3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Mimpi basah terjadi ketika seseorang berejakulasi saat sedang tidur setelah menerima rangsangan seksual lewat mimpi. Lalu, bagaimana jika Anda mimpi basah saat puasa? Adakah cara untuk mencegah mimpi basah saat puasa?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, penting untuk memahami kenapa Anda bisa mengalami mimpi basah.

Apa penyebab mimpi basah?

Sebelum menjawab bisa tidaknya mencegah mimpi basah saat puasa, Anda perlu tahu dulu mengapa Anda bisa mengalami fenomena satu ini.

Mimpi basah disebabkan oleh naiknya kadar hormon testosteron yang terjadi di tubuh laki-laki saat pubertas. Setelah tubuh Anda memproduksi testosteron, Anda dapat mengeluarkan air mani bersperma lewat ejakulasi penis yang ereksi.

Selama seorang pria masih memproduksi hormon testosteron, tubuh akan terus memproduksi air mani yang bisa dilepaskan melalui ejakulasi, bahkan ketika Anda tidur. Itu artinya, baik laki-laki remaja maupun pria dewasa tetap bisa mengalami mimpi basah bahkan setelah keluar dari masa puber.

Selama fase tidur REM (rapid eye movement), normal bagi laki-laki untuk mengalami ereksi. Ada bagian tertentu dari otak yang dimatikan saat tidur REM, sehingga ketika Anda tengah tertidur, otak “mengabaikan” gerak-gerik penis.

Jika normalnya pada siang hari otak bisa mengendalikan penis untuk memastikan ereksi hanya terjadi ketika diperlukan, saat tidur REM penis bebas melakukan apa yang ia mau. Jika Anda kebetulan memiliki mimpi yang erotis selama periode tidur ini, Anda bisa mengalami ereksi dan berejakulasi.

Adakah cara mencegah mimpi basah saat puasa?

Beberapa cara sederhana di bawah ini bisa bantu Anda mencegah mimpi basah saat puasa.

1. Bedakan mana khayalan, mana yang nyata

Untuk mencegah mimpi erotis di saat-saat yang tidak diinginkan, Anda perlu lebih mawas diri selama siang hari Anda beraktivitas. Lebih jelilah mengamati apa yang terjadi di lingkungan sekitar Anda. Anda harus bisa melihat perbedaan antara mimpi dan kenyataan. Tekankan keinginan Anda untuk bisa bangun begitu mengenali perbedaan “suasana” saat Anda bermimpi.

Anda bisa melatihnya di waktu lain saat Anda sedang sadar, misalnya dengan membayangkan Anda mencubit lengan kiri (pelan-pelan!) dengan dua jari tangan kanan Anda. Tekan terus sampai membayangkan jari tangan Anda masuk menembus kulit lengan kiri. Dalam mimpi hal ini mungkin saja terjadi, tapi dalam keadaan sadar sepenuhnya, tentu mustahil karena Anda malah kesakitan, bukan?

Nah, setelah terbiasa melatih diri, Anda bisa “merayu” versi mimpi Anda untuk melakukan hal yang sama. Bedanya, sekarang mungkin jari Anda bisa menembus telapak, karena tidak ada hal yang tidak mungkin dalam mimpi.

Saat Anda bermimpi, versi fiktif dari diri Anda menerimanya sebagai hal nyata. Barulah saat Anda terbangun, Anda menyadari ada sesuatu yang aneh. Dengan berusaha melatih diri agar lebih wawas diri, lambat laun kesadaran diri ini akan merasuki alam bawah sadar Anda ketika bermimpi dan membuat Anda tersadar, “Ini tidak nyata, saya lagi mimpi!”

Ini membuat Anda jadi lebih waspada akan lingkungan dalam mimpi. Anda jadi lebih fokus dan memiliki sensasi nyata atas siapa diri Anda sebenarnya, di mana Anda berada, dan apa yang ingin Anda lakukan — lanjutkan tidur atau bangun saja. Mencegah mimpi basah saat puasa pun jadi mungkin untuk dilakukan.

2. Jangan pikirkan kekasih hati sebelum tidur

Mimpi sering mewakili impian Anda untuk memenuhi suatu keinginan, di mana alam bawah sadar Anda mewujudkan sesuatu yang benar-benar Anda inginkan. Jadi, sebisa mungkin hindarilah merenung memikirkan sang kekasih hati atau artis favorit di siang bolong untuk mencegah mimpi basah saat puasa.

Semakin banyak Anda memfokuskan energi untuk memikirkan seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan orang itu akan muncul dalam mimpi Anda. Pasangan atau gebetan Anda bisa muncul dalam sejuta kemungkinan skenario mimpi yang berbeda. Tak menutup kemungkinan dalam mimpi basah Anda.

Terkadang suatu kejadian dalam hidup kita bisa memicu kenangan lama yang bisa memicu neuron di otak untuk bernostalgia atau berimajinasi. Jika ingatan lama tiba-tiba menjadi segar dalam pikiran Anda, misalnya mengingat-ingat kencan pertama atau malam pertama, maka ada kemungkinan Anda secara tidak sadar mengaktifkan bagian otak tersebut dalam mimpi.

3. Meditasi sebelum tidur

Penting untuk pergi tidur dalam keadaan pikiran jernih, terutama jika Anda ingin berusaha mengatur apa yang ingin Anda impikan, termasuk mimpi erotis untuk mencegah mimpi basah di bulan puasa seperti ini. Anda bisa memulainya dengan rutin bermeditasi untuk merangsang pola pikir yang sehat.

Meditasi sekali di waktu santai di tengah hari dan kemudian lakukan lagi setengah jam sebelum Anda tidur. Metode meditasi ini memberi Anda banyak waktu untuk bisa bercermin pada diri sendiri, apa yang Anda lakukan seharian tadi, dan menenangkan diri sebelum tidur.

Kesejahteraan mental harus menjadi prioritas bagi semua orang, karena ini bisa tercermin pada setiap aspek kehidupan Anda, termasuk bagaimana Anda bermimpi.

Tapi, mimpi tidak bisa diatur

Hingga kini belum ada cara yang terbukti secara ilmiah yang bisa mengatur alur cerita mimpi seseorang maupun memprediksi kapan mimpi tertentu akan terjadi. Mimpi terjadi saat Anda dalam keadaan tidak sadar, tidak memiliki kemampuan untuk berpikir logis.

Nyatanya, tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan atau menghentikan mimpi basah saat puasa maupun tidak. Seperti halnya mimpi-mimpi Anda yang lain, mimpi erotis juga tidak bisa Anda kendalikan atau cegah sebelumnya. Bahkan mungkin saja Anda bisa tidak mengingat mimpi Anda semalam. Yang perlu dipahami, mimpi basah adalah bagian alami dari reaksi tubuh normal saat tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Khasiat Mengejutkan Buah Mengkudu yang Wajib Anda Tahu

Meski berbau busuk tajam dan rasanya kurang menggugah selera, ada banyak manfaat buah mengkudu untuk kesehatan. Tertarik untuk mencobanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit