Mengenal Metode Injeksi Intravena, Cara Memasukkan Obat Lewat Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

IV atau intravena adalah metode pemberian obat melalui injeksi atau infus melalui intravena. Sebenarnya, intravena sendiri memiliki arti ‘di dalam vena’. Jadi obat akan dimasukkan langsung ke pembuluh vena menggunakan jarum atau tabung yang disebut kateter IV. Prosedur injeksi intravena ini harus dilakukan oleh ahli medis professional.

Kapan metode injeksi intravena perlu dilakukan?

Metode injeksi intravena adalah tindakan medis yang harus dilakukan oleh dan dalam pengawasan ahli medis profesional. Biasanya, metode injeksi intravena ini dilakukan di rumah sakit untuk menangani pasien yang membutuhkan kontrol atas dosis obat. Metode injeksi intravena juga dapat mempercepat penyerapan obat bagi pasien. Contohnya adalah pada pasien serangan jantung, stroke, atau keracunan.

Injeksi intravena akan dilakukan ketika pasien perlu mendapatkan obat-obatan yang dosisnya harus dimasukkan secara perlahan ke dalam tubuh. Katup dan selang yang digunakan dalam metode injeksi intravena akan membuat tenaga medis dengan mudah mengatur dosis serta waktu yang ditentukan agar obat bisa terserap dengan baik.

Jenis intravena yang paling umum

Biasanya jenis intravena yang standar akan digunakan dalam jangka pendek atau paling lama 4 hari. Injeksi intravena yang standar hanya menggunakan sebuah jarum akan ditusukkan pada pembuluh vena di pergelangan tangan, siku, atau punggung tangan. Kateter kemudian akan dimasukkan menggantikan jarum.

Kateter intravena standar biasanya digunakan untuk dua jenis metode IV di bawah ini:

  • Suntik intravena, menggunakan jarum suntik biasa untuk menyuntikan obat ke kateter. Digunakan untuk memberikan obat-obatan ke pembuluh darah hanya dalam satu kali dosis.
  • Infus Intravena, digunakan untuk memberikan obat-obatan ke pembuluh darah secara konstan namun sedikit demi sedikit, terdiri atas infus pompa dan infus tetes.

Umunya, jenis intravena standar ini diberikan pada kasus-kasus rawat inap, operasi, untuk obat-obatan penghilang sakit, pengobatan mual, atau antibiotik.

Penggunaan intravena dalam jangka panjang

Jika metode injeksi intravena digunakan untuk jangka panjang seperti pada pasien kemoterapi, biasanya tenaga medis akan lebih memilih menggunakan Kateter Vena Sentral (CVC) dibanding IV standar. CVC biasanya dimasukkan melalui vena di daerah leher, lengan, atau pangkal paha.

Jadi, kateter atau jalur masuk obat akan dibuat dulu di awal pengobatan dan tidak akan dilepas hingga pengobatan selesai. CVC dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Tiga jenis CVC yang paling utama :

  • Peripherally inserted central catheter (PICC) – dimasukkan ke siku pada lengan atas langsung menuju pembuluh darah.
  • Tunneled catheter – kateter diletakkan pada pembuluh vena di leher atau jantung selama prosedur operasi yang singkat.
  • Implanted port – diimplan atau ditanam ke bawah kulit pada pembuluh vena di leher atau dada, biasanya digunakan ketika operasi.

Untuk mengetahui jenis intravena mana yang Anda butuhkan, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter.

Efek samping menggunakan intravena

Meski tindakan ini cukup aman dilakukan, tapi efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan intravena adalah:

  • Infeksi pada area suntikan.
  • Merusak pembuluh darah pada area suntikan.
  • Emboli udara (terbentuknya gelembung udara pada jantung dan paru-paru yang dapat menghambat aliran darah.
  • Pembekuan darah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosa, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Nyeri atau sakit punggung adalah sakit yang dirasakan sepanjang atau dekat tulang punggung. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit