyak orang yang pernah atau sedang mengalami pareidolia. Namun, diperkirakan cukup banyak orang yang pernah merasakan fenomena tersebut, di mana jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

Apakah fenomena ini merupakan sebuah penyakit?

Otak manusia memiliki area yang bertanggung jawab terhadap pengenalan dan persepsi akan wajah, yaitu pada bagian depan (frontal) dan samping (temporal) otak. Sebagian ahli berpendapat bahwa beberapa orang memang terlahir dengan kecenderungan untuk langsung memproses suatu benda mati menjadi bagian-bagian wajah tertentu sehingga pareidolia dianggap sebagai sesuatu yang normal, tak perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi, kelompok peneliti lainnya berpendapat bahwa munculnya fenomena ini dapat menjadi salah satu gejala adanya penyakit lain, terutama yang berhubungan dengan sistem saraf pusat manusia.

Lagipula, ini juga tergantung pada seberapa sering Anda mengalami fenomena ini. Apakah masih wajar layaknya orang pada umumnya? Atau sudah terlalu sering sampai aktivitas Anda sehari-hari terganggu, misalnya karena Anda sering mengira ada seseorang atau wajah yang mengamati gerak-gerik Anda, padahal tidak ada apa-apa?

Jika memang Anda sangat sering mengalaminya atau saat mengalaminya Anda benar-benar yakin melihat wajah seseorang, bisa jadi ada masalah tertentu dengan kesehatan Anda. Beberapa penyakit yang sering dikaitkan dengan pareidolia adalah:

Lewy body dementia

Salah satu gejala yang cukup sering muncul pada orang dengan lewy body dementia (penyakit pikun) adalah halusinasi visual, yang menyumbang angka hingga 70 persen dari keseluruhan pasien.

Halusinasi visual timbul akibat terjadi degenerasi bagian tertentu serta terdapatnya penumpukan Lewy body (sejenis plak berupa protein) pada beberapa area dalam otak. Akibatnya, pasien sering melihat sosok, orang, atau hewan tertentu yang sebenarnya tidak ada.

Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson merupakan suatu penyakit yang cukup banyak ditemukan dalam masyarakat. Penyakit dengan ciri penderitanya berjalan lambat disertai langkah kecil-kecil ini dipercaya muncul akibat ketidakseimbangan zat-zat pengatur di dalam otak manusia.

Dalam sejumlah penelitian, orang dengan penyakit Parkinson juga melaporkan mereka sering melihat wajah atau sosok seseorang yang sebenarnya bukan manusia, melainkan benda mati. Beberapa area otak yang berhubungan dengan persepsi penglihatan dan halusinasi diyakini berperan dalam hal ini.

Bagaimana dokter bisa memastikan diagnosis?

Pareidolia adalah suatu fenomena yang bisa didiagnosis dengan melakukan tes berisi gambar-gambar tertentu. Subjek yang diuji tersebut nantinya akan ditanya pendapatnya mengenai gambar tersebut dan responsnya akan dinilai, terutama bila subjek berkata bahwa dirinya melihat gambar tersebut menyerupai sesuatu atau seseorang.

Metode tes semacam ini bersifat sangat subjektif, benar-benar tergantung pada respons orang yang diuji. Dokter juga akan melihat gejala lainnya yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif otak seseorang.

Apakah pareidolia bisa diobati?

Bagi Anda yang pernah mengalami pareidolia, tidak perlu takut. Belum tentu fenomena tersebut merupakan penyakit karena memang sampai saat ini belum ada bukti yang kuat antara hubungan pareidolia dengan penyakit otak tertentu.

Namun, ada baiknya konsultasikan keluhan yang Anda alami kepada tenaga kesehatan apabila dirasa sangat mengganggu kegiatan Anda sehari-hari atau ada kekhawatiran dari orang-orang terdekat Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca