Benarkah Foot Detox Dapat Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini beragam perawatan untuk kesehatan terus dikembangkan, salah satunya detoks kaki (foot detox). Teknik perawatan ini dipercaya dapat menghilangkan racun dari dalam tubuh. Namun, benarkah demikian? Yuk, simak penjelasan penelitian di bawah ini.

Apa itu detoks kaki?

Detoks kaki (foot detox) menjadi perawatan yang semakin terkenal. Pengembang teknik detoksifikasi kaki ini, yaitu IonCleanse, mengklaim bahwa teknik ini bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Kotoran yang dikeluarkan berasal dari kotoran di udara atau bahan kimia dan produk kecantikan yang meresap ke kulit.

Selain itu, teknik ini juga dipercaya memiliki manfaat lain, meliputi:

  • Menyeimbangkan pH tubuh
  • Mengurangi pembengkakan pada kaki
  • Meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari penyakit
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Menghancurkan mikroorganisme berbahaya

perawatan kaki

Detoks kaki memiliki beragam jenis. Selain larutan garam, ion, air, dan minyak esensial, terdapat beberapa teknik detoks lainnya, seperti:

  • Masker kaki dengan tanah liat untuk membersihkan dan melembutkan kulit kaki.
  • Lulur kaki untuk mengurangi bau dan mengangkat sel kulit mati.
  • Menggunakan bantalan kaki khusus (seperti koyo) untuk mengeluarkan racun.
  • Menerapkan teknik pijatan pada kaki agar otot kaki menjadi lebih rileks.

Bagaimana proses detoksifikasi kaki berlangsung?

Detoks kaki menggunakan partikel bermuatan yang disebut ion sebagai larutan untuk merendam kaki. Ion tersebut dapat memisahkan antara air (H20) menjadi ion H+ dan OH- untuk menciptakan medan ionik yang mengikat racun atau logam di dalam tubuh.

Selama proses detoksifikasi kaki ini, air rendaman akan berubah menjadi lebih keruh. Ini terjadi karena keringat, kotoran, dan sel kulit mati yang menumpuk di kaki mulai terlepas dan bercampur dengan air.

Efektifkah detoks kaki? Ini kata penelitian

hasil uji kreatinin rendah

Untuk membuktikan keampuhan detoksifikasi kaki ini, terdapat sebuah penelitian skala kecil sebagaimana diterbitkan pada Journal of Public Environmental dan Health tahun 2012.

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan sampel air sebelum dan setelah proses foot detox dilakukan selama kurang lebih 30 menit.

Selain itu, peneliti juga mengumpulkan sampel urin dan rambut dari para peserta.

Setelah menguji sampel, periset menyimpulkan bahwa nyatanya detoksifikasi kaki tidak mengurangi kadar racun dalam tubuh.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada penelitian terbaru yang membuktikan efektivitas detoks kaki untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Begitu pun dengan efek samping yang mungkin terjadi.

Meski begitu, tahapan-tahapan perawatan detoks kaki ini mungkin bisa membantu beberapa kondisi, seperti merelaksasi otot kaki dan membuat kulit kaki Anda lebih bersih.

Sekalipun ada keuntungan lain dari detoksifikasi kaki, tidak semua orang bisa melakukannya. Beberapa orang yang tak bisa melakukan prosedur ini, antara lain:

  • Anak-anak dan wanita hamil
  • Orang yang memiliki luka terbuka di kakinya
  • Penderita diabetes

Detoks kaki yang bisa Anda lakukan di rumah

Jika Anda tertarik untuk melakukan detoks kaki, Anda bisa mencobanya di rumah. Bahan-bahan berikut bisa Anda gunakan sekaligus untuk melakukannya di rumah.

Rendam kaki

Siapkan air hangat dan tambahkan 1 cangkir garam epsom. Masukkan kaki dan rendam selama 20 hingga 30 menit.

Gosok kaki dengan batu apung dan bilas hingga bersih. Ini bisa membantu mencerahkan kulit kaki Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membuat bahan rendaman untuk detoks kaki dari bahan lain, seperti sari cuka apel.

Campurkan 1 cangkir cuka sari apel dalam  bak mandi yang berisi hangat. Kemudian, rendam kaki selama 20 hingga 30 menit. Cara ini dapat membantu menghilangkan bau kaki.

Masker kaki

Campurkan 3 sendok makan tanah liat bentonit, 3 sendok makan cuka sari apel, dan 3 tetes minyak esensial lavender.

Setelah terbentuk pasta, balurkanlah pada kaki. Diamkan selama 30 menit dan bilas hingga bersih. Ini bisa membantu meringankan infeksi jamur kaki dan bau kaki.

Lulur kaki

Siapkan satu cangkir garam epsom, 1/2 cangkir minyak zaitun, dan 5 tetes minyak esensial peppermint. Aduk hingga, balurkan pada kaki, dan pijat dengan lembut. Lalu bilas dengan air bersih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bercak darah saat tidak sedang haid

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit