Cara Mengatasi Vagina Kering Dengan Obat Dokter dan Bahan Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Vagina kering umum dialami wanita menjelang atau sesudah menopause sebagai bagian dari perubahan hormonnya. Namun, tidak menutup kemungkinan perempuan muda juga mengalami hal yang sama. Meski terkesan sepele, vagina kering dapat terasa sangat tidak nyaman hingga bahkan sampai menyebabkan sakit saat berhubungan seks. Lantas, bagaimana cara mengatasi vagina kering?

Penyebab vagina kering

vagina gatal

Penyebab vagina kering yang paling umum adalah rendahnya kadar estrogen dalam tubuh. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi di sekitar vagina.

Berikut adalah sejumlah hal lainnya yang dapat menyebabkan vagina mengering:

  • Menopause
  • Melahirkan dan menyusui
  • Kondisi medis tertentu
  • Mengonsumsi obat tertentu
  • Menjalani perawatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi
  • Merokok
  • Menggunakan produk pembersih vagina yang tidak tepat

Beragam cara alami mengatasi vagina kering

minyak kelapa dalam makanan

Beragam perawatan alami rumahan ini dapat berpotensi membantu melembapkan kembali vagina yang kering:

1. Minyak kelapa

Minyak kelapa merupakan pilihan pertama untuk mengatasi vagina kering yang bebas efek samping.  Kecuali jika Anda memang memiliki alergi terhadap salah satu kandungan di dalam minyak kelapa.

Minyak kelapa dapat digunakan sebagai pelumas alami untuk melembapkan dan menghaluskan kulit di sekitar luar vagina. Minyak ini juga terbukti dapat mencegah dan mengobati infeksi jamur vagina.

Wujud minyak kelapa murni cukup padat. Anda bisa menyiasatinya dengan menggosok-gosok minyak di telapak tangan sebelum mengolesnya.

Pastikan untuk memilih minyak kelapa murni yang tidak mengandung bahan tambahan lainnya. Jika Anda ragu untuk mengoleskan minyak sebagai cara mengatasi vagina kering, tanyakan ke dokter terlebih dahulu.

2. Lidah buaya

Khasiat gel lidah buaya sebagai pelembap alami memang sudah tidak diragukan lagi.

Selain menenangkan luka bakar dan mengatasi jerawat, gel lidah buaya juga membantu melembapkan vagina. 

Penelitian terbitan Journal of the College of Physicians and Surgeons Pakistan tahun 2008 menunjukkan lidah buaya terbukti efektif mengurangi peradangan pada kulit kelamin wanita.

Ini karena gel aloe vera memiliki pH lebih rendah daripada air, dan sekaligus bersifat antiradang dan antibakteri.

Lidah buaya juga kaya akan vitamin C dan E, yang keduanya penting untuk menjaga kekenyalan alami kulit. 

Pastikan Anda menggunakan gel lidah buaya yang 100 persen murni dan tidak mengandung bahan tambahan buatan lainnya.

3. Minum banyak air

Jaringan selaput vagina mengering karena mengalami dehidrasi. Maka, minum banyak air bisa jadi cara mengatasi vagina kering yang paling mudah.

Minumlah setiap kali Anda merasa haus untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. Tidak mulul harus air putih. Anda bisa mendapatkan asupan cairan dari buah dan sayur kaya ai seperti semangka, jambu, dan selada, juga dari makanan berkuah.

Hindari minuman berkarbonasi yang mengandung kafein dan alkohol karena jenis minuman tersebut memberikan efek negatif pada hidrasi tubuh Anda.  

4. Konsumsi kedelai

Kedelai kaya akan kandungan fitoestrogen, yang mencakup estrogen, isoflavon, protein, asam lemak omega 3, kalsium, asam folat, zat besi, serta vitamin dan mineral lainnya.

Isoflavon dalam kedelai memunculkan efek pada tubuh yang mirip dengan estrogen alami, tetapi lebih lemah. Salah satu efek estrogen pada tubuh wanita adalah memicu produksi cairan alami yang melumasi vagina.

Oleh karena itu, mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai dapat berpotensi menjadi cara mengatasi vagina kering. Makanan berbahan dasar kedelai termasuk tahu, tempe, susu kedelai, dan kacang edamame.

Meski demikian, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian di bidang ini.

Segera konsultasi ke dokter apabila masalah vagina kering Anda semakin memburuk atau tidak mengalami perubahan yang berarti.

Cara mengatasi vagina kering pakai obat

vitacid

Jika cara alami tidak cukup ampuh mengatasi masalahnya, ada berbagai pilihan obat yang mungkin diresepkan dokter untuk vagina kering. Di antaranya:

Terapi estrogen

Terapi hormon adalah cara mengatasi vagina kering yang disebabkan kadar estrogen rendah. Terapi hormon artinya menggunakan obat-obatan yang mengandung estrogen sintetis untuk meningkatkan  kadar estrogen dalam tubuh.

Estrogen berfungsi menjaga kekuatan dan ketebalan dinding vagina, juga merangsang produksi pelumasan vagina dengan cairan alaminya.

Terapi hormon yang diberikan biasanya dalam bentuk oles atau berupa alat yang dimasukkan ke dalam vagina. Pasalnya, metode pengobatan ini akan langsung dapat diserap jaringan vagina ketimbang yang diminum. Maka obatnya pun akan bekerja lebih efektif.

Selain itu, estrogen oles atau supositoria lebih minim efek samping dibandingkan obat minum.

Contoh estrogen yang langsung digunakan ke area vagina yaitu:

Cincin vagina (Estring, Estradiol)

Cincin lunak ini dimasukkan ke dalam vagina. Nantinya estrogen akan dilepaskan dari cincin tersebut secara teratur.

Cincin biasanya perlu diganti setiap 3 minggu untuk mengefektifkan pengobatan.

Krim vagina (Estrace, Premarin)

Krim vagina biasanya dioleskan langsung ke dalam organ kewanitaan Anda dengan menggunakan aplikator khusus. Penelitian menunjukkan bahwa krim estrogen termasuk pengobatan yang cukup efektif dan bekerja baik untuk masalah vagina kering

Tablet vagina (Vagifem)

Tablet juga dimasukkan ke dalam vagina menggunakan aplikator khusus. Meski begitu, masih sedikit penelitian yang ada mengenai efek jangka panjang dari cara penggunaan tablet ini untuk mengatasi vagina kering.

Sayangnya, tidak semua wanita boleh menggunakan terapi hormon. Terutama bagi Anda yang punya riwayat kanker payudara, sedang hamil, atau sedang menyusui. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Jika ternyata terapi hormon ini berisiko untuk Anda, dokter akan mencari cara lain untuk mengatasi keluhan vagina kering yang dialami.

Pelumas berbahan dasar air

Pelumas berbahan dasar air mungkin bukanlah obat yang bisa memperbaiki vagina kering.

Namun, menggunakan pelumas menjadi cara efektif untuk mengatasi vagina kering terutama saat hendak berhubungan seks. Pelumas membantu melembapkan dan melicinkan bagian vagina sebelum dimulainya penetrasi.

Ketika vagina terlumasi dengan baik, rasa sakit saat seks pun bisa diminimalisir. Namun, pilihlah yang berbahan dasar air ketimbang minyak. Ini karena pelumas berbahan minyak bisa memicu iritasi dan merusak kondom.

Pelembap vagina

Pelembap vagina juga menjadi produk wajib untuk mengatasi vagina yang kering. Dilansir dari Mayo Clinic, mengoleskan pelembap vagina 2 sampai 3 kali sehari membantu menjaga jaringan vagina tetap sehat dan lembap.

Mintalah rekomendasi dokter untuk memilihkan produk pelembap vagina yang aman dan berkualitas baik. Jangan sembarangan memilih produk apalagi karena tergiur harga yang murah. Alih-alih melembapkan, produk yang Anda beli sembarangan justru bisa membuat vagina mengalami iritasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Gejala Psoriasis Vagina yang Tak Boleh Diabaikan

Psoriasis dapat terjadi di mana saja, termasuk alat kelamin wanita. Kenali apa saja gejala psoriasis vagina agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Cara Mudah Mengatasi Vagina yang Terasa Panas Seperti Terbakar

Vagina yang terasa panas memang mengganggu aktivitas. Supaya tidak mengganggu hari-hari Anda, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa panas pada vagina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Salah Beli, Perhatikan 3 Hal Ini Saat Memilih Menstrual Cup

Tertarik menggunakan menstrual cup? Tak bisa asal pilih, memilih menstrual cup yang tepat dapat memastikan keamanan pemakaiannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 8 November 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Psttt.. Tidak cukup membersihkan vagina setelah kencing dan BAB saja. Ini dia tiga waktu yang tepat untuk kapan saja harus membersihkan vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
jerawat di vagina

Bahayakah Jika Terdapat Jerawat di Daerah Kewanitaan Vagina?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Tidak Semua Perawatan Vagina Baik untuk Kesehatan, Ini 4 yang Bahaya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
fingering tidak cuci tangan

Bahayanya Jika Fingering Vagina Tidak Cuci Tangan Dulu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit