Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pemantauan kadar glukosa dengan alat tes gula darah atau glukometer perlu dilakukan secara berkala bagi para penderita diabetes. Tes ini bisa dilakukan secara mandiri karena alatnya yang mudah dibawa ke mana saja. Hasil pemeriksaan gula darah tersebut menjadi tolok ukur diabetesi (penderita diabetes) untuk mengontrol kadar gula darah melalui gaya hidup yang direkomendasikan dokter.

Bagaimana proses pengukuran tersebut berlangsung dan seberapa akurat? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Bagaimana alat sekecil itu mampu memberikan informasi mengenai kadar gula darah?

Bicara soal glukometer, monitor kadar gula darah ini penting untuk mengetahui apakah Anda sudah mencapai target tertentu. Alat bantu ini memiliki cara kerja sistematik dalam memonitor kadar gula darah.

Saat mengukur kadar glukosa darah, Anda perlu mengambil sampel darah dengan alat jarum suntik. Kemudian berikan sampel darah secukupnya pada strip tes gula darah yang terpasang pada glukometer. Ketika diletakkan ke dalam strip pengukur, glukosa yang berada dalam darah akan bereaksi dengan enzim yang ada pada strip.

Reaksi tersebut dapat menciptakan arus listrik yang terhubung ke glukometer. Intensitas arus listrik tersebut setara dengan glukosa dalam darah, sehingga hasilnya bisa terindentifikasi.

Seakurat apa strip pengukur ini untuk mengukur kadar gula darah Anda?

Untuk memantau glukosa dalam darah, Anda bisa memilih alat cek gula darah yang bersertifikasi International Organization for Stantardization (ISO). Standar ISO penting untuk memastikan apakah alat monitor gula darah yang Anda pakai cukup handal atau tidak.

Glukometer kini menggunakan sistem akurasi ISO: 15197:2013. Melalui standar ini, 95% hasil dari glukosa ini harus mencapai standar berikut.

  • Hasil tes glukometer mandiri, untuk konsentrasi gula darah kurang dari 100mg/dL, tingkat akurasinya bisa berbeda ± 15mg/dL dari hasil laboratorium
  • Hasil tes glukometer mandiri, di atas 100 mg/dL, tingkat akurasinya bisa berbeda ± 15% dari hasil laboratorium

Namun, kesalahan yang tak disadari saat melakukan cek gula darah masih mungkin terjadi, sehingga dapat memberikan hasil cek yang keliru.

Di antaranya adalah tidak membersihkan tangan ketika melakukan pengambilan sampel darah. Akibatnya, sisa makanan yang mengandung gula mungkin dapat ikut di sampel darah dan membuat hasil menjadi tidak akurat.

Penyebab kesalahan pembacaan hasil tes gula darah

Strip pengukur juga bisa menjadi penyebab dari kesalahan pembacaan hasil tes gula darah. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Strip tes yang sudah kedaluwarsa. Ketika membeli strip pengukur, biasanya tertera informasi tanggal kedaluwarsa. Seperti dikutip dari HealthCentral, Centers for Disease Control and Prevention tidak menyarankan penggunaan strip tes yang sudah kedaluwarsa karena dapat membuat hasil tes darah tidak akurat.
  • Temperatur dan kelembapan udara. Beberapa alat tes gula darah dan stripnya terkadang membutuhkan perlakuan khusus saat terpapar dengan temperatur. Udara yang lembap dan suhu panas atau dingin yang ekstrem bisa saja merusak strip pengukur gula darah sehingga ketika dimasukkan ke dalam glukometer dapat menampilkan angka yang salah atau tidak sesuai dengan kondisi Anda.

Menyimpan strip pengukur tes gula darah yang benar

Untuk menghindari kesalahan pengukuran kadar gula darah yang disebabkan oleh rusaknya strip pengukur Anda, berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menyimpan strip pengukur atau alat tes gula darah dengan benar:

  • Simpanlah strip pengukur di dalam wadah/botolnya dan pada suhu ruangan
  • Jangan menyimpan di dalam lemari es karena suhu ekstrem dapat merusak strip pengukur
  • Hindari menyimpan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung atau di tempat lembap, seperti di kamar mandi
  • Selalu tutup kontainer strip jika tidak digunakan
  • Jangan gunakan strip yang sudah terkena noda atau kotoran, remah-remah, makanan, atau cairan
  • Jangan gunakan strip yang rusak

Apakah strip pengukur bisa digunakan berkali-kali?

Sayangnya, tidak bisa. Strip pengukur atau alat tes gula darah ini bersifat disposabel alias sekali pakai. Seperti yang dilaporkan oleh situs Diabetes Council, beberapa orang pernah mencoba melakukan pengukuran dengan menggunakan strip pengukur yang pernah digunakan.

Hasilnya adalah glukometer tidak dapat membaca sampel darah yang berada dalam strip tes lama. Hal ini disebabkan karena strip pengukur dirancang hanya cukup menampung enzim yang dapat dilakukan untuk satu kali tes.

Tak hanya strip pengukur, jarum yang digunakan untuk menusukkan jari Anda saat hendak mengambil sampel darah (lancet) juga bersifat sekali pakai. Anda harus membuangnya setelah menggunakannya. Mengingat ini termasuk ke dalam sampah medis, sebaiknya Anda tidak membuangnya secara sembarangan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Buah Terbaik yang Aman untuk Gula Darah Pengidap Diabetes

Meski sehat, Anda tak bisa sembarangan makan buah jika punya diabetes. Untuk itu, pilih beberapa buat untuk diabetes yang aman berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ada berbagai macam jenis cek gula darah untuk pemeriksaan diabetes, seperti gula sewaktu (GDS) atau puasa, dan beberapa lainnya. Bagaimana membaca hasilnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Diet Pasien Diabetes untuk Menjaga Pola Makan dan Berat Badan Seimbang

Pasien diabetes perlu diet untuk mencapai berat badan seimbang, tapi bukan berarti tidak bisa menikmati setiap makanan. Berikut beberapa tipsnya.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gatal karena diabetes

5 Langkah Mudah Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Tepat Menyuntik Insulin dan Lokasi Terbaiknya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
manfaat yoga untuk diabetes

4 Manfaat Yoga untuk Diabetesi yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit