Nama Generik: Basil

Manfaat

Untuk apa basil?

Basil adalah sebuah tanaman herbal. Bagian tanamannya yang tumbuh di atas tanah digunakan sebagai obat. Beberapa orang menggunakannya sebagai obat kumur.

Basil juga digunakan untuk kejang perut, kehilangan nafsu makan, perut kembung, kondisi ginjal, retensi cairan, sakit kepala, kutil, dan infeksi menjalar. Herbal ini juga digunakan untuk mengobati gigitan ular dan serangga.

Wanita terkadang menggunakan basil sebelum dan sesudah melahirkan untuk melancarkan sirkulasi darah dan ASI.

Bagaimana cara kerja basil?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai cara kerja basil sebagai  suplemen herbal. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa basil adalah sumber yang baik untuk vitamin C, kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi.

Bahan kimia pada holy basil diperkirakan dapat mengurangi nyeri dan bengkak (peradangan). Bahan kimia lainnya dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan peningkatan antibodi dan ini menandakan bahwa basil bisa digunakan sebagai peningkat kekebalan.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk basil untuk orang dewasa?

Pada uji klinis untuk mengatasi kondisi hipoglikemia, Anda bisa menggunakan 2,5 gram daun basil kering sebagai bubuk yang dicampurkan pada 200 ml air setiap hari selama 2 bulan.

Dosis dari suplemen herbal mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.

Dalam bentuk apakah basil tersedia?

Basil adalah suplemen herbal yang dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut:

  • potongan dan bubuk daun
  • teh
  • larutan

Efek Samping

Apa efek samping basil?

Basil adalah tanaman herbal yang dapat memiliki efek samping seperti:

  • Hipoglikemia
  • Hepatic carcinoma
  • Lambatnya pembekuan darah dan meningkatnya perdarahan

Tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi basil?

Berdasarkan teori, minyak atau ekstrak basil dapat meningkatkan risiko perdarahan selama prosedur operasi. Hentikan penggunaan basil setidaknya 2 minggu sebelum operasi. Anda sebaiknya mengetahui cara penggunaan basil untuk diminum baik asli atau dalam bentuk bubuk. Hanya daunnya saja yang digunakan.

Jangan gunakan suplemen basil pada waktu lebih lama dari yang disarankan, karena ini dikenal sebagai mutagen.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah basil?

Jangan gunakan basil sebagai pengobatan selama masa kehamilan dan menyusui dan jangan pula diberikan pada bayi atau balita. Salah satu komponen bahan kimia pada basil, estragole, bisa menghasilkan efek mutagenik ketika digunakan dalam kadar yang tinggi selama kehamilan. Jangan gunakan basil bersamaan dengan perantara oral anti-diabetik atau insuli, karena efek hipoglikemia dapat terjadi.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi basil?

Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan. Basil (secara medis) dapat meningkatkan efek hypoglykemia dari insulin dan obat diabetes, jadi jangan digunakan bersamaan.

Basil bisa meningkatkan kadar gula darah, yang berdampak pada hasil tes darah diabetes.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 18, 2018 | Terakhir Diedit: April 18, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan