Manfaat buah sirsak mungkin sudah sering Anda dengar, tapi bagaimana dengan daun sirsak? Rupanya daun dari pohon sirsak juga bisa Anda manfaatkan sebagai obat herbal.
Manfaat buah sirsak mungkin sudah sering Anda dengar, tapi bagaimana dengan daun sirsak? Rupanya daun dari pohon sirsak juga bisa Anda manfaatkan sebagai obat herbal.

Selain buahnya, daun sirsak juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang baik sebagai obat tradisional.
Daun sirsak diyakini mengandung banyak antioksidan, termasuk fitosterol, tanin, dan flavonoid.
Kandungan daun sirsak menurut penelitian ilmiah antara lain:
Flavonoid, tanin, dan fenolik merupakan senyawa tumbuhan (fitonutrien) yang memiliki sifat antioksidan.
Daun sirsak juga mengandung senyawa acetogenin. Senyawa ini bisa berperan sebagai antiparasit, antivirus, antiradang, dan antimikroba
Berkat berbagai kandungannya yang berkhasiat, daun sirsak memiliki sejumlah potensi untuk kesehatan.
Daun sirsak berpotensi mengobati kanker. Pasalnya, daun sirsak memiliki senyawa aktif yang disebut dengan acetogenin.
Senyawa ini berpotensi untuk membantu tubuh dalam melawan sel-sel kanker.
Sebuah penelitian dari Asia Pacific journal of clinical nutrition (2017) melaporkan pemberian air dengan ekstrak daun sirsak berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar.
Ekstrak air daun sirsak memiliki aktivitas penghambatan sel kanker usus besar, tapi tidak menghambat pertumbuhan sel normal.

Daun sirsak membantu menurunkan kadar gula darah sehingga daun sirsak berpotensi mencegah diabetes.
Sebuah riset dalam African journal of traditional, complementary, and alternative medicines menunjukkan ekstrak daun sirsak yang diberikan pada tikus dengan diabetes menurunkan proses stres oksidatif.
Secara tidak langsung, hal itu merangsang pelepasan hormon insulin untuk mengubah gula menjadi energi.
Hal ini memungkinkan sel-sel tubuh menggunakan gula darah sebagai energinya, sehingga bisa menjaga kadar gula darah.
Daun sirsak mengandung flavonoid, tanin, dan asam fenolik. Kandungan ini memiliki efek pengobatan karena sifat antioksidan, antiradang, dan gastroprotektif (perlindungan lambung).
Sebuah studi dalam Saudi Journal of Biological Sciences (2018) menggunakan ekstrak daun sirsak untuk mengobati tukak lambung pada tikus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tersebut berpotensi mengobati luka pada lambung dengan melindungi lapisan dinding dalam lambung dan mengurangi keasaman asam lambung.
Fibromyalgia adalah gangguan sendi dan tulang yang ditandai pegal linu di seluruh badan.
Kondisi ini bisa menyebabkan kelelahan, kantuk, masalah ingatan, dan perubahan suasana hati. Fibromyalgia juga bisa memengaruhi otak.
Sebuah riset dari Journal of Ethnopharmacology (2018) melakukan uji coba pada sekelompok tikus yang diberi suplemen ekstrak daun, kulit batang, buah, dan biji dari sirsak dan tanaman lain.
Hasil riset menunjukkan pemberian suplemen tersebut dapat mengurangi rasa sakit kronis, kecemasan, dan depresi yang menyertai fibromyalgia.
Namun, uji klinis pada manusia diperlukan untuk menyelidiki khasiat daun sirsak ini dengan dosis yang aman dan efektif.
Ekstrak daun sirsak juga memiliki potensi antibakteri saat dikombinasikan dengan antibiotik
Riset menunjukkan pemberian ekstrak etanol daun sirsak dan antibiotik menurunkan risiko resistensi antibiotik pada bakteri Escherichia coli (penyebab diare akut) dan Staphylococcus aureus (penyebab keracunan).
Hal tersebut diketahui karena kandungan alkaloid dari daun sirsak menghancurkan dinding sel bakteri, sehingga bakteri tidak bisa berkembang.
Saat ini Anda dapat dengan mudah memperoleh ekstrak daun sirsak dalam bentuk bubuk, suplemen, atau kaplet.
Pastikan Anda memilih produk herbal yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Anda bisa membaca aturan minum obat yang tertera pada label obat yang tersedia.
Apabila hendak mengonsumsi jamu atau teh daun sirsak, Anda bisa membuatnya dengan resep berikut.
Bahan
Cara membuat
Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jamu, obat tradisional, dan herbal apapun.
Sebuah penelitian dalam International journal of toxicology (2015) melaporkan bahwa acetogenin pada daun sirsak merupakan neurotoksin.
Artinya, acetogenin menyebabkan gangguan neurodegeneratif pada otak dan saraf.
Selain itu, beberapa alkaloid, seperti retikulin, solamin, dan coreximine, mengganggu proses pembentukan energi pada sel saraf.
Namun, dosis yang menimbulkan efek negatif tersebut setara dengan mengonsumsi satu buah sirsak setiap hari selama satu tahun.
Artinya, kondisi neurodegeneratif yang disebabkan oleh senyawa tersebut muncul akibat konsumsi yang terus-menerus dalam jangka panjang.
Untuk menghindari terjadinya efek samping, konsumsi berlebihan secara terus menerus tidak dianjurkan.
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi daun sirsak dalam bentuk apapun sebagai pengobatan alternatif.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Adewole, S. O., & Ojewole, J. A. (2008). Protective effects of Annona muricata Linn. (Annonaceae) leaf aqueous extract on serum lipid profiles and oxidative stress in hepatocytes of streptozotocin-treated diabetic rats. African journal of traditional, complementary, and alternative medicines : AJTCAM, 6(1), 30–41. https://doi.org/10.4314/ajtcam.v6i1.57071
Bento, E. B., Júnior, F. E. B., de Oliveira, D. R., Fernandes, C. N., de Araújo Delmondes, G., Cesário, F. R. A. S., Rodrigues, C. K. S., Sales, V. D. S., de Figueiredo, F. R. S. D. N., Lemos, I. C. S., Monteiro, Á. B., de Menezes, I. R. A., da Costa, J. G. M., & Kerntopf, M. R. (2018). Antiulcerogenic activity of the hydroalcoholic extract of leaves of Annona muricata Linnaeus in mice. Saudi journal of biological sciences, 25(4), 609–621. https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2016.01.024
Chan, W. J., McLachlan, A. J., Hanrahan, J. R., & Harnett, J. E. (2020). The safety and tolerability of Annona muricata leaf extract: a systematic review. The Journal of pharmacy and pharmacology, 72(1), 1–16. https://doi.org/10.1111/jphp.13182
Höllerhage, M., Rösler, T. W., Berjas, M., Luo, R., Tran, K., Richards, K. M., Sabaa-Srur, A. U., Maia, J. G., Moraes, M. R., Godoy, H. T., Höglinger, G. U., & Smith, R. E. (2015). Neurotoxicity of Dietary Supplements from Annonaceae Species. International journal of toxicology, 34(6), 543–550. https://doi.org/10.1177/1091581815602252
Indrawati, L., Ascobat, P., Bela, B., Abdullah, M., & Surono, I. S. (2017). The effect of an Annona muricata leaf extract on nutritional status and cytotoxicity in colorectal cancer: a randomized controlled trial. Asia Pacific journal of clinical nutrition, 26(4), 606–612. https://doi.org/10.6133/apjcn.062016.02
Mutakin, M., Fauziati, R., Fadhilah, F. N., Zuhrotun, A., Amalia, R., & Hadisaputri, Y. E. (2022). Pharmacological Activities of Soursop (Annona muricata Lin.). Molecules (Basel, Switzerland), 27(4), 1201. https://doi.org/10.3390/molecules27041201
Quílez, A. M., Fernández-Arche, M. A., García-Giménez, M. D., & De la Puerta, R. (2018). Potential therapeutic applications of the genus Annona: Local and traditional uses and pharmacology. Journal of ethnopharmacology, 225, 244–270. https://doi.org/10.1016/j.jep.2018.06.014
Rady, I., Bloch, M. B., Chamcheu, R. N., Banang Mbeumi, S., Anwar, M. R., Mohamed, H., Babatunde, A. S., Kuiate, J. R., Noubissi, F. K., El Sayed, K. A., Whitfield, G. K., & Chamcheu, J. C. (2018). Anticancer Properties of Graviola (Annona muricata): A Comprehensive Mechanistic Review. Oxidative medicine and cellular longevity, 2018, 1826170. https://doi.org/10.1155/2018/1826170
Rahman, F. A., Haniastuti, T., Utami, T. W. (2018). The effect of ethanol extract of soursop leaf (Annona muricata L.) on Adhesion of Streptococcus mutans ATCC 35668 to hydroxyapatite discs. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.22146/majkedgiind.24852
Viera, G. H., Mourão, J. A., Angelo, A. M., Costa, R. A., & Vieira, R. H. (2010). Antibacterial effect (in vitro) of Moringa oleifera and Annona muricata against Gram positive and Gram negative bacteria. Revista do Instituto de Medicina Tropical de Sao Paulo, 52(3), 129–132. https://doi.org/10.1590/s0036-46652010000300003
Versi Terbaru
17/01/2023
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Ilham Fariq Maulana