7 Perubahan Pada Laki-laki dan Perempuan Seiring Bertambahnya Usia

Oleh

Sejak masa pertumbuhan, anak laki-laki dan perempuan memasuki masa remaja remaja pada umur yang berbeda, di mana perempuan cenderung mengalami pubertas lebih awal. Perbedaan tersebut terus berlanjut hingga dewasa dan memasuki masa lansia. Laki-laki dan perempuan memiliki pola pertumbuhan yang berbeda dari segi fisik, mental, dan kapasitas emosional. Berikut beberapa perbedaan yang dapat ditemukan dari laki-laki dan perempuan seiring dengan pertambahan usia.

1. Laki-laki terlihat lebih muda dibandingkan perempuan

Dari segi penampilan, pertambahan usia sudah pasti akan menyebabkan perubahan pada kulit seseorang. Perempuan lebih rentan mengalami berbagai kerutan di wajah memasuki usia dewasa hingga lansia, meskipun baik laki-laki dan perempuan mengalami penurunan kadar kolagen dengan jumlah yang tidak jauh berbeda pada umur 30 tahun.

Hal ini dikarenakan sifat kulit dari laki-laki yang menua secara perlahan sehingga cenderung menjadi kurang rentan terhadap penuaan. Hormon testosteron pada laki-laki juga berperan meningkatkan ketebalan kulit dan kepadatan kolagen. Kulit pada laki-laki juga cenderung lebih kuat dan lembap karena lebih sering terpapar asam laktat dari keringat yang dihasilkan.  

2. Laki-laki mengalami penurunan massa otot lebih dahulu

Meskipun pertambahan berat badan pada umumnya dipengaruhi oleh asupan dan aktivitas, namun terdapat perbedaan pola pertambahan berat badan antara laki-laki dan perempuan. Massa otot pada laki-laki akan menurun lebih awal dibandingkan perempuan yaitu pada umur 50 tahun. Hal ini disebabkan hormon testosteron yang cenderung mengalami penurunan sehingga tidak dapat mempertahankan massa otot. Sedangkan pada perempuan, berat badan mengalami penurunan setelah umur 65 tahun yang disebabkan penurunan massa otot, namun hal ini tidak terlalu dipengaruhi penurunan hormon.

3. Perbedaan tingkat kebahagiaan

Berdasarkan suatu penelitian, pada usia lanjut laki-laki cenderung lebih bahagia dibandingkan perempuan. Proporsi lansia yang merasa sangat bahagia pada penelitian tersebut lebih besar pada kelompok laki-laki (25%) dibandingkan perempuan (20%). Sebaliknya pada kelompok perempuan, proporsi individu yang sangat bahagia terdapat pada indivdidu dengan usia yang lebih muda.

Laki-laki juga cenderung lebih menerima perubahan fisik seiring dengan perubahan usia. Salah satu penelitian pada kalangan mahasiswa juga menunjukan perempuan lebih khawatir akan perubahan fisik saat berusia lanjut dibandingkan laki-laki. Perubahan mood akibat kondisi fisik juga sering dialami perempuan pada usia 40 karena mulai munculnya tanda kerutan di wajah. Terlebih setelah menopause, perubahan fisik yang begitu cepat juga dapat menyebabkan perempuan lansia cenderung lebih mudah depresi.

4. Menopause dan andropause

Keduanya disebabkan perubahan hormon seks yang mempengaruhi berbagai fungsi reproduksi pada perempuan dan laki-laki.  Menopause pada perempuan normalnya terjadi pada usia 50 tahun. Hal ini ditandai dengan berhentinya berbagai fungsi reproduksi pada perempuan karena tubuh tidak lagi memproduksi hormon estrogen  dan menyebabkan tubuh mudah lelah, vagina terasa kering, serta penurunan libido. Sedangkan perubahan hormon pada laki-laki dikenal dengan istilah andropause. Berbeda dengan menopause, andropause tidak mengganggu fertilitas pada laki-laki secara keseluruhan dan terjadi secara bertahap setelah laki-laki berusia 30 tahun. Andropause mungkin menyebabkan difungsi ereksi dan penurunan libido, namun laki-laki yang sehat masih dapat memproduksi sel sperma pada usia lanjut.

5. Laki-laki mengalami kebotakan

Baik laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengalami kebotakan di samping pengaruh hormon dan genetik. Perubahan pola pertumbuhan rambut biasanya mulai dialami oleh seseorang saat berusia 50 tahun. Namun pola kebotakan lebih rentan dialami oleh laki-laki sedangkan perempuan cenderung mengalami pertumbuhan rambut yang lebih tipis dan lebih lurus.

6. Otak laki-laki lebih cepat menua dibandingkan otak perempuan

Penurunan fungsi kognitif adalah hal yang wajar dialami oleh lansia baik laki-laki dan perempuan, namun penurunan fungsi otak lebih mungkin dialami oleh laki-laki dibandingkan oleh perempuan. Suatu studi menjelaskan bahwa bagian otak dalam (subkortikal) pada laki-laki cenderung menua dan mengalami penurunan fungsi yang lebih cepat. Bagian otak ini berfungsi sebagai unit untuk memproses berbagai kemampuan kognitif untuk bergerak dan memproses emosi.

7. Usia harapan hidup laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan

Berdasarkan data dari BPS, usia harapan hidup di Indonesia pada tahun 2014 untuk individu laki-laki adalah 68.9 tahun sedangkan perempuan adalah 72,6. Itu artinya perempuan memiliki rata-rata usia yang lebih panjang sekitar 4 tahun dibandingkan laki-laki. Tentu saja hal sangat erat kaitannya dengan perbedaan kondisi kesehatan dan gaya hidup antara laki-laki dan perempuan.

Laki-laki memiliki pola aktivitas dan pekerjaan yang berbeda dengan perempuan. Cara laki-laki menghadapi stress dan menangani masalah kesehatan juga dapat berdampak terhadap kondisi kesehatannya pada kemudian hari. Salah satu riset juga pernah menunjukan bahwa laki-laki memiliki rata-rata tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan perempuan di segala usia. Hal ini juga yang memungkinkan laki-laki lebih rentan terkena berbagai penyakit kardiovaskuler pada usia muda.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca