home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lakukan Hal Ini untuk Mencegah Sariawan di Masa Pandemi

Lakukan Hal Ini untuk Mencegah Sariawan di Masa Pandemi

Sariawan bisa muncul akibat kesehatan mulut yang tak dijaga. Padahal mulut merupakan salah satu jalan masuk kuman ke dalam tubuh. Terlebih lagi di masa pandemi ini, sebagian dari kita rentan terserang penyakit. Untuk itu, kita perlu memperhatikan kesehatan mulut agar mampu mencegah berbagai penyakit, termasuk sariawan.

Mengetahui penyebab dan gejala sariawan

penyebab lidah sariawan

Mengutip dari Mayo Clinic, sariawan (ulkus aftosa) merupakan lesi kecil dan dangkal yang berkembang pada jaringan lunak di sekitar mulut. Meski tidak menular, sariawan bisa terasa menyakitkan dan membuat penderitanya merasa tidak nyaman, bahkan membuat aktivitas makan dan berbicara menjadi sulit.

Umumnya, sariawan disebabkan oleh gigitan dari gigi yang tajam, menggunakan sikat gigi yang dapat melukai area mulut atau karena pemasangan gigi palsu yang tidak pas. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan ketiga hal tersebut untuk mencegah sariawan.

Anda dapat dengan mudah mengetahui gejala sariawan dari bentuknya. Kebanyakan sariawan berbentuk bulat atau oval, dan di bagian tengahnya berwarna putih atau kuning dengan tepi berwarna merah.

Sariawan biasanya menyerang di bagian bawah lidah, dalam pipi, pangkal gusi maupun langit-langit mulut. Satu atau dua hari sebelum muncul luka akibat sariawan, Anda mungkin akan merasakan kesemutan atau sensasi terbakar di area mulut.

Tips mencegah sariawan yang mudah dilakukan di rumah

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda mengurangi risiko terserang sariawan dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Menggunakan sikat gigi yang berkualitas tinggi (untuk mencegah risiko kerusakan pada mulut)
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin A, C dan E, serta buah-buahan dan sayuran segar (untuk mengurangi risiko kanker mulut)
  • Menjaga mulut tetap bersih dan sehat dengan rutin melakukan sikat gigi dan flossing (benang gigi)

Anda juga dapat menjaga kesehatan mulut sekaligus mencegah sariawan dengan menggunakan obat kumur antiseptik, setidaknya dua kali sehari. Anda bisa coba gunakan obat kumur dengan kandungan essential oil seperti Thymol, Methyl Salicylate, Menthol, dan Eucalyptol yang dapat mengurangi 99,9% kuman penyebab masalah mulut.

Cara mengatasi sariawan dengan cepat

obat sariawan alami

Secara umum, sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu sampai dua minggu. Namun, mungkin Anda akan merasa tidak nyaman saat mengalaminya. Oleh karena itu, Anda dapat meringankan gejala sariawan yang membuat Anda tidak nyaman dengan cara-cara berikut:

  • Mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut
  • Hindari makanan pedas, asin, asam, bertekstur keras dan renyah
  • Minum melalui sedotan
  • Jangan minum air yang sangat panas atau asam
  • Membersihkan gigi dengan sikat gigi berbulu halus
  • Jangan gunakan pasta gigi yang mengandung lauryl sulphate
  • Jangan makan permen karet

Berdasarkan panduan dari Informed Health, Anda dapat menyembuhkan sariawan dengan berbagai obat sariawan yang dapat dioleskan pada luka dalam bentuk gel, krim, pasta, atau semprotan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan apoteker sebelum pemakaian. Berikut adalah obat yang diyakini dapat meredakan sariawan2,:

  • Anestesi lokal, misalnya dengan mengoleskan gel atau krim yang mengandung lidocaine atau benzocaine
  • Obat anti inflamasi, berupa pereda nyeri yang mengandung diklofenak (NSAID) untuk mengurangi peradangan
  • Obat kumur antiseptik
  • Tablet hisap kortikosteroid

Sariawan umumnya tidak berbahaya, namun ada beberapa gejala sariawan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena berisiko menimbulkan komplikasi seperti infeksi dan kanker mulut, seperti2:

  • Sariawan tak kunjung sembuh lebih dari tiga minggu
  • Sariawan yang muncul dan hilang
  • Sariawan terasa sangat sakit dan memerah
  • Sariawan disertai demam tinggi

Bila salah satu atau seluruh gejala di atas terjadi pada Anda, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat mengunjungi dokter gigi, jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, menjaga jarak aman dari orang lain dan sering mencuci tangan dengan sabun. Tak kalah penting, ayo jaga kesehatan mulut untuk jaga kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Canker sore. (2018, April 03). Retrieved November 20, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615

Dentalhealthorg. (n.d.). Mouth ulcers. Retrieved November 20, 2020, from https://www.dentalhealth.org/mouth-ulcers

Canker sores (mouth ulcers): What can you do if you have a canker sore? (2019, August 15). Retrieved November 20, 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546251/

Mouth ulcers. (2018). Retrieved November 20, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/mouth-ulcers/

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Nadhila Erin
Tanggal diperbarui 22/01/2021
x