Fenomena Pareidolia, Melihat Sosok Atau Wajah Orang Pada Benda Mati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda melihat gambar rumah di atas, apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Kebanyakan orang tentu berpikiran bahwa rumah tersebut tampak seperti wajah orang yang sedang takut atau kaget. Atau pernahkah Anda menatap langit yang berawan, kemudian melihat sekumpulan awan yang mirip sekali dengan bentuk wajah seseorang, lengkap dengan ekspresinya? Nah, inilah yang dinamakan dengan pareidolia.

Mungkin sebagian dari kita sempat mengalami sendiri fenomena tersebut. Lantas, apakah hal tersebut termasuk kondisi normal atau merupakan sebuah gejala penyakit tertentu? Mari mengenal lebih jauh mengenai kondisi ini.

Apa itu pareidolia?

Pareidolia adalah sebuah fenomena psikologis di mana seseorang dapat mengenali suatu bentuk, pola, atau objek tertentu—biasanya wajah—padahal yang dilihat adalah benda mati. Dalam ilmu kesehatan, fenomena seperti ini terkadang digolongkan ke dalam ilusi visual (keliru menangkap dan mengartikan suatu gambar) atau bahkan halusinasi visual (seolah-olah melihat wajah padahal tidak ada apa-apa).

Secara global, belum ada data mengenai berapa banyak orang yang pernah atau sedang mengalami pareidolia. Namun, diperkirakan cukup banyak orang yang pernah merasakan fenomena tersebut, di mana jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

Apakah fenomena ini merupakan sebuah penyakit?

Otak manusia memiliki area yang bertanggung jawab terhadap pengenalan dan persepsi akan wajah, yaitu pada bagian depan (frontal) dan samping (temporal) otak. Sebagian ahli berpendapat bahwa beberapa orang memang terlahir dengan kecenderungan untuk langsung memproses suatu benda mati menjadi bagian-bagian wajah tertentu sehingga pareidolia dianggap sebagai sesuatu yang normal, tak perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi, kelompok peneliti lainnya berpendapat bahwa munculnya fenomena ini dapat menjadi salah satu gejala adanya penyakit lain, terutama yang berhubungan dengan sistem saraf pusat manusia.

Lagipula, ini juga tergantung pada seberapa sering Anda mengalami fenomena ini. Apakah masih wajar layaknya orang pada umumnya? Atau sudah terlalu sering sampai aktivitas Anda sehari-hari terganggu, misalnya karena Anda sering mengira ada seseorang atau wajah yang mengamati gerak-gerik Anda, padahal tidak ada apa-apa?

Jika memang Anda sangat sering mengalaminya atau saat mengalaminya Anda benar-benar yakin melihat wajah seseorang, bisa jadi ada masalah tertentu dengan kesehatan Anda. Beberapa penyakit yang sering dikaitkan dengan pareidolia adalah:

Lewy body dementia

Salah satu gejala yang cukup sering muncul pada orang dengan lewy body dementia (penyakit pikun) adalah halusinasi visual, yang menyumbang angka hingga 70 persen dari keseluruhan pasien.

Halusinasi visual timbul akibat terjadi degenerasi bagian tertentu serta terdapatnya penumpukan Lewy body (sejenis plak berupa protein) pada beberapa area dalam otak. Akibatnya, pasien sering melihat sosok, orang, atau hewan tertentu yang sebenarnya tidak ada.

Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson merupakan suatu penyakit yang cukup banyak ditemukan dalam masyarakat. Penyakit dengan ciri penderitanya berjalan lambat disertai langkah kecil-kecil ini dipercaya muncul akibat ketidakseimbangan zat-zat pengatur di dalam otak manusia.

Dalam sejumlah penelitian, orang dengan penyakit Parkinson juga melaporkan mereka sering melihat wajah atau sosok seseorang yang sebenarnya bukan manusia, melainkan benda mati. Beberapa area otak yang berhubungan dengan persepsi penglihatan dan halusinasi diyakini berperan dalam hal ini.

Bagaimana dokter bisa memastikan diagnosis?

Pareidolia adalah suatu fenomena yang bisa didiagnosis dengan melakukan tes berisi gambar-gambar tertentu. Subjek yang diuji tersebut nantinya akan ditanya pendapatnya mengenai gambar tersebut dan responsnya akan dinilai, terutama bila subjek berkata bahwa dirinya melihat gambar tersebut menyerupai sesuatu atau seseorang.

Metode tes semacam ini bersifat sangat subjektif, benar-benar tergantung pada respons orang yang diuji. Dokter juga akan melihat gejala lainnya yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif otak seseorang.

Apakah pareidolia bisa diobati?

Bagi Anda yang pernah mengalami pareidolia, tidak perlu takut. Belum tentu fenomena tersebut merupakan penyakit karena memang sampai saat ini belum ada bukti yang kuat antara hubungan pareidolia dengan penyakit otak tertentu.

Namun, ada baiknya konsultasikan keluhan yang Anda alami kepada tenaga kesehatan apabila dirasa sangat mengganggu kegiatan Anda sehari-hari atau ada kekhawatiran dari orang-orang terdekat Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit