Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mi instan merupakan makanan yang disukai banyak orang. Selain harganya yang murah, rasanya yang gurih dan mudah disajikan membuat banyak orang ketagihan dengan mi instan. Namun, penderita diabetes cenderung menghindari mengonsumsi mi, apa pun jenisnya, karena takut gula darahnya naik. Pasalnya, mi mengandung karbohidrat dan lemak yang tinggi. Lantas, apa benar mi instan berbahaya untuk kesehatan penderita diabetes?

Bolehkah penderita diabetes makan mi instan?

Mi merupakan salah satu makanan pokok yang berasal dari golongan biji-bijian. Pada dasarnya, biji-bijian mengandung tinggi karbohidrat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Itulah alasannya penderita diabetes tipe 2 (diabetesi) mungkin memilih untuk menghindari mi instan agar gula darahnya tetap stabil.

Kabar baiknya, menurut American Diabetes Association penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi mi instan asalkan tidak melebihi kebutuhan asupan karbohidrat harian.

Mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang banyak dan tidak terkontrol akan membuat Anda bertambah gemuk. Kebiasaan ini juga dapat menaikkan kadar gula darah sehingga memperburuk kondisi diabetes yang Anda miliki.

Itu sebabnya, untuk penderita diabetes yang ingin makan mi, perhatikan jenis dan porsi mi yang Anda makan. Ada baiknya konsumsi mi juga diseimbangi dengan pilihan makanan sehat untuk diabetes dan tetap melakukan aktivitas fisik.

Jika terus berolahraga secara teratur, menjalani pengobatan diabetes dengan baik, dan disiplin menerapkan target asupan karbohidrat harian, diabetesi tetap bisa makanan mi instan. Tak hanya mi instan, syarat ini juga berlaku untuk konsumsi jenis mi lainnya, seperti mi ayam

Tips makan mi instan yang sehat untuk penderita diabetes

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, diabetesi diperbolehkan mengonsumsi mi instan atau mi lainnya. Dengan catatan, Anda harus menyesuaikan dengan asupan karbohidrat untuk diabetes per harinya.

Nah, tips berikut ini mungkin bisa jadi referensi bagi Anda apabila ingin mengonsumsi mi instan agar tetap sehat.

1. Pilih mi yang mengandung serat tinggi

Terdapat banyak jenis mi yang dijual di pasaran. Namun, kebanyakan di antaranya terbuat dari bahan tepung putih halus, seperti mi telur.

Jenis mi yang satu ini, termasuk mi instan, mengandung karbohidrat sederhana yang bisa menyebabkan kenaikan gula darah untuk penderita diabetes.

Untuk penderita diabetes, pilihlah jenis mi yang lebih sehat dan mengandung serat tinggi. Mi dari gandum utuh, tepung beras merah, atau tepung quinoa adalah beberapa di antaranya. Serat tinggi yang terkandung di dalamnya dapat membantu memperlambat kerja sistem pencernaan.

Gula darah pun diserap perlahan, membuat Anda cepat kenyang, dan mencegah kalap makan.

2. Buang bumbunya

Cara lain untuk menikmati mi instan yang lebih sehat untuk penderiata diabetes adalah dengan membuang bumbu yang biasanya disediakan di dalam kemasan.

Bumbu mi instan mengandung kadar natrium yang tinggi bahkan melebihi rekomendasi Dietary Guidelines for American 2015-2020. Kadar natrium yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

Namun bukan berarti Anda hanya boleh makan mi yang terasa hambar. Anda bisa mencoba bahan-bahan lain untuk membantu membuat mi menjadi lebih sedap.

Gunakan rempah-rempah yang tersedia di dapur Anda seperti cabe segar, lada, ketumbar, atau kecap ikan yang lebih alami dan tentunya lebih sehat. Ingat, semakin sedikit Anda menggunakan bumbu instan pada mi, semakin baik pula untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

3. Tambahkan sayuran dan bahan sehat lainnya

Sehat atau tidaknya mi tergantung dari cara memasaknya. Ketimbang memasak mi instan goreng, sajikan mi instan rebus yang lebih aman untuk kesehatan Anda.

Pasalnya, mi yang digoreng dengan minyak dapat mengandung lebih banyak kalori dan lemak. Akibatnya, hal ini bisa memicu kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tambahkan pula sayuran dan makanan padat nutrisi lainnya untuk membantu mengendalikan gula darah. Anda bisa menambahkan potongan daging ayam, sawi, dan minyak zaitun. Selain rasanya lebih enak dan sehat, tubuh Anda akan lebih berenergi tanpa membuat gula darah naik dengan cepat.

4. Batasi porsi makan

Meski cara yang sudah dijelaskan di atas bisa membuat mi menjadi lebih sehat dikonsumsi untuk penderita diabetes, bukan berarti Anda bisa makan seenaknya sesering yang Anda mau. Anda tetap harus membatasi porsinya.

Pada dasarnya, mi mengandung nilai indeks glikemik sedang. Semakin tinggi indeks glikemik makanan, semakin cepat pula kenaikan kadar gula darah dalam tubuh.

Oleh karena itu, batasi porsi makan mi setidaknya dua kali dalam sebulan. Ingat, cukup makan satu porsi setiap kali makan agar gula darah Anda tetap stabil.

Memang, kalau sudah makan mi rasanya tidak bisa berhenti. Nah, agar tidak kalap makan, cobalah untuk ngemil camilan sehat untuk diabetes yang mengandung tinggi serat dan protein sebelum makan mi.

Sampai saat ini belum ada angka pasti berapa kali makan mi instan yang dikatakan membahayakan kesehatan, terutama untuk penderita diabetes. Namun, sejumlah penelitian mengungkap, tiga kali makan mi instan dalam seminggu sudah terlalu banyak. Itu sebabnya, Anda mungkin harus mengonsumsinya jauh lebih sedikit dari itu, terutama jika memiliki diabetes.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tennis elbow atau epikondilitis lateral adalah rasa sakit pada siku yang dapat terjadi karena rusaknya otot dan tendon di area siku.

Tennis Elbow (Epikondilitis Lateral)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit