home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Fakta Seputar Obat Anti Botak, Apa Benar Ampuh?

4 Fakta Seputar Obat Anti Botak, Apa Benar Ampuh?

Pasti menyebalkan bila suatu waktu, saat sedang menggendong anak, tiba-tiba si kecil bertanya ke mana perginya rambut Anda. “Ini kok rambutnya botak, Pa?”

Jika Anda sudah berusia sekitar 35 tahun ke atas, wajar-wajar saja bila Anda sudah mulai kehilangan banyak rambut. Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika, ⅔ pria biasanya mengalami kebotakan mulai usia 35 tahun.

Seperti dikutip dari WebMD, sangat sulit untuk mengatasi masalah kebotakan pada pria. Sejumlah kalangan medis menyarankan agar para pria yang mengalami kebotakan menggunakan obat anti botak. Tapi ternyata tidak semuanya efektif. Berikut beberapa fakta seputar obat anti kebotakan yang perlu Anda tahu:

Ahli merekomendasikan Finasteride dan Minoxidil

Sejumlah ahli merekomendasikan dua buah obat untuk mengatasi kebotakan, yaitu Finasteride dan Minoxidil. Finasteride lebih dikenal dengan nama Propecia. Obat ini dikonsumsi setiap hari dalam dosis 1 mg. Propecia bekerja dengan menurunkan tingkat dihydrotestosterone (DHT), dan dia diasumsikan bisa mengurangi rambut rontok pada kebanyakan pria. Obat ini juga sering kali membuat rambut tumbuh kembali.

Robert M. Bernstein, MD, profesor dermatologi dari Columbia University dan founder Bernstein Medical Center for Hair Restoration, merekomendasikan para pria menggunakan Finasteride. “Kepada pasien yang lebih muda, saya juga merekomendasikan Minoxidil. Tapi yang utama adalah Finasteride. Data memperlihatkan bahwa, selama 5 tahun, secara signifikan obat ini mengurangi rambut rontok sampai 85% pada pemakainya,” ujarnya.

Baik Finasteride dan Minoxidil merupakan produk anti botak atau rontok lain yang disetujui oleh FDA yang penggunaannya perlu komitmen. Karena, kalau tiba-tiba berhenti, dalam beberapa bulan Anda akan kembali kehilangan rambut yang berusaha untuk ditumbuhkan kembali.

Obat anti botak bisa menurunkan libido

Meski baik untuk kepala Anda yang botak, Anda harus siap dengan konsekuensi dari menggunakan obat anti botak ini, khususnya Finasteride karena efek sampingnya mempengaruhi kehidupan seksual.

Finasteride bisa mengurangi libido Anda dan menimbulkan masalah seksual lain. Tapi tenang saja, karena persentasenya cukup kecil. Selain itu, efek samping ini jarang terjadi dan umumnya terjadi secara sementara saja.

Tadinya untuk menurunkan tekanan darah tinggi

Percaya atau tidak, Minoxidil tadinya digunakan untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi. Namun, kini FDA telah menyutujui penggunaannya untuk mengatasi kebotakan pada pria.

Dengan menggunakan Rogaine (atau versi generiknya) langsung pada kulit kepala 2 kali sehari, seorang pria yang baru kehilangan rambut bisa lebih mudah menumbuhkan rambutnya lagi. The American Hair Loss Association mengatakan hasil pengobatan dengan Minoxidil terbatas, tapi perlu digunakan dengan obat lain atau sebagai alternatif bila Finasteride tidak bekerja.

“Saya memperingatkan pasien untuk mencobanya dalam waktu terbatas. Karena obat ini tidak sesederhana pil, penggunaannya tidak selalu teratur, dan Anda bisa kehilangan rambut yang sudah Anda tumbuhkan,” ujar Bernstein.

Efek samping dari Minoxidil biasanya gatal-gatal dan kulit kepala kering.

Obat resep adalah yang terbaik

Dr. Andrew Messenger, konsultan dermatologi di Royal Hallamshire Hospital, Sheffield dan spesialis kebotakan pada pria, mengatakan kepada DailyMail tentang sejumlah rekomendasi obat anti botak. Salah satunya yang menurutnya paling efektif adalah obat resep.

“Finasteride menghentikan konversi testosterone menjadi DHT, yang merupakan hormon aktif dalam rambut rontok. Secara klinis, obat ini terbukti bekerja dan merupakan yang saya rekomendasikan kepada pasien saya. Percobannya bekerja selama 5 tahun, sehingga sangat baik,” tutur Dr. Andrew.

“Sekitar ⅔ pria akan mendapatkan beberapa kemajuan. Sebanyak 10%-15% mengalami peningkatan jumlah rambut. Tapi seperti Minoxidil, jika Anda menghentikan penggunaan produk ini, Anda akan kehilangan banyak rambut,” tambahnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Satria Perdana
Tanggal diperbarui 20/08/2017
x