Ranula

Ranula

Meski terkadang bikin khawatir, munculnya benjolan di lidah tidak selamanya berbahaya. Ranula atau benjolan di bawah lidah biasanya dapat hilang dengan sendirinya atau hanya membutuhkan perawatan ringan.

Apa itu ranula?

Ranula adalah sebuah kista yang membentuk benjolan di bawah lidah. Benjolan nonkanker ini berisi air ludah yang menumpuk akibat gangguan pada kelenjar saliva.

Benjolan jinak akibat kelenjar saliva yang tersumbat atau rusak ini pada umumnya tumbuh dengan lambat, hanya ditemukan pada dasar mulut, dan muncul dengan ukuran yang bervariasi.

Ranula dan mukokel merupakan dua kondisi yang berhubungan. Keduanya terjadi saat saluran kelenjar saliva terhambat sehingga membentuk kista atau benjolan berisi cairan.

Meski begitu, dalam buku berjudul Mucocele And Ranula, dijelaskan bahwa mukokel menyerang kelenjar ludah minor atau berukuran kecil dalam rongga mulut.

Sementara itu, ranula menyerang kelenjar ludah utama yang berukuran besar dan hanya terjadi pada bagian dasar mulut atau di bawah lidah.

Jenis benjolan ini terkadang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, pada kasus yang serius, kondisi ini membutuhkan perawatan medis.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Menurut sejumlah penelitian, ranula cenderung langka. Frekuensi dari gangguan gusi dan mulut ini pun hanya sebanyak 0,2 kasus per 1.000 orang.
Semua orang dari segala usia dan jenis kelamin bisa mengalaminya. Dikutip dari Cleveland Clinic, ranula lebih sering terjadi pada anak dan orang dewasa berusia 20 hingga 40 tahun.

Tanda dan gejala ranula

benjolan di bawah lidah

Gejala umum ranula ialah benjolan berwarna bening atau kebiruan pada bawah lidah. Benjolan di mulut ini biasanya tidak terasa sakit dan jarang disadari bila ukurannya kecil.

Selain itu, ada pula tanda dan gejala lain yang dibedakan dari jenisnya.

1. Simple ranula

Ini merupakan jenis yang paling umum. Kondisi ini menimbulkan pembengkakan pada kelenjar saliva sublingualis yang terletak persis pada bagian bawah lidah.

Benjolan biasanya berdiameter sekitar 5–7,5 cm yang terkadang bisa kempis, lalu terisi kembali. Selain itu, benjolan juga dapat tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu.

2. Plunging ranula

Jenis ranula ini bisa berkembang setelah kista sederhana pecah. Hal ini memicu terbentuknya pseudokista yang meluas hingga ke bagian otot di sekitar leher.

Benjolan mungkin akan terlihat dari bagian bawah dagu dan leher. Jika kista terus membesar, ini bisa menyebabkan kesulitan mengunyah, berbicara, dan bahkan bernapas.

Penyebab ranula

Ranula terjadi akibat kerusakan atau penyumbatan pada kelenjar saliva. Kelenjar yang sehat akan menghasilkan dan menyalurkan air ludah langsung ke rongga mulut Anda.

Namun, ketika kelenjar ini tersumbat atau rusak, air ludah dapat mengalir ke jaringan sekitarnya. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan ludah dan pembentukan kista.

Cedera atau trauma mulut bisa membuat saluran kelenjar saliva rusak. Dalam beberapa kasus, ranula juga bisa terbentuk tanpa penyebab yang jelas.

Benjolan ini tidak disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Dengan begitu, gangguan ini tidak akan menular pada orang lain.

Diagnosis ranula

Dokter bisa mendiagnosis ranula dengan melihat penampilan dan lokasi kemunculannya. Di samping itu, dokter juga akan bertanya terkait gejala dan riwayat kesehatan Anda.

Untuk menegaskan diagnosis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang berupa tes pencitraan, baik dengan CT scan, MRI, atau ultrasound (USG).

Tes pencitraan pada rahang dan leher akan memperlihatkan sejauh mana pembengkakan yang terjadi. Pemeriksaan penunjang juga dapat memastikan apakah gejala yang Anda alami disebabkan oleh ranula atau kondisi lainnya.

Pengobatan ranula

rontgen gigi

Pengobatan ranula tergantung pada ukuran kista dan tingkat keparahan gejala seperti berikut.

1. Sayatan atau aspirasi jarum

Tergantung ukurannya, dokter bisa membuat sayatan lalu mengeringkan cairan dari dalam kista atau menggunakan jarum tipis untuk menarik cairan keluar.

Umumnya, jenis perawatan ranula ini hanya bersifat sementara. Pada dua pertiga kasus, kista bisa muncul kembali karena kerusakan yang mendasarinya belum diperbaiki.

2. Marsupialisasi

Metode ini juga dilakukan dengan membuat sayatan dan mengeringkan kista. Namun, bedanya dokter akan menjahit bagian ujung sayatan guna mempertahankan lubang.

Prosedur marsupialisasi memungkinkankan air ludah yang berasal dari kelenjar saliva mengalir bebas. Ini membantu mencegah timbulnya benjolan baru pada kemudian hari.

3. Bedah eksisi

Pembedahan melibatkan pengangkatan kista dan kelenjar saliva sublingualis yang bermasalah.

Jika dokter hanya mengangkat kista, benjolan baru masih bisa terbentuk. Untuk hasil yang bersifat permanen, diperlukan pengangkatan ranula dan kelenjar yang rusak.

Apakah ranula bisa sembuh sendiri?

Ranula berukuran kecil yang tidak bergejala mungkin tidak perlu diobati dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa waktu.
Namun, Anda membutuhkan perawatan dari dokter bila benjolan ini makin membesar sehingga mengganggu kemampuan menelan, berbicara, atau bernapas.

Komplikasi setelah pengobatan ranula

bedah mulut

Setiap prosedur medis tentu punya risiko efek samping tersendiri. Setelah menjalani perawatan, Anda mungkin akan merasakan tidak nyaman, bengkak, atau memar di sekitar lidah.

Di samping itu, Anda perlu mewaspadai efek samping serius. Beberapa di antaranya seperti:

  • perdarahan hebat dari area bekas operasi,
  • mati rasa pada lidah,
  • nyeri yang tidak membaik setelah minum obat pereda nyeri, dan
  • tanda-tanda infeksi, seperti keluarnya nanah, tubuh terasa menggigil, atau demam di atas 38℃.

Jika Anda mengalami gejala serius tersebut setelah operasi, sebaiknya segera hubungi dokter.

Pasien yang menjalani prosedur sayatan, aspirasi jarum, atau marsupialisasi umumnya hanya membutuhkan beberapa hari untuk sembuh.

Namun, pasien yang menjalani pembedahan untuk mengangkat kista dan kelenjar saliva mungkin butuh waktu pemulihan sekitar satu hingga dua minggu.

Pastikan Anda selalu menaati anjuran dan pantangan usai pengobatan ranula untuk mempercepat proses pemulihan pascaoperasi.

Sebagai cara mengobati ranula secara alami, Anda bisa menggunakan kompres dengan air hangat yang membantu mengeringkan dan mengecilkan ukuran kista.

Pencegahan ranula

Tidak ada cara untuk mencegah ranula. Munculnya benjolan sering kali terjadi karena trauma dan bahkan terkadang tidak diketahui penyebabnya.

Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, seperti dengan sikat gigi rutin dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan obat kumur.

Penting juga untuk menerapkan pola makan sehat sehari-hari, Batasi makanan manis atau asam yang berdampak buruk bagi gigi dan mulut.

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan solusi terbaik.

Kesimpulan

  • Ranula adalah benjolan berisi cairan atau kista yang terbentuk di bawah lidah.
  • Kista ini disebabkan oleh kelenjar saliva yang tersumbat atau rusak, umumnya akibat cedera atau trauma pada rongga mulut.
  • Kista yang berukuran kecil biasanya tidak membutuhkan perawatan dan akan hilang sendiri dalam beberapa waktu.
  • Jika kista berukuran besar dan bergejala, perawatan yang dapat dilakukan meliputi sayatan dan aspirasi jarum, marsupialisasi, dan eksisi bedah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ranula: What it is, treatment & causes. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved November 1, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23451-ranula

Ranula. (2022). Nationwide Children’s Hospital. Retrieved November 1, 2022, from https://www.nationwidechildrens.org/conditions/ranula

Ranula. (2022). The Children’s Hospital of Philadelphia. Retrieved November 1, 2022, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/ranula

Huzaifa M, Soni A. (2022). Mucocele And Ranula. StatPearls Publishing. Retrieved November 1, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560855/

Brannan, Z. J., Lubeley, L. J., Sutphen, S. A., & Murakami, J. W. (2019). Percutaneous treatment of ranulas: ultrasound-guided drainage with salivary gland chemical ablation. Pediatric radiology, 49(6), 801–807. https://doi.org/10.1007/s00247-019-04356-x

Kokong, D., Iduh, A., Chukwu, I., Mugu, J., Nuhu, S., & Augustine, S. (2017). Ranula: Current Concept of Pathophysiologic Basis and Surgical Management Options. World journal of surgery, 41(6), 1476–1481. https://doi.org/10.1007/s00268-017-3901-2

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 6 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa